
"Jadi kau orang buta yang dibelakangnya bocah sampah itu ya , kenapa hanya sampah kau lindungi sekalian saja kau melindungi kotoran ternakku saja sana hhh " banyak dari mereka tertawa lepas
Tang Yen memasang wajah mengejek meremehkan,karena jelas jumlah orang di sana ada puluhan orang dari dua keluarga dan hanya melihat kultivasi pria topeng perak hanya di tahap transformasi tingkat 2 saja dan juga umurnya 15 tahun terlihat dari fisiknya ,tapi mata terkadang menipu penampilan luar
"ckckck teryata orang dibelakang si sampah masih muda juga buta tapi berbakat, sayang sekali kau akan mati lebih baik kau penggal kepalamu sendiri dan akan kami gantung di gerbang masuk kota ini"patriak ling Han dengan nada sinis
"Ya sebaiknya kau lakukan sendiri kami tak inggin mengotori tangan kami ini " prajurit lainnya
"Jika kamu memberi tau dimana si sampah kami akan membunuhmu secara perlahan "ucap prajurit ,
ling Wei sudah muak oleh perkataan mereka , ling membuka matanya kearah semua orang yang ada mata birunya membuat semua orang tau bahwa dia adalah ling Wei,
"Jadi kau sebenarnya ling Wei ya si sampah tidak berguna itu"tang Yen
"Kalian ini sungguh para mahkluk hina yang suka sekali mengongong layaknya seekor anj*ng gila ya"
ucapan ling Wei membuat semua orang di sana menambah kebencianya berkali kali lipat ,rasa kasihan sudah tidak ada di hati meraka semua.
"Br*ngs*k kau memang sombong sekali kau akan mati,semua serang dia"
Tang Yen memerintahkan semua orang menyerang ,namun tak ada yang bisa menyentuh ling Wei karena di penglihatanya mereka siput yang teramat lambat,ling Wei menghindari semua serangan dari berbagai arah jurus jurus mereka juga dikeluarkan semaksimal yang mereka bisa ,
"sial dia hebat juga menghindari semua serangan-serangan tang Yen sepertinya kita harus bertindak"ucap patriak ling Han
"em" tang Yen mengangguk
mereka menyerang ling dari dua arah berbeda ,Tan Yen mengeluarkan tapak aku apinya ling Han memakai jurus menghilang dari pandangan memegang pedang yang dihunuskan di belakang kepala ling Wei tapi ditahan dengan dua jarinya pandangan ling masih membelakangi patriak ling Han, satu tangan lainya mencekram tangan tang Yen yang masih berapi.
"Apa! bagaimana bisa dia menahannya"tang Yen mulai waspada
"Sepertinya kita harus mengeluarkan segenap kemampuan kita"ucap ling han
"Apa kalian sudah selesai berdiskusi kini saatnya giliranku"
Ling melesat sangat cepat meninggalkan bayanganya ,tepat di depan tang Yen mengeluarkan petir dari jari telunjuknya mengarah ke jantung tang yen tidak sempat menghindar badannya tertembus petir itu ,
"gawat teryata dia menyembunyikan kemampuan aslinya"
patriak ling Han melihat itu sedikit ngeri tang Yen terbunuh dalam waktu singkat,ling Wei berbalik menatap tatapan membunuh Patriak Han ,ling Wei memukul bagian dada patriak sampai membuatnya terpental ke langit,ling melesat ke langit mencengkeram kepala Han dengan satu tangan.
"kau akan merasakan jurusku ini sekaligus kelinci percobaan"
Ling mengunakan setengah kemampuan asli jurus ledakan bola QI , setitik bola tepat di depan wajah patriak Han ,ia hanya pasrah orang didepannya jauh lebih hebat,
BUUMMMM!
Ledakkan Sangat besar di atas kota bulan biru menjadikan sore seperti kembali siang semua orang terkejut dengan apa yang terjadi, sedangkan pemuda diatas bangunan tinggi di kota itu yang sudah mengamati pertarungan sejak awal dari kejauhan.
"Dia hebat apa dia orangnya, duh aku tak bisa melihat mukanya,tapi aku tidak pernah melihat bentuk pedang panjangnya dan juga itu sangat tajam, seingatku dia penguna pedang ganda jika dia beralih senjata maka pemahaman senjata seharusnya di handal ,tapi jika ia beralih lagi mengunakan pedang ganda seharusnya ingatan pemahaman jauh lebih tinggi dari tingkat Master " ucap pemuda itu sambil terus menyaksikan dan berkomunikasi lewat telepati ke seseorang.
Ling Wei turun dari langit mengalihkan pandangannya ke segerombolan orang-orang yang tersisa mereka ketakutan setengah mati kedua patriak tewas dengan mudah.
Ling Wei memancarkan aura dari mata birunya,ling mengunakan katana menebas setiap yang dilaluinya,
"Akhirnya beres"
setelah semuanya selesai ling membawa orang tuanya masih sadar dalam keadaan pingsan ke alam dunianya, setelah selesai ling menunggu diluar kediamannya mendengar suara gadis beryanyi di taman .
"eh ling kamu sudah selesai mengurusi sesuatu yang kamu bilang ?," Ning
"ya aku sudah menyelesaikan itu"
"oh begitu ya, ling aku melihat banyak benda benda aneh di kediamanmu ini terutama peti mati yang bisa mengeluarkan hawa es ketika dibuka"
"em itu namanya lemari es benda modern memang tidak ada yang memilikinya disini selain aku di karena aku yang membuatnya"
ling menjelaskan fungi dari berbagai bendanya ,Ning takjub dengan benda benda milik ling sungguh ajaib baginya pengalaman itu , tak akan pernah ia lupakan
" Benda benda dan alat dari berbagai bentuk ini benar benar membuat aku takjub sungguh hebat ,
" iya ini cukup membantu beberapa urusan di kediamanku yang besar ini,"
ling wei bertanya keputusan hal pembahasan kemarin .
"xiao Ning bagaimana apa kau akan kembali ke pemukiman siluman di gunung Tianzhen bersama kakekmu?"tanya ling
"iya" Ning terlihat sedikit sedih dari raut wajahnya yang cantik itu
"Baiklah aku akan mengantar kalian"
ling dan Ning menemui kakeknya Ning ,ling pernah diingatnya pemilik tubuh ini sebelumnya mengunjungi gunung ini sehingga dapat kesana, mereka tiba di kaki gunung Tianzhen melihat ada pemukiman yang cukup besar sebesar kota bulan biru,
"jadi kita sudah sampai di sini apa ada hal lainnya?" ucap ling
"Aku, kakek apa aku boleh pergi bersama ling Wei ?"Ning ragu bertanya
"jika itu keputusanmu kakek tau sejak awal juga memahaminya,aku yakin nak ling orang yang baik "
kakek tersenyum penuh makna mendalam tersembunyi seuatu, ling hanya teringat akan pembalasan xiao Ning menghela nafas kasar.
"Jika begitu aku tidak dapat menolaknya ,"ling menyingkirkan kekhawatiranya.
"Terima kasih ling"
"Baik aku juga harus menemui kedua orang tuaku"
ling dan Ning pergi ke dunia kecil ling meninggalkan kakek yang dari tadi tersenyum bahagia,
"Hoho apa aku akan segera memiliki cucu ya haha" kakek berjalan masuk gerbang desa.
continue>>>