Trials Of Love

Trials Of Love
Episode 24



Xu Zhou: biarkan aku peluk selama 5 menit..(Ucap Xu kelelahan)


setelah mendengarkan itu Li wei terdiam dan menyetujuinya dia kemudian bersama Xu tertidur sampe pagi harinya....


KEESOKAN HARINYA....


Xu terbangun sedangkan Li belum bangun, Xu kemudian menatap Li lalu mencium di dahi nya Li seketika itu Li tidak sengaja terbangun ia membuka matanya lalu terkejut dengan cepat ia mendorong Xu sehingga terjatuh dari sofa itu


Bruk....


"Kau gila?!sakit tau!"(Ucap Xu marah)


"Kau ngapain tadi?!"(Tanya Li marah)


"Mau mengambil Hp di meja"(Ucap Xu berbohong)


"Kau bohong! hiks....hiks"(Li mengatakan nya sambil menangis)


Li tiba-tiba menangis Xu pun terkejut dan mendekat kepadanya lalu berkata,


"Kenapa kau menangis?"(Tanya Xu lembut)


"Kenapa kau selalu mengangguku...ibu ku sudah tidak ada, aku sendiri,kau tidak pernah percaya pada ku? Kenapa?!hikss...."(Ucap Li marah smbil menangis)


Tiba-tiba Xu teringat sesosok ibunya dan berkata,


"Xiao Xu kemarilah!! bermain dengan ibu"(Ucap ilustrasi ibuny)


"ah!"(Ucap Xu kesakitan)


"Kau kenapa?"(Tanya Li)


"Mama jangan tinggal kan aku...."(Ucap Xu lalu ia tergeletak di ujung lantai dengan sangat ketakutan)


Li berdiri dan menghampirnya tiba-tiba Xu menarik tangan nya lalu berkata lagi,


"Mama, aku akan jadi anak baik...aku sudah memimpin perusahaan sekarang..."(Ucap Xu menangis)


"Iya mama disini jangan takut"(Ucap Li berpura-pura menjadi ibunya karena kasihan terhadap Xu)


"Jangan takut..."(Ucap Li mengusap pundak nya untuk menenangkan ny)


Xu pun tersadar lalu mendorong Li dengan kuat lalu Li jatuh kesakit hingga lukanya terbuka...


"Ah..sakit"(Ucap Li)


Xu berjalan kearahnya dengan muka yang marah


"Kau mau ngapain?"(Tanya Li)


"Ibu mu seorang pembunuh, Kau baru saja kehilangan ibu tapi aku dari dulu sudah merasakan penderitaan yang lebih sakit dari mu?!"(Ucap Xu marah)


"Apa hak mu mengatakan ibuku pembunuh?!"(Tanya Li marah)


"Surat itu sudah menjadi bukti! "(Ucap Xu dengan marah)


Li kemudian berlari kearah ruang tamu dan mengunci pintu itu Xu pun mengejarnya lansung mengedor pintunya dengan kuat,


"Buka pintunya, skrg juga!"(Ucap Xu dengan marah)


"Kau belum puas melihat ibuku meninggal dan sekarang aku juga akan bunuh diri agar kau puas,betul kan?!Oke!"(Ucap Li menangis)


Li menangis terus ia tak sengaja melihat kearah kotak kaca yang ada di atas meja lalu dia mencari kursi lalu memukul ke arah kaca itu


PRANG!!


Xu terkejut mendengar suara itu lalu,


"Li buka gak pintunya, kalo sampai aku masuk aku melihat mu gak baik-baik saja akan ku hancurkan sahabat mu!"(Ucap Xu dengan teriak)


Li yang sudah memegang obat tidur ingin mengeluarkan 10 butir itu terlalu jauh dari dosis tiba-tiba tidak jadi karena mendengarkan perkataan Xu, lalu ia keluar dari ruangan itu lalu menampar Xu dengar sangat kuat.


Plakk!


"Kau berani menamparku?!"(Tanya Xu marah)


"Kau memang pantas di tampar!, maumu tuh apasih?ibuku sudah tidak ada lalu sekarang kau mau hancurkan sahabat ku?kau punya hati?!"(Ucap Li menangis sambil marah)


"Itu adalah karma untuk ibumu tapi karena ibumu sudah tidak ada jadi kau yang menanggung nya!"(Ucap Xu dengan tatapan dingin)


Xu pun marah karena dengar perkataan nya lalu ia maju tanpa sadar dia mencekik Li dengan kuat,


"Argh,kau mau ngapain?!"(Ucap Li kesakitan)


Tapi Xu tidak menghiraukan nya,


"Ah,Oh oke sekarang kau ingin membunuh ku, bagus!biar aku bisa berada disisi ibuku."(Ucap Li dengan kesakitan)


"Kau jangan menguji kesabaran ku ya!"(Ucap Xu dengan tatapan seram)


"Kau lupa kenangan kita dulu?"(tanya Li menangis)


"Kenagan apa?itulah hanya sampah,kebetulan sekali aku bertemu dengan anak pembunuh yang membunuh ibuku!"(Ucap Xu dengan kejam)


"Xu kau tinggal cekik lebih kuat lagi,aku sudah hampir tidak bisa bernafas bentar lagi aku mati,Aku sangat bahagia!"(Ucap Li dengan senyum)


Tiba-tiba Xu pun terbayang kenangan nya dengan Li karena mereka sangat mencintai satu sama lain lalu Xu pun melihat ke arah Li dan terkejut bahwa ia sedang mencekik Li tanpa sadar ia pun melepaskan,


B****RUKK!!


"Hah...."(Ucap Li karena kesulitan bernafas)


"Kau tidak apa-apa?"(Tanya Xu dengan lembut)


"Muka mu pucat!"(Ucap Xu dengan panik)


"kau jangan pura-pura dengan seolah-olah kau peduli padaku"(Ucap Li dengan lemas)


"dan ingat aku menyesal pernah menyukai mu apalagi memperjuangkan mu"(Ucap Li dengan lemas)


"Kau..."(Ucap Xu)


Ditengah pembicaraan Xu,Li pun tergeletak pingsan di lantai dengan muka yang sangat pucat,


"Li bangun!"(Teriak Xu)


"Kenapa semua jadi seperti ini?!"(Teriak Xu)


"Dokter!!!,Dokter"(Teriak Xu)


Dokter pun datang dengan cepat lalu masuk kedalam ruangan itu dan memeriksa keadaan Li lalu berkata,


"Dia demam tinggi dan jangan telalu mengekang nya karena ia baru kehilangan ibunya"(Ucap Dokter dengan lembut)


"Cepat bawa dia kekasur"(Ucap Dokter itu)


Xu pun mengendong Li ke kasur lalu Li di kasih infus,Xu pun khawatir...


KEESOKAN HARINYA.....


Xu yang tertidur karena menjaga Li di kasur seharian dan Li pun terbangun,Seketika itu Li sadar dan melihat kearah Xu ia pun menangis tanpa bersuara dengan berkata dalam hati,


"Tuhan apakah ini adalah hidupku yang sudah kau tentukan?aku sangat mencintai nya...kenapa dia menjadi seperti ini?,aku kesepian,aku butuh seseorang untuk ku peluk dan bercerita semua nya"(Ucap Li didalam hati)


"Tuhan, jika memang seperti ini aku akan mengikhlaskan nya..tapi tolong jangan ambil lagi orang yang ku sayang aku mohon!"(Ucap Li didalam hati)


Tiba-tiba Xu bangun ia melihat Li menangis ia tanpa sadar memajukan tangan nya untuk mengusap air matanya Li tapi Li mendorong nya


"Jangan sentuh aku,aku mohon!"(Ucap Li menangis dan ketakutan)


"Li kau sudah bangun?makan dulu ya"(Ucap Xu dengan lembut)


Tapi Li tidak menjawab apa-apa lalu Xu memangil Suster untuk mengantarkan makanan berupa bubur


SFX: Biasanya orang kalo sakit dan di rumah sakit pasti makannya yang utama yaitu bubur,Salam! Haloo hehehe"(Autho**r)


20 Menit kemudian**...


TOK..TOK...TOK!


"Permisi pak,saya mau mengantarkan bubur atas pesanan bapak"(Ucap suster itu)


"Iya silakan masuk"(Ucap Xu)


Pintu itupun terbuka dan masuklah suster itu dengan memegang bubur dan menarok nya di atas meja