
Diatas atap bangunan sekte tombak angin ling menatap tajam arah tempat tinggal ye mo.Memakai pakaian jubah hitam dengan garis emas di lengan
"Ini hari kau menjadi sampah"
Ling melompat dari atap ke atap tanpa disadari orang dibawahnya, sesampai ling di tempat tinggal ye mo ling membuka satu genting menemukan ye
mo berkultivasi.
"Rupanya di sini" ucap ling memgema kesemua ruangan.
Ye mo membuka matanya memacari sumber suara itu" Siapa kau tunjukkan dirimu pengecut! " ye mo masih mencari asal suara.
ling langsung ke intinya "Apa kau ingat dirimu membantu ling shu mengurus seorang sampah di keluarganya?"
Ye mo berfikir sejenak" Oh maksudnya adiknya itu, benar aku pernah menekanya sewaktu bertindak membela dirinya saat dia dikalahkan dengan cara curang jadi tujuanmu kesini ingin apa membunuhku ? maka keluarlah."
Ling kembali mengingat kejadian dirinya saat dicurangi "Karena sudah mengakuinya aku tidak ingin kamu mati tapi hancurkan sendiri Meridianmu jangan membuatku mau turun tangan"
Ye mo mengangkat sebelah alisnya tertawa"Haha lucu sekali kau tidak lihat ini masih wilayah sekte tombak angin, bila dirimu lebih kuat dari coba saja kalau bisa.
Ling turun dihadapan ye mo secepat kilat,menyerang ye mo dengan cepat ye mo terkejut oleh kecepatannya bersusah payah menangkis semua serangan ling benar benar sulit ling mengincar beberapa luka menghiasi wajah tua ye mo
Ye mo menahan sakit sayatan "Sial kau sangat kuat siapa kau kenapa si sampah mendapat orang belakangan sekuat dirimu ini !" teriaknya marah
Ling melesat ke depan ye mo dengan sangat cepat menotok aliran titik jalur Meridian ye mo tidak bergerak, ling menggunakan pedangnya menempatkan dileher ye mo.
Ye mo tidak bergerak menahan sakitnya itu berucap dalam batin" Orang ini jauh lebih kuat dariku aku salah menantangnya" ketakutan bercampur keputus asaan memasuki pikiran ye mo
"Karena itu mau mu akan kulakukan"ling membuka tudung.
Ye mo memasang kewaspadaan melihat muka ling berubah menghilangkannya mengetahui itu ling orang yang berurusan dengan muridnya, ye mo tidak bisa menahan tawanya.
"Aku kira siapa sungguh konyol aku dikalahkan oleh saingan muridku itu, meskipun kau hebat membunuhku ketua sekte akan mencarimu dia sudah raja 4 tapi jika kamu melepaskan aku akan kupertimbangkan" ucap ye mo kepercayaan dirinya ada harapan ling takut ancamannya.
"Kau pikir aku orang yang mudah mengampunimu dan takut ancaman kecilmu itu ?"
Ye mo menjadi bingung kata ling itu cuma ancaman kecil
ye mo tetap berfikir jernih berucap lirih "Apa kau tidak takut akan diburu oleh semua anggota sekte?"
Ling tidak menjawabnya memfokuskan mengumpulkan kekuatan QI di telapak tangannya bersiap menyerang menghancurkan pusat Meridian (lautan Qi) kultivasi ye mo,ling teringat akan Pill yang baru saja dibelinya.
"Bagaimanapun aku akan menghancurkan kultivasimu aku punya caraku tersendiri aku harap ini tidak berefek"
Ling mengeluarkan Pill hitam dari udara kosong yang ling beli dari system.
"Ini Pill berfungsi menghancurkan Meridianmu secara perlahan jadi kau tidak merasakan sakit sebentar tapi berkelanjutan selama 1 bulan lalu hancur total pusat Meridianmu"
ling mengarah kemulut ye mo bersikeras menolaknya terus menutupi rapat mulutnya,
"Sepertinya kau orang tua keras kepala juga padahal jelas nasibmu ditanganku"
Ling mengarahkan tangannya dialiri dua elemen petir dan es menempatkannya di leher ye mo, es yang membekukan darah ke otak listrik menghancurkan syaraf syaraf.
"Aaarrrgggh" teriak lirihnya
ye mo akhirya membuka mulutnya ling segera memasukkan Pill ke mulutnya lalu menotoknya lagi .
"Itu apa yang kau tabur itu yang akan kamu tuai"
Ling berbalik badannya beranjak keluar pergi keluar dari sekte tombak angin meninggalkan ye mo kesakitan.
***
Ditengah hutan ditemani cahaya bulan bersinar terang dipinggir sungai ling merasa lega beban pikiran membuatnya pusing akhirya selesai juga diatasi sekarang dirinya tidak lagi memikirkan hal hal merepotkan itu lagi terasa batu dipunggunya terlepas.
[Tuan mungkin orang bernama ye mo sudah mengetahui wajah anda dan fisik bagaimana jika merubahnya dan menekan kekuatan hingga titik terendah ?]
"Catty itu ide cukup bagus sih penyamaran tingkat tinggi agar dimanapun wajahku rupawan ini tidak mencolok perhatian para wanita benarkan?"
[Iya bisa bisa dibilang begitu]
"Baiklah lakukan"
[Karena tuan tidak ingin menarik perhatian para wanita catty rubah tuan menjadi wanita cantik]
"Iya cepat"ling mengangguk terlintas dibenaknya pemikiran ini.
"TUNGGU DU- !" ling belum selesai bicara si catty merubah penampilannya
[Dalam proses.... selesai]
Ling berubah menjadi seorang gadis cantik bermata biru berambut hitam panjang terurai suaranya juga berubah menjadi suara wanita anggun masih berpakaian laki laki,ling memarahi si catty habis habisan,
"Apa apaan ini ?!"
[Sudah selesai tuan]
"Catyy kau merubahku menjadi... WARRIAAA!!!~ " teriak ling bersuara wanita.
[Karena tuan tidak ingin menarik para wanita apa salahnya merubah tuan menjadi wanita]
"Iya tapi bukan begini juga maksudnya!" ling terus mengomeli catyy, menengok dadanya cukup besar kemudian meraba alat berharganya yang hilang
[Apa tuan mau berubah menjadi pria jelek Sangat jelek sampai lalat jijik melihatnya tidak mau menghampiri tuan]
Ling merenggut kesal dengan gadis kucing ini" Tidak sih , sudahlah cepat rubah aku kembali."
[Tidak bisa sampai waktu 2 bulan ,tuan harap bersabar :) ]
Ling terkejut" Apa ! 2 bulan bagaimana ini besok aku harus menemui xiao ning, gadis rubah dan orang tuaku apa akan terkena serangan jantung melihatku seperti ini ,hah aku rasa hanya perlu menunggu waktu ini sudah malam aku lanjut tidur pusing aku"
Ling membeli beberapa tempat untuknya tidur setelah selesai ling melambai tangan pelan muncul tenda besar dengan kasur tidur ling hendak mulai melanjutkan tidurnya terdengar suara keras memasuki telinga mengagunya.
"Teman lama dimana kau !"
Ling membuka matanya ingin memukul orang berteriak itu" Siapa sih orang yang sekarang otaknya terbalik menganggu orang tidur "
Yun Zhi tidak memperdulikan tingkah Feng Yan "Kau tidak usah berteriak sekeras itu aku yakin dia belum jauh"
Feng Yan melirik" Oh benarkah kamu tidak berteriak tapi hatimu berteriak memanggilnya"
"........"Yun Zhi tak membalasnya.
Feng Yan melirik ke gelang naga perak" Hei cacing kecil apa kamu yakin disini salah satu tempat titik aura energi spiritualnya"
"Ya aku yakin tuan tadi disekte tombak angin itu mungkin dia mendaftar menjadi murid" sahut gelang naga.
"Iya masuk akal juga," Feng Yan melihat nyala api ungun terang tempat ling mendirikan tenda.
"Lihat ada orang disana kita bisa istirahat lalu menuju sekte besok"
"Ayo aku juga perlu mengumpulkan kekuatan " timbal sang naga perak.
Ketiganya mendekati tempat tenda milik ling .
continue>>>