
Li turun dari kasur rumah sakit itu lalu ia menarik baju nya Xu dengan kasar dan berkata sambil menangis dengan memukulnya
"Kau sungguh kejam!"(Ucap Li memukulnya)
Xu yang diam dan tidak bisa berkata apapun karena ia melihat Li yang sedang menangis
"Li ini takdir...tidak ada yang bisa di pungkiri"(Ucap Fan menenangkan)
"Tidak dia telah membunuh ibuku hanya karena surat kematian dari ibunya,Kenapa Xu tidak meminta keterangan dari ibuku sebelum melakukan tindakan itu?!"(Ucap Li sambil nangis)
"Kenapa?!"(Tanya Li)
Xu pun teringat dengan ibunya lalu ia menyuruh Fan dan Cai keluar dengan suara k
eras
"Fan dan Cai keluar!"(Ucap Xu dengan marah)
"Kenapa tuan muda Xu yang sangat kejam?!"(Tanya Li dengan dingin)
"Yok cai keluar dulu mereka butuh waktu untuk memperjelas"(Bisi Fan ke Cai)
Keluarlah Cai dan Fan dengan khawatir karena takutnya mereka akan bertengkar tambah lebih parah
"Kak Fan kita masuk lagi ya....?"(Tanya Cai )
"Tidak usah Cai"(Ucap Fan)
"Kenapa?"(Tanya Cai)
"Nanti kalo tidak masuk,malahan Xu makin akan tambah marah...mending biarkan mereka perjelaskan masalah itu nanti pelan-pelan mereka akan berbaikan lagi"(Ucap Fan)
"Tapii"(Ucap Cai Ragu)
"Xu itu bukan orang yang suka main tangan dengan perempuan"(Ucap Fan menjelaskan)
"Baiklah"(Ucap Cai dengan tenang)
"Yok duduk di situ"(Ucap Fan)
Disisi lain Xu dengan Li yang berdiri berhadapan,
"Bicara"(Ucap Xu dengan lembut)
"Mau bicara apa lagi Tuan Xu?!"(Tanya Li nangis)
"Kau tenanglah dengarkan penjelasan ku"(Ucap Xu untuk menenangkan Li)
Xu berjalan ke tempat Li berdiri untuk mencoba memeluknya tapi Li mendorong nya,
"Jangan sentuh aku....Pergi!"(Ucap Li dengan marah)
"Tenanglah.."(Ucap Xu khawatir)
"Tenang?! kau gila?gimana aku bisa tenang jika ibu ku tergeletak di kasur rumah sakit dengan keadaan tak bernyawa?!"(Tanya Li menangis)
"kau masih mempunyai kakek Zhou"(Ucap Li)
"Kenapa kau membunuh ibuku?! aku tidak punya siapa-siapa lagi kau tau?!"(Tanya Li marah)
"Ibumu membunuh ibu ku...dari situ aku lebih menderita dibandingkan kau Li!"(Ucap Xu marah)
"hanya karena surat itu saja kau berubah?!"(Ucap Li)
"Ibuku tidak mungkin berbohong!"(Ucap Xu dengan teriak)
"Terserah kau!"(Ucap Li dengan murka)
"Mulai sekarang,jangan mendekati ku lagi!"(Ucap Li)
"Kau sunguh kekanakan!"(Ucap Xu dengan marah)
Xu pun kembali maju ke tempat Li berjalan ia pun memegang tangan nya Li dengan keras,
"Lepaskan!"(Ucap Li sambil berusaha melepaskan tanganya dari Xu)
"Tidak!"(Ucap Xu marah)
Li pun mencoba menjatuhkan gelas kaca untuk mengancam Xu,
"Kau ngapain"(Tanya Xu kaget)
Li pun mendorongan nya dengan Kuat dan mengambil potongan gelas kaca yang pecah dan tajam di bawah lalu menodongkan nya ke Xu
"Keluar atau aku akan menusuk belihan kaca ini ke tangan ku agar aku mati"(Ucap Li)
"Buang itu...Kau gila?!"(Tanya Xu dengan marah)
"Kau yang memulai semua ini!"(Ucap Li)
Saat Cai dan Fan mendengarkan suara suara pecahan gelas itu keduanya pun masuk dengan terkejut keduanya melihat Li yang memegang pecahan kaca ke arah nya sendiri
"Xiao Li...buang itu aku mohon"(Ucap Cai sedih)
"Iya Li buang itu..itu akan membahayakan dirimu"(Ucap Fan khawatir)
"Kalian bertiga keluar sekarang,atau aku tidak akan segan-segan"(Ucap Li dengan berani)
"Sudah kita keluar dulu..biarkan dia mau melakukan apa"(Ucap Xu)
Li sambil maju dengan memegang pecahan gelas kaca itu untuk memastikan mereka keluar ketika mereka bertiga keluar ia pun mengunci pintu itu,
"Buka!"(Ucap Xu)
"Li aku sahabat mu,bukakan pintunya sekarang"(Ucap Cai teriak)
Didalam ruangan Li terlihat begitu sedih dan tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi karena hanya surat itu ia terbayang dengan sosok ibunya yang dari kecil sangat menyanyangi nya dan merawatnya dengan sangat sabar, seketika itu ia berhalusinasi bahwa ada ibunya yang memanggilnya
"Lili ku...kemarihlah"(Ucap Halusinasi berupa ibunya)
"Mama..."(Ucap Li menangis sambil berjalan kearah halusinasi ibunya)
Tiba-tiba hilanglah halusinasi ibunya ia pun tambah sedih,
"Mama aku sungguh merindukan mu"(Ucap Li dengan sangat sedih)
"Ahhrgg"(Ucap Li dengan marah )
Li tiba-tiba dengan keadaan sedih dan marah ia melihat benda di kamar itu ia mengambil nya lalu melemparkan ke lantai dengan keras hingga terdengar sampai keluar
Pranggg!!!clanggg!!!
Clanggg!Pranggg!!!
Xu,Cai dan fan yang mendengarkan suara itu menjadi khawatir dan panik,sementara itu hampir semua barang yang ada di kamar itu pecah berkeping-keping dengan sangat berantakan ia pun pingsan lalu terjatuh kelantai dengan banyak pecahan tajam sehingga ia tergores...kini suasana menjadi sunyi di kamar...
2 Jam Kemudian....
Cai yang tertidur di pundak Fan di rumah sakit tapi tidak dengan Xu yang masih berdiri walopun ia sangat pegel dan kecapean ia pun mengetahui bahwa Li didalam sudah 2 jam ia pun mencoba mendobrak kamar itu dengan sekuat tenaga nya
BAM!!!!!
Terbukalah pintu itu dengan Fan dan Cai yang kaget sampai terbangun...Xu yang melihat dari pintu ia kaget melihat kamar yang berantakan serta Li yang tergeletak pingsan di lantai dengan tangan yang terluka lalu ia masuk kedalam dengan cepat.
Setelah itu ia mengendong nya ke kasur Xu pun menekan tombol bel untuk memanggil dokter..Fan dan Cai pun masuk,
"Apa yang terjadi sama Li kenapa ia berdarah dan kenapa kamar ini begitu berantakan..panggil dokter"(Ucap Li dengan nangis karena sedih)
"Sudah...jangan nangis Li pingsan jangan menangis lagi,kita hanya bisa doakan agar tidak terjadi apa-apa dengan Li "(Ucap Fan memeluk Cai)
"Kau berani mati...tak akan kubiarkan seseorang teman mu yang akan lolos..."(Ucap Xu dengan marah)
Dokter pun datang bersama suster dan lagi terkejut dengan kamar pasien yang satu ini berantakan dan pasien yang berdarah,
"kak Fan tolong urus ganti ruangan kamar ini dengan kartu ini...passwordnya 120620 tanggal jadian ku dengan Li"(Ucap Xu)
"Baiklah......"(Ucap Fan)
"Aku ikut sambil mau belanja bubur putih di kantin untuk Li nanti saat ia bangun"(Ucap Cai)
"Yok"(Ucap Fan)
Disisi lain Tan Xu yang senang karena ia berhasil menyelinap ke kediaman Zhou dengan mudah tanpa ketahuan oleh penjaga lalu ia berkata,
"Sudah ku bilang aku akan merebut Xu Zhou kembali..."(Ucap Tan Xu dengan senyum sadis)
"gimana ya keadaan Li sekarang?"(Tanya Tan dengan senang)