Trials Of Love

Trials Of Love
Episode 17



Ada seorang murid laki-laki yang lewat.setelah itu Fan memanggilnya dan bertanya untuk mengetahui keberadaan Cai dengan Li kemudian murid itu berkata bahwa tadi ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan antar Li dan Cai ternyata Cai mengajak Li ke kantin,sesudah itu pergilh Fan dengan Xu ke kantin saat sampai mereka pun masuk ke dalam kantin...


Sesudah itu mereka berdua mencari dimana tempat duduk yang diduduki oleh Li dan Cai setelah melihat Li duduk di ujung pojok.berjalan lah mereka ke arah ketempat itu dan Xu duduk dengan wajah penasaran sedangkan Fan yang berdiri kemudian berkata,


"Li..dimana Cai?"(Tanya Fan)


"Oh kak itu lagi di kasir"(Ucap Li)


Pergilah Fan menuju kasir untuk menemui Cai


setelah itu di meja Xu dan Li hanya diam saja kemudian berkata lah Xu,


"Kenapa kau tidak membalas pesan ku?dan telepon ku?"(Tanya Xu lembut)


"habis batre"(Ucap Li dengan tanpa ekspreksi)


"Kau bohong?!mana mungkin batre habis,jelas-jelas kau mematikan telepoj dari ku?kenapa dengan mu?"(Tanya Xu)


"Hmm"(Ucap Li)


"Itu pipi mu kenapa?"(Tanya Xu)


"kebetul pintu"(Ucap Li cuek)


"Gak mungkin!"(Ucap Xu marah)


"Apasih,terserah!"(Ucap Li dengan marah kembali)


"Soal Tan Xu.."(Ucap Xu)


"Bodoh amat"(Ucap Li)


"kesini"(Panggil Xu)


"Mau apa?"(tanya Li)


Kemudian Li berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke Xu dan duduk di samping ,setelah itu mendekat ke muka Li sesudah itu,


"Kau mau ngapain?ini disekolah?"(Ucap Li memerah)


"Diam!"(Ucap Xu)


Xu sangat diem ketika sudah mendekat ke muka Li untuk melihat bengkak di pipinya karena di tampar oleh Tan Xu kemaren berkatalah,


"Masih sakit?"(Tanya Xu dengan lembut)


"tidak,kemaren aku sudah mengompresnya"(Ucap Li dengan lembut kembali)


"Maaf ya soal Tan Xu"(Ucap Xu)


"Iya gak apa-apa"(Ucap Li)


"Xu...kenapa kau tidak masuk kemaren?"(Tanya Li)


"Kau mau tau?"(Tanya Xu kembali)


"Kalo boleh"(Ucap Li)


"Yok..."(Ajak Xu)


"Kemana?"(Tanya Li)


"Ikut saja"(Ucap Xu)


Kemudian berjalan lah mereka dengan Xu mengemgam tangan Li ke atas atap sekolah


10 Menit Kemudian....


"Hosh....akhirsnya sampe"( Ucap Li kecapean berjalan)


"kenapa?"(Tanya Xu)


"emang nya kau gak capek?"(Tanya Li)


"Enggak"(Ucap Xu)


"Yasudah duduklah di lantai"(Ucap Li)


"Jadi kemaren aku tidak masuk karena..kakekku memberikan surat terakhir dari ibuku sebelum ibuku bunuh diri"(Ucap Xu lemas)


"sabar ya Xu....."(Ucap Li dengan lembut sambil membelai kepalanya)


"ternyata ibuku bunuh diri karena dia ingin mengikuti papaku yang sudah mati,ibuku sangat mencintai nya"(Ucap Xu dengan sedih)


"Sudah,berhenti jangan ceritakan lagi"(Ucap Li dengan lembut)


"Kenapa?"(tanya Xu)


"Aku tidak suka melihat pacarku sedih seperti itu"(Ucap Li)


Grebb...


Xu memeluk Li dengan erat kemudian Li berkata,


"Xu.."(Panggil Li)


"Apa?"(Tanya Xu)


"Janji sama aku jangan pernah bohong?"(Ucap Li berharap)


"Okay,Kau juga ya"(Ucap Xu)


Disaat bersaman Cai dan Fan yang sudah memesan makan kemudian mereka berdua kembali ke meja dengan memegang makan yang pesan saat sampai mereka tidak heran melihat Xu dan Li tidak di tempat kemudia berkata Cai


"Tidak heran,mereka meninggalkan teman begitu saja"(Ucap Cai)


"Iya...namanya sudah pacaran"(Ucap Fan)


"Oh ya Cai apakah kau punya seseorang yang kau suka?"(Tanya Fan)


"Uhuk....uhuk"(Cai terbatuk mendengarkan perkataan itu)


"Eh..pelan-pelan dong makannya"(Ucap Fan)


"Jadi apakah ada?"(Tanya Fan)


"Ada"(Ucap Cai)


"Siapa?"(Tanya Fan)


"rahasia"(Ucap Cai)


1 Tahun kemudian.......


Tamatlah pendidikan mereka kemudian mereka pun bekerja dengan sangat sibuk tapi Xu dan Li masih pacaran namun hal tak terduga pun terjadi....saat kakeknya Zhou menemukan Surat terakhir dari ibunya Xu disaat yang sama Tan Xu mendengarkannya dan memasuki kerumah itu dengan diam-diam dengan menukarkan surat itu dengan surat palsu dan surat asli itu ia yang bawa pergi.


"Xu,gimana dengan keadaaan kantor?"(Tanya Kakek di telepon)


"Baik-baik saja"(Ucap Xu)


"Kakek berhasil menemukan surat dari mama mu"(Ucap kakek)


"Hah?aku segera pulang"(Ucap Xu)


Kemudian Xu mematikan teleponnya lalu bergegas pulang tapi Li mengejarnya lalu berkata,


"Kemana Xu?"(Tanya Li)


"Kakekku sudah menemukan surat itu"(Ucap Xu dengan senang)


"Oh syukurlah"(Ucap Li dengan senang)


"Aku ikut"(Ucap Li)


"Okeh Yok"(panggil Xu)


30 Menit Kemudian....


Sesampainya disana Xu bergegas masuk ke kantor kakek,


"Kakek dimana surat nya?"(Tanya Xu)


"Ini"(Ucap Kakek)


"Aku belum membuka nya"(Ucap Kakek)


Setelah membukanya Xu terkejut dengan isi surat nya yang ditulis ibunya berisikan,


"Ibu mati bukan bunuh diri tapi ibu mati karena Seorang perempuan bernama Qingmeng"


"hah?Qingmeng?!"(Ucap Xu lelah)


"Ada apa Xu?"(Tanya Li)


"Qingmeng adalah ibumukan?!"(Tanya Xu dengan marah)


"Iya kenapa?"(Tanya Li)


Setelah itu Xu pergi menemui ibunya Li dengan membawa surat sambil menarik tangannya Li dengan keras,


"Tenang lah apa yang terjadi?"(Tanya Li)


"Diam!"(Ucap Xu)


20 Menit Kemudian.....


Sesampainya dirumah Li,Xu berteriak


"Qingmeng keluar!"(Teriak Xu dengan sangat marah)


keluarlah ibunya Li lalu bertanya,


"Apa yang terjadi?"(Tanya Ibu Li)


"Liat ini!"(Ucap Xu melemparkan surat itu)


Li ikut melihat bersama dengan ibunya,keduanya pun terkaget lalu Li berkata,


"Tidak mungkin"(Ucap Li)


"Ibuku tidak mungkin berbohong!"(Teriak Xu)


"Kalian berdua ikut aku!"(Ucap Xu sambil menarik kedua orang itu dengan kasar saat sampai masuklah kedua orang itu)


"Pelayan!"(Teriak Xu dengan kasar)


"Ada apa tuan muda?"(Tanya Pelayan)


"Siapkan Gudang itu untuk mereka berdua tinggal"(Ucap Xu Marah)


Pergilah Xu kemudian Li mengikutinya dan memanggilnya,


"Xu mari kita bicara,aku mohon"(Ucap Li)


tapi Xu tidak menghiraukan nya ia malah berjalan ke kamar nya dan masuk kedalam dengan Li yang ikut masuk


"Xu...ibu ku tidak mungkin membunuh ibu mu"(Ucap Li)


"Omong kosong!"(Ucap Xu dengan Marah)


"Anak sama ibu sama-sama pembohong"(Ucap Xu)


Setelah Li mendengarkan ucapan itu ia menampar Xu dengan keras lalu berkata,


"Kenapa kau berubah?!"(Tanya Li) mengeluarkan air mata)


"karena ibu mu membunuh ibuku!"(Ucap Xu)


"aku akan menyiksa kalian berdua sampai kalian mati!"(Ucap Xu)


"Oh baiklah!sekarang kita putus!"(Ucap Li dengan marah)


Tiba-tiba Xu mendekat lalu Li mundur hingga di pojok tembok lalu Xu Berkata,