VINO AND CIEL

VINO AND CIEL
chapter 5




.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" pah vino bosan di rumah sakit, biarin vino pulang yah plis" ucap vino memohon


"papah bilang ga yah ga vino, kamu masih membutuhkan perawatan di rumah sakit, tubuh kamu juga masih lemah" ucap zeno


"papah sudah mengatakan itu 25 kali, bukankah papah pernah bilang kalau vino bisa  minta 1 permintaan apapun yang vino mau" ucap vino


" papah memang pernah mengatakan itu, tapi papah tidak akan menuruti permintaan mu yang satu itu, dan kamu juga terus menanyakan pertanyaan yang sama sebanyak 25 kali,selama 5 hari" ucap zeno sambil meminum tehnya


wajah vino menjadi cemberut


sudah 5 hari vino berada di rumah sakit, selama di rumah sakit, vino hanya di jenguk oleh papah sama mamahnya saja, abang abangnya? entahlah vino tidak pernah melihat mereka menjenguk dirinya, setiap kali vino menanyakan dimana para abangnya, mamah nya selalu bilang, kalau mereka sedang sibuk, dengan kuliahnya, sekolahnya, pekerjaannya dll, oky vino mengerti akan hal itu, tapi setidaknya sesibuk apapun mereka seharusnya mereka bisa luangkan sedikit waktunya untuk vino, bukankah vino juga bagian dari keluarga zonathan, untuk menjawab pertanyaan mamahnya vino hanya menjawabnya dengan menganggukan kepalanya saja. dia semakin yakin kalau para abangnya vino yang asli tidak menyukai vino, mungkin karena itu mereka tidak menemui vino di rumah sakit, ataupun menitipkan pesan ke pada mamahnya, menanyakan kabarnya saja tidak


"untuk apa gue mikirin mereka, toh itu urusan mereka mau jenguk gue atau ga juga,  yang harus gue pikirin sekarang adalah bagaimana caranya gue bujuk mamah, papah, untuk membawa gue pergi dari rumah sakit keramat ini, gue sudah muak liat peralatan rumah sakit" batin vino


"tapi mah, vino ga suka di rumah sakit, vino mau pulang, selama di rumah sakit, kerjaan vino hanyalah tidur, bangun, makan, tidur lagi dan seterusnya seperti ( para pembaca yang kerjaan nya hanya rebahan terus) itu, vino bosan mah, mah plis, bantu vino bilang ke papah buat izinin vino pulang, vino ga mau di rumah sakit" ucap vino menggunakan wajah imut adalannya


riana yang tak kuat pun, melihat suaminya


"mas..." ucap riana terpotong


"tidak tetap tidak, kau tidak boleh tertipu dengan wajahnya itu"ucap zeno


"papah, vino mau pulang, pokoknya vino mau pulang, kalau ga ngijinin vino pulang, vino ga mau makan obatnya lagi" ucap vino merengek


"baiklah baiklah, papah izinan kamu pulang..." ucapan zeno terpotong


"benarkah" ucap vino mulai berhenti merengek di gantikan dengan wajah bahagianya


"dengarkan papah dulu, papah bakalan ngijinin kamu pulang, tapi nanti tidak sekarang tunggu tubuh kamu mulai membaik, baru papah izinin kamu pulang" ucap zeno menatap anaknya


"tapi pah, vino udah sembuh, vino mau pulangnya sekarang ga mau nanti" ucap vino raut wajahnya berubah jadi kesal


"turuti apa yang papah suruh, atau kamu memilih tetap di rumah sakit selamanya" ucap papahnya dengan wajah serius


"iyah" ucap vino


"apanya yang iyah?" ucap papahnya mengangkat alisnya sebelah


"iyah, vino memilih menuruti perkataan papah tadi" ucap vino pasrah


"bagus, sekarang pergi tidur" ucap papahnya mendekati vino mengus rambut anaknya


Dengan sangat pasrah vino menuruti perkataan papahnya, vino menidurkan dirinya, menutup matanya, setelah menunggu beberapa menit akhirnya vino tertidur


"semoga mimpi indah" ucap zeno mencium kening vino