Trials Of Love

Trials Of Love
Episode 20



"Hah kok bisa?"(Tanya Cai khawatir)


"panjang ceritanya"(Ucap Fan sedih)


"kak nanti pulang ke kediaman Zhou kan?(Tanya Cai)


"Iyalah...mau pulang kemana lagi?"(Tanya Fan)


"Oh...aku nanti mau ikut,mau bertemu sahabat ku"(Ucap Cai khawatir)


"terus kenapa kau lari kemarin tanpa menjelaskan penjelasan kami?"(Tanya Fan)


"Ituu..."(Ucap Cai)


Tiba-tiba ada telepon masuk dengan tulisan Alex,Fan lansung menatapnya dengan serius karena Alex menelpon ke Cai seketika itu raut wajah nya Fan berubah alias cemburu....


"Hallo?kak alex?"(Ucap Cai)


"Ha iya Cai nanti jadi makan siang?"(Tanya Alex)


"kenapa?"(Tanya Fan bisik-bisik)


"tidak..."(Ucap Cai bisik-bisik)


"hallo?kau masih disana?"(Tanya Alex)


"Ha iya kak alex maaf ya,aku nanti mau keluar sama...."(Ucap Cai gugup)


Fan menatapnya dengan penasaran apa yang akan dikatan oleh Cai selanjutnya dengan Alex


"Dengan?"(Tanya Alex)


"Dengan pacar"(Ucap Cai)


tersenyumlah Fan karena omongan nya Cai


"Okeh Bye"(Ucap Cai)


"Bye"(UcaP Alex)


Tut~~~(Suara telepon mati)


"Kenapa Alex telepon?"(Tanya Fan)


"rahasia"(Ucap Cai mengejek)


"Ah malas kembali dulu ke kantor"(Ucap Fan marah)


"Eits tunggu dulu pacar ku..."(Ucap Cai)


"Apalagi?"(Ucap Fan marah)


"Uwu jangan marah dong...itu Waktu pertama kali ketemu aku gak sengaja tabrak dia jadi kami tukaran nomor terus aku nawarin traktir dia"(Ucap Cai)


"Terus kau mau pergi?"(Tanya Fan)


"Iya..ga enak kalo di batalin"(Ucap Cai khawatir)


"Aku kembali ke ruangan"(Ucap Fan marah)


"jangan marah"(Ucap Cai)


"tidak"(Ucap Fan)


Pergilah Fan kembali ke ruangan nya untuk membereskan dokumen kantor Disheng,disisi lain Li bersama kakek Zhou sedang berduaan di taman belakang dan berkatalah kakek Zhou,


"Anak Manis kok nangis?"(Tanya kakek Zhou dengan senyum)


"Gak ada kok "(Ucap Li sambil mengusap air matanya agar bisa tersenyum kepada kakek Zhou)


"Jangan bohong..kakek tadi mendengarkan kalian beramtem di atas"(Ucap Kakek khawatir)


"Tidak kok"(Ucap Li senyum walopum hatinya hancur)


"Yakin?"(Tanya kakek ragu)


"Iyah..kakek mau makan apa?"(Tanya Li)


"memang Li bisa masak?(Tanya Kakek Zhou ketawa)


"Bisa kok"(Ucap Li senyum)


"Oh..masakin kakek daging ayam asam manis?"(Tanya Kakek)


"Baiklah..sini ku antar ke ruang makan"(Ucap Li merangkul kakek Zhou)


Berjalanlah keduanya ke ruang makan setelah kakek Zhou duduk ia pun ke dapur untuk masak yang disuruh kakek Zhou karena ia bisa masak karena sering melihat mamanya masak,disisi lain keluarlah Xu dari kamarnya dan ke ruang makan karena ia melihat kakek disana lalu ia berkata,


"Kakek ngapain disini?"(Tanya Xu)


"Lagi menunggu wanita cantik masak untuk kakek"(Ucap Kakek Zhou bahagia)


"Ingat Kakek sudah tua"(Ucap Xu mengejek)


"Apasih?"(Ucap Kakek)


20 Menit kemudian...


Keluarlah Li dari dapur dengan masakannya yang sangat harum dan sangat enak lalu ia mengantarkan ke meja makan dan ia pun terkejut melihat Xu disana begitu juga dengan Xu,


"Sudah masaknya Li?"(Tanya Kakek Zhou senyum)


"Ah iya sudah kok kakek"(Ucap Li)


"Anak baik..taruk kemeja"(Ucap Kakek Zhou bahagia)


"Ini kakek"(Ucap Li senyum)


"tolong bawakan kakek nasi"(perintah kakek)


"Baik kakek"(Ucap Li)


"ambilkan punya ku juga"(Ucap Xu)


Pergilah Li mengambil 2 mangkuk nasi untuk Xu dan kakek saat sudah ia kembali lagi ke meja makan tiba Xu berkata,


"Bawa nasinya kesini"(Ucap Xu)


"Hmm"(Ucap Li)


Li pun mengikuti perintah Xu karena ada kakek walopun tidak ada kakek ia dia tidak akan menuruti perintah Xu karena ia sudah membenci Xu lalu saat Li datang ke hadaoan Xu untuk menaruk nasi di meja makan Xu tiba-tiba Xu memegang tangan,


"Lepaskan"(Ucap Li dingin)


"tidak"(Ucap Xu)


kakek Zhou sangat mendukung hubungnya Xu dengan Li karena itu ia sengaja mendorong Li agar jatuh kepelukan Xu


"Ah."(Ucap Li karena di dorong kakek)


"Maaf kakek tidak sengaja"(Ucap Kakek Zhou)


Keduanya pun saling menatap satu sama lain sehingga membuat kakek Zhou seperti nyamuk,Xu menatap ke arah kakeknya dengan mudah kakeknya mengedipkan matanya ke pada Xu


"Kakek makasih.."(Ucap Xu dalam hati)


"Ah maaf"(Ucap Li bersalah)


Li tersadar lalu mendorong ia,tapi ibunya Li bangun dan berjalan keluar untuk mencari Li ketemulah Xu dengan ibunya Li di ruang makan disitulah terjadi keributan atau pertengkaran yang hebat,


"Li?"(Panggil Ibunya Li)


"mama udah bangun?"(Tanya Li)


"iya"(Ucap qingmeng)


"Wah pembunuh sudah bangun?!"(Tanya Xu dengan ekspreksi muram)


"Tenanglah Xu"(Ucap Kakek)


"pembunuh ibuku sudah di depan mataku"(Ucap Xu)


Tiba-tiba Li marah dan mengambil segelas air lalu menyiram air itu ke Xu sehingga itu membuat Xu tambah marah,


"Jaga omongan mu!"(Ucap Li marah)


"Apa aku salah?!"sekarang pembunuh nya sudah di depan mata"(Ucap Xu marah)


"Xu dengarkan penjelasan tante"(Ucap Qingmeng ketakutan)


Xu pun maju dan memegang tangan mamanya Li dengan kuat sehingga membuat mamanya ketakutan,


"tenang?!"(Tanya Xu marah)


"Apa kalian tau gimana rasanya kehilangan seseorang dan sekarang pembunuhnya sudah didepan mata,sekarang mau kau mati dengan cara apa?atau dengan cara seperti kau membunuh ibuku?!"(Tanya Xu)


"Aku..."(Ucap mamanya Li ketakuttan)


Plakk...


Suara tamparan yang di lakukan Li yah seperti Li menampar Xu dengan kuat karena ia tidak terima bahwa Xu mengatai ibunya lalu Li mengatakan,


"Lepaskan ibuku!"(Ucap Li marah)


"Lepaskann dia Xu,tenanglah kita bisa bicarakan ini baik-baik"(Ucap kakek Zhou)


"Tidak!"(Ucap Xu marah)


Xu mengeluarkan hp nya dan menelpon seseorang,


"Halo tuan?"(Tanya orang itu)


"Alex tolong pesankan tiket untuk ke kampung orang tua ku sekarang!"(Ucap Xu marah)


"berapa orang?"(Tanya Alex)


"satu"(Ucap Xu)


Tut~~~~


"Harini salah satu dari kalian harus memilih siapa yang akan disini dan akan ke kampungku!"(Ucap Xu marah)


"Tidak Xu!jangan pisahkan aku dengan ibuku aku mohon...hiks"(Ucap Li memohon pada Xu sambil nangis)


"Aku tidak perduli,karena kalian memang pantas mendapatkan nya karena satu pembunuh dengan satu pembohong bukan kah cocok sekali?"(Tanya Xu marah)


"Kau jahat Xu,kenapa kau bisa begitu jahat sekarang?!Xu yang aku kenal dulu adalah orang yang lembut"(Ucap Li sambil nangis)


"Sudah Xu jangan begitu.."(Ucap Kakek sedih)


"Kakek diam! apa kakek juga ikut mereka akan kukirim juga agar tidak bertemu lagi?!"(Tanya Xu membentak)