Trials Of Love

Trials Of Love
Episode 23



"Dia pasti tidak akan beruntung..hahaa"(Ucap Tan Xu)


Disisi lain Li tersadar dari pingsan, ia hanya diam tanpa berkata apapun lalu Cai,Fan,Xu senang melihat Li sudah sadar berkatalah salah satu dari mereka,


"Li?sudah sadar, gimana apa masih kurang enak badan?"(Tanya Cai)


Tapi Li hanya diam tanpa ekspreksi apapun


"Dok, kok Li diam kek gitu?"(Tanya Fan)


"tenang saja itu dia kecapekan dan lagi di hanya bisa lap badan pakai kain aja, jangan mandi dulu karena lukanya itu dalam apalagi punggungnya"(Ucap Dokter khawatir)


"Baik"(Ucap Fan)


Keluarlah dokter itu dari kamar itu setelah berhasil mengobati Li.tapi Li hanya diam dengan muka yang tanpa ada ekspreksi,


"Li...mari makan bubur"(Ucap Cai)


"Biar aku saja yang suapin"(Ucap Xu lembut)


Cai pun memberikan bubur polos itu ke Xu karena Xu ingin menyuapi Li tapi tiba-tiba Li melihay Xu yang memegang mangkok bubur ia pun mendorong bubur itu hingga jatuh berserakan di lantai


P**langg**....


Xu pun marah lalu berkata,


"Sebenarnya apa mau mu?! kau mau mencelakakan dirimu sendiri hingga terluka begitu dalam, kau bisa tidak jangan banyak merepotin kakak ku dan juga sahabat mu sendiri?!"(Ucap Xu marah)


"Xu,Apaan sih?!jangan di marahin dia masih sakit!"(Ucap Fan)


"Kenapa?! kau telah berhasil membunuh ibuku lalu sekarang kau mau membunuh aku juga?Oh silakan!"(Ucap Li marah)


"Kau!"(Ucap Xu marah)


"Sudah! kalian ini dimana-mana berantem terus, Xu kau ikut aku keluar biar dia tenangkan diri dulu"(Ucap Fan marah)


Fan pun menarik Xu keluar dari kamar itu dan mengajak Xu duduk


"Duduk dulu aku mau bicara"(Ucap Fan serius)


"Hmm"(Ucap Xu)


"Kenapa bisa Ibunya Li meninggal?"(Tanya Fan)


"Itu dia yang aku pikirkan tadi pasti ada sesuatu yang tidak beres"(Ucap Xu serius)


Di dalam kamar pasien Li dengan Cai,


"Wei...sini makan bubur ku saja"(Ucap Cai)


"Aku tidak mau makan...tidak selera"(Ucap Li dengan ekspreksi lemah)


"Wei...sebenarnya kalau mau nangis, nangis saja tidak usah sungkan"(Ucap Cai khawatir)


"aku tidak nangis kok..."(Ucap Li dengan lemah)


"Li kalo ada sesuatu yang menganjal di pikiran mu atau hati mu ceritakan kepada ku"(Ucap Cai dengan lembut)


"Iya..sini peluk dulu"(Ucap Li dengan senyum agar Cai tidak begitu khawatir padanya)


"ayok"(Ucap Cai dengan senang)


Grebbbb....


"Sahabat selamanya"(Ucap Cai)


"Kau jangan tinggalkan aku juga ya Cai cantik...aku tidak mau kehilangan kau"(Ucap Li)


"Siap"(Ucao Cai)


selesai lah pelukan tersebut keduanya pun sama-sama senang


"Hoammm"(Suara Li)


"ngantuk?"(Tanya Cai)


"Iya"(Ucap Li)


"Tidurlah..."(Ucap Cai)


Baringlah Li di kasur nya dan ia pun tidur


3 Menit Kemudian...


Cai berdiri untuk mengecek apakah Li sudah tidur dan ternyata Li sudah tertidur


"pftt...dasar tukang tidur"(Ucap Cai tertawa melihat Li wei tertidur)


"Sudahlah biarkan dia tidur dulu kasian..dia melalui banyak cobaan harini"(Ucap Cai dengan pelan)


Keluarlah Cai dari kamar itu ia terkaget melihat Xu dan Fan tertidur...


"Malam!"(Teriak Cai dengan kaget)


"Hah?!"(Ucap Xu dan Fan kaget)


"Apaan sih Cai..kaget tau"(Ucap Fan)


"Maaf-maaf"(Ucap Cai)


"Kok keluar?Li memang ngapain di dalam?"(Tanya Xu)


"Sudah tidur"(Ucap Cai)


"Yaudah Xu, perlu aku bantu jaga disini?"(Tanya Fan)


"Serius?"(Tanya Fan)


"Serius"(Ucap Xu)


"Oke Baikla, Baii"(Ucap Fan)


"Jaga Li dengan baik, Byee"(Ucap Cai)


"Pasti"(Ucap Xu)


Keduanya pun pulang kerumah karena hari telah malam setelah itu Xu pun masuk ke kamar rumah sakit Li Wei untuk mengecek keadaan Li Wei ia melihat Li Wei tertidur dengan sangat pulas ia pun bahagia melihat Li bisa tenang.


"Maafin aku...."(Ucap Xu dalam hati)


Xu mengangkat tangan nya lalu membelai kepalanya Li dan mencium jidatnya Li Wei


tetapi saat mau mencium jidatnya Li Wei terbangun ia pun kaget lalu mendorong Xu dengan kuat sehingga kepala nya Xu kepentuk tembok


**Bugh!


"K**au ini masih sakit tapi kekuatan mu kuat"(Ucap Xu marah)


"Bodoh amat!"(Ucap Li)


"Jangan mendekat kepada ku!"(Ucap Li marah)


"Ahh!"(Ucap Xu kesakitan)


"Kenapa?jangan mengbohongin ku?!"(Ucap Li)


"Aku serius!"(Ucap Xu)


Li pun turun dari kasur dengan cepat karena ia khawatir dengan Xu setelah turun dar kasur ia berlari kearahnya dan lansung memegang kepalanya Xu berkata,


"Mana yang sakit?"(Tanya Li)


" Puft....Kau masih perduli pada ku"(Ucap Xu tertawa)


"Kau bohong lagi!..."(Ucap Li)


Li marah ia pun berdiri dan ingin kembali kekasur tapi secara tiba-tiba Xu menarik tangan nya Xu lalu Li jatuh ke arah nya lalu Xu mengatakan,


"Kau masih perduli pada ku kan?"(Tanya Xu)


"Jangan narsis...kau dan aku tidak memiliki hubungan apapun lagi"(Ucap Li marah)


"Kau lakukan kan dendam mu lagi"(Ucap Li)


Xu pun mengankat tanganya lalu memegang kepalanya Li setelah itu ia mencium Li,


"Hum! Lepyaskan"(Ucap Li tidak terlalu jelas)


tetapi Xu tidak mau menghiraukan kata-kata nya,


1 Menit Kemudian...


Li menangis lalu mendorong Xu


"Li dengarkan dulu...."(Ucap Xu)


"Untuk apa?!"(Tanya Li menangis)


"Kematian ibumu ada yang mencurigakan"(Ucap Xu)


"Maksudmu?"(Tanya Li kebinggungan)


"Kembalilah ke kasur mu karena lantai terlalu dingin"(Ucap Xu dengan Khawatir)


"Oke"(Ucap Li)


Berdirilah keduany, Li berjalan dan naik kekasurnya lalu Xu duduk di kursi,


"Katakanlah"(Ucap Li serius)


"Keknya kematian mu ada ikut campur tangan orang lain"(Ucap Xu dengan serius)


"Maksudmu kecelakaan itu bukan kebetulan?"(Tanya Li)


"Iya"(Ucap Xu)


"Terus apa kau ada bukti?"(Tanya Li karena tidak percaya)


"Aku akan menyuruh orang ku untuk menyelidiki nya"(Ucap Xu)


"Baiklah aku tidur dulu"(Ucap Li)


"Ok"(Ucap Xu)


Xu pun berjalan ke sofa lalu berbaring ia pun memiliki rencana,


"Dingin banget yah..."(Ucap Xu)


Li mendengarkan nya lalu menoleh ke arah Xu dengan cepat Xu menutup matanya,


Setelah itu Li turun dari kasur sambil mengambil selimutnya untuk menyelimuti Xu lalu ia berjalan ke tempat Xu dan ia pun baru ingin menaruk selimut itu ketubuh Xu.


Tiba-tiba Xu menarik Li tempat ia berbaring di sofa sambil memeluk Li dengan erat, lalu mengambil selimutnya dengan cepat lalu menyelimuti Li dengan dia


"Kau bohong lagi...dasar tukang bohong"(Ucap Li)


"Lepaskan gak?!"(Ucap Li marah)


"Tidak akan!"(Ucap Xu)