Trials Of Love

Trials Of Love
Episode 19



Kemudian turun lah Xu ke bawa dan memanggil pelayan


"Pelayan!"(Panggil Xu dengan marah)


datang lah pelayan tersebut ketakutan karena melihat Tuan Xu marah


"ada apa tuan?"(Tanya Pelayan)


"panggil Li kesini sekarang juga!"(Ucap Xu marah)


"Baik Tuan"(Ucap Pelayan)


Duduklah Xu dengan marah di sofa ruang tamu.dalam perjalanan ke gudang untuk memanggil Li, pelayan tersebut berkata,


"Mampuslah telah bikin tuan marah,berani sekali dia!"(Ucap Pelayan)


sesampainya di gudang pintu pelayan tersebut mengetuk pintunya


Tok...Tok....Tok....


"Siapa yang mengetok pintu jam segini?"(Tanya Li)


"Siapa?"(Teriak Li)


"ini bibi,buka dulu pintunya"(Ucap pelayan itu)


"Okeh...bentar Bi"(Ucap Li)


Pergilah Li membuka pintu itu lalu berkata lah pelayan itu,


"Nona Li..."(Ucap Pelayan itu)


"iya?"(Ucap Li penasaran)


"Itu...Tuan muda kedua memanggil mu"(Ucap Pelayan ketakutkan)


"sepertinya si brengsek itu memarahi pelayan itu"(Ucap Li dalam hati)


"Biarin aja Bi suruh dia kekantor saja...saya sibuk ,Bye"(Ucap Li tanpa perduli)


"Tapi"(Ucap Pelayan)


Bam......(Suara tutup pintu)


Berjalanlah pelayan itu untuk menemui Xu setelah dia menghampiri Xu. Xu melihat tidak adanya Li di belakangnya...ia pun bertanya,


"Mana Li?!"(Tanya Xu dengan marah)


"Nona Li tadi mengatakan sesuatu kepada saya"(Ucap pelayan ketakutan)


"Mengatakan apa?!"(Tanya Xu kesel)


"Nona Li.....mengatakan bahwa ia menyuruh tuan kekantor saja dan nona Li mengatakan bahwa ia sibuk"(Ucap pelayan itu)


"Apa?!"(Ucap Xu dengan marah)


"saya pergi kebelakang dulu tuan permisi"(Ucap pelayan itu pelan-pelan)


"dia pikir,dia siapa seenaknya mengusir aku?!"(Ucap Xu kesel,marah²)


Xu mengeluarkan ponselnya dan menelepon wakil nya dan berkata,


"Ada apa tuan?"(Tanya Wakil itu)


"Alex..aku harini tidak masuk kantor,tolong gantikan aku"(Ucap Xu dengan serius)


"Baik Tuan..."(Ucap wakil)


Tut~~~(Suara tutup telepon)


Berjalan lah Xu kekamarnya lagi untuk menggantikan baju nya,setelah itu dia pun duduk di kasurnya dan membuka hp nya untuk mengirim pesan kepada Li,


Di chat


"Kekamar ku sekarang!"(Ketik Xu)


"ada masalah?"(ketik Li)


"Sekarang!"(Ketik Xu)


Keluarlah Li dari gudang lalu ia berkata dalam hati"dasar manusia aneh"(Ucap Li dalam hati) naik lah ia ke atas untuk menemui Xu karena Xu yang menyuruh,setelah sampai ia mengetuk pintunya


Tok..tok...tok(Suara ketukan pintu)


Berdirilah Xu dan membukakan pintu dan menarik tangan nya,


"Eh.."(Ucap Li kaget)


"Kau mau apa?!sekarang katakan lansung intinya"(Ucap Li)


"kenapa kau mundur dari jabatan assiten?!"(Tanya Xu marah)


"bukankah itu yang kau mau?!"(Li marah)


"Kau.."(Ucap Xu)


"Hah..panggilan yang begitu ironis!"(Ucap Xu marah)


Muka Xu tampaknya murka setelah Li mengatakan itu Li pun ketakutkan dan mencoba membuka pintuk untuk keluar tapi Xu menahan pintu itu


"Bam!"(Suara pintu)


"Lepaskan!"(Ucap Li)


"kenapa?setelah melihat ku marah kau lansung mau kabur?!"(Tanya Xu marah)


"Tuan Xu masih kah ada kepentingan?!"(Tanya Li marah)


"kenapa sikap mu menjadi seperti ini?!"(Tanya Xu)


"Tuan Xu..sepertinya kau yang berubah..kau bahkan gak percaya dengan perkataan ku dan kau lebih percaya pada surat itu!"(Ucap Li hampir mengeluarkan air mata)


"Aku tidak perduli!karna mama mu adalah pembunuh"(Ucap Xu marah)


Plak....(Suara tamparan)


Li menampar Xu dengan begitu kuat,lalu Xu tambah marah dan lansung mendorong nya kedinding dan menciumnya dengan paksa


"Ugh..Lepaskan aku!"(Ucap Li sambil nangis)


tapi Xu tidak menghiraukannya


"lepaskan!"(Ucap Li sambil memukulnya)


Namun perlahan-lahan Li menikmati ciuman itu sesudah itu berhentilah mereka,kemudian mereka menatap satu sama lain,Li pun menamparnya kembali sambil mengelap bibirnya


PLAK....


"Kau gila!"(Ucap Li)


"Kau yang membuat semua seperti ini!"(Ucap Xu tanpa bersalah)


"Aku mohon lepaskan kami berdua...hikssshiks"(Ucap Li sambil menangis)


"Jangan bermimpi"(Ucap Xu dengan kasar)


Li mendorongnya sepertinya dorongan nya berhasil ia pun pergi kearah pintu dan membukanya lalu pergi dari kamar itu sambil menangis,Xu pun tergeletak di lantai kamarnya dengan muka yang sedih


"apa yang harus aku lakukan pada mu?"(Tanya Xu didalam hati)


Sedangkan Li yang lari kebawah dan lansung pergi ketaman belakang agar ibunya tidak tau bahwa ia sedang sedih setelah sampai ke taman ia pun menangis disana dengan duduk di ayunan dia tidak tau bahwa hal ini akan terjadi karna surat itu...padahal surat itu telah di tukarkan oleh Tan Xu padah malam hari setelah penemuan surat itu kisah cinta mereka banyak sekali halangan nya entah itu cobaan/takdir


Kakek Zhou berjalan,ia pun tidak sengaja melihat Li nangis di taman lalu ia menghampirinya untuk mendiamkannya agar ia tidak larut dalam kesedihan....


Disisi lain Fan yang sudah berangkat lebih awal kekantor untuk menemui Cai,karena Fan berencana untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa orang yang ia suka adalah Cai bukan Li. akan tetapi Cai sedang mengerjakan dokumen keuangan yang disuruh oleh Xu dengan sibuk, Fan pun menghampiri Cai lalu berkata,


"Cai!"(Teriak Fan)


"Ah!!"(Ucap Cai terkejut karena suara nya Fan yang mengejutkan)


"Argh...kakak jalan tanpa suara,mengetuk pun tidak!menakuti saja!"(Ucap Cai marah)


"Haha sini"(Ucap Fan sambil menarik tangan nya untuk duduk di sofa)


Setelah duduk di sofa Fan pun berdiri dan berjalan ke rak meja si Cai untuk mencari obat untuk kakinya nya yang sedang terkilir,setelah beberapa menit ia pun menemukan nya dan kembali ke sofa. secara tiba-tiba ia menarik kakinya Cai kelututnya dan membuka sepatunya,


"Ah kakak mau ngapain?!"(Tanya Cai dengan pikiran yang tidak²)


"Diam"(Ucap Fan)


Cai pun terdiamh


"Sakit?"(Tanya Fan)


"tidak"(Ucap Cai)


"Ah!"(Ucap Cai kesakitan)


"katanya kakinya tidak sakit itu apa kok teriak?"(Tanya Fan)


Tiba Cai mendorongnya dan berkata,


"Kak Fan mending temani Li saja nanti Li cemburu,mohon keluar aku sibuk kak fan"(Ucap Li marah)


"Cie cemburu"(Ucap Fan mengejeknya)


"siapa juga yang cemburu!"(Ucap Cai marah)


"mau tau siapa yang aku suka?"(Tanya Fan)


"tentu saja Li Wei!"(Ucap Cai sedih)


"seseorang yang aku suka sedang duduk di sofa tepat di depan ku!"(Ucap Fan)


"Diam..jangan kasian pada ku...aku tidak mau di kasihani"(Ucap Cai ragu²)


"Aku serius,kejadian kemarin itu Xu dan Li bertengkar hebat"(Ucap Fan menjelaskn)