VINO AND CIEL

VINO AND CIEL
chapter 2




.


.


.


.


.


.


.


.


Bruk


"ha ha" ucap ciel membuka matanya, nafasnya tidak beraturan


" dimana ini, tempatnya ke ga asing" ucap cielĀ  matanya melihat sekeliling, ciel mulai sadar bahwa ini rumah sakit, dia sangat benci rumah sakit, apa lagi jarum suntik ciel tidak menyukainya smaa sekali


" si ba*****n itu, membawa ku ke tempat yang salah sepertinya" ucap ciel dalam hati


cklek pintu terbuka menampilkan wanita paruh baya


"vino kamu sudah sadar, syukurlah ucap wanita paruh baya tersebut memegang tangan ciel


" maaf anda siapa yah" ucap ciel bingung


deg


"vi vino, jangan bercanda ini mamah kamu, masa kamu lupa, sama mamah kamu sendiri" ucap wanita paruh baya tersebut mengusap rambut vino


"ha? sejak kapan gue punya mamah secantik ini batinnya


"ouh..." sekarang ciel mengerti pasti wanita di hadapannya adalah orang tua pemiliki tubuh ini.


"apa gue pura pura amnesia aja yah, kayanya seru" batin ciel


" mohon maaf nih tan sepertinya, tante salah orang deh, aku ga kenal ama tante" ucap ciel, ciel mengubah kata katanya menjadi aku kamu di hadapan orang yang lebih tua darinya


tangan wanita itu bergetar


disini kita panggil ciel, vino yah


vino yang merasakan tangan wanita itu bergetar pun bertanya


"tan tante, apa tante baik baik saja tan ucap vino


wanita itu menarik nafasnya lalu menghembuskannya, wanita paruh baya itu mulai berteriak memanggil suaminya dan kakaknya


" MAS, KAKAK CEPATLAH KEMARI" teriak wanita itu


"ada apa kenapa kamu berteriak" ucap salah satu pria


"kakak vino.., tolong periksa vino kak, sepertinya ada yang salah dengannya" ucap wanita paruh baya tersebut


" pala lu " batin vino


kakak dari wanita paruh baya yang di yakini sebagai dokter pun berjalan mendekati vino


"apa lo liat liat" batin vino, yang melihat dokter itu terus memandang dirinya


dokter itu mulai memeriksa vino dengan teliti


sepertinya anak ini, mengalami amnesia sementara ucapnya setelah memeriksa tubuh vino


"matamu amnesia, sepertinya ni dokter bukan dokter asli,malahan dokter gadungan, gue pura pura amnesia to**l gitu aja ga tau" batin vino kesal


" ma mas anak kita" ucap wanita paruh baya tersebut menutup mulutnya seakan akan tidak percaya, dengan perkataan sang kakak, dirinya langsung saja memeluk tubuh sang suami


" tenanglah, semuanya pasti akan baik baik saja" ucap suaminya mengusap kepala sang istri mencoba menenangkannya, sambil membalas pelukannya


" sumpah gue ga iri" batin ciel melihat pemandangan yang berada di sampingnya


"ehem, kalian berdua hentikan lah di sini ada anak kecil" ucap dokter itu


sepasang suami istri yang sedang berpelukan itu pun melepaskan pelukannya


"endasmu" batin vino


" jadi.. apa kamu ingat nama mu sendiri" ucap sang dokter bertanya


vino menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa dirinya tidak tau siapa namanya sendiri


" ha.. baiklah, namamu adalah vino alvarez zonathan, kau mengerti ucap dokter


vino menganggukan kepalanya saja, lalu membalikan kepalanya menatap sepasang pria dan wanita paruh baya yang sedang menatapnya itu


sang dokter yang mengerti pun menjelaskan pada vino siapa mereka dan dirinya


"mereka adalah orang tuamu, nama mamahmu adalah riana allena zonathan, papahmu bernama zeno altarik zonathan, sedangkan aku adalah pamanmu kakak dari mamahmu, nama ku dika aditya darrel" ucap paman dika


lagi lagi vino hanya menganggukan kepalanya


"kalau begitu paman pergi dulu, lekas sembuh vino" ucap sang paman mencium kening vino


"zeno, riana saya harus pergi ada pasien lain yang harus saya tangani" ucap pamannya melihat sepasang suami istri itu


"hem, terimakasih" ucap sang papah


"terima kasih kak" ucap mamah riana


"sama sama" ucap sang paman lalu keluar dari ruangan vino, setelah pamannya keluar