TRAVELER FIGHTERS

TRAVELER FIGHTERS
bab 8



Mereka berjalan kembali mencari sebuah penginapan namun semuanya sama . mereka menolak elina dan zalina karena mereka tidak memiliki uang yang penduduk masksud .


“ siall bagaimana ini , kenapa kita selalu tidak pernah beruntung .jika kita seperti ini terus kita akan menjadi gembel atau pengemis di dunia ini !!“


“ aku tau! “ kata zalina sambil menepuk bahu elina


“ apa ?!”


“ bukankah pemilik itu bilang kalau ini penginapan mahal dan tertutup jadi yang masuk kedalam sini bukan sembarang orang pasti tidak banyak orang yang masuk , benarkan ? jadi jika kita menyelinap masuk tidak ada orang yang tau . lihatlah jarak antara kamar satu dengan yang lain sangat berjauhan. Kita bisa memasuki salah satu dan menginap disana tanpa ada orang yang tau . “


“ apa kamu gila , bagaimana kalau ketahuan “


“ jangan khawatir 1 malam saja kita disini kemudian kita bisa pergi dari sini besok. “


“ zall resiko terlalu berat kita bisa dihabisi jika ketahuan . kamu tidak lihat tadi para penjaga itu , mereka memiliki badan besar dan kekar !”


“ satu malam saja , kemudian pagi – pagi sekali kita pergi . kita tidak akan ketahuan dengan rencanaku ini “


“ aku tidak mau menanggung resiko dari ide gilamu itu , kalau kamu mau kamu sendiri saja . aku akan mencari goa untuk tidur “ kata elina asal


“ goa , apa kamu bercanda , kamu pikir kamu siapa , si buta dari gua hantu lagi pula memangnya kamu betah tinggal di goa , mungkin saja disana ular , kalajengking , ulat bulu , cacing , atau apapun itu disana juga dingin el udara terlalu lembab mungkin saja bangun bangun kamu akan menemukan lintah di seluruh badanmu itu . “


Elina tersenyum frustasi karena cerocosan zalina . dia benar – benar kebingungan setengah mati tapia pa yang dikatakan zalina memang benar tidak mungkin dia tidur di gua yang penuh dengan hewan melata itu .


“ lalu coba katakan bagaimana cara kita menyusup ?”


“ apa kamu lihat saat masuk tadi , penginapan ini tidak dibangun tembok – tembok tinggi justru di biarkan begitu saja dekat dengan hutan . dan kamu lihat kamar paling ujung itu , kamar itu tidak terlalu terlihat dari sisi manapun dan juga sedikit gelap karena peneranganya yang minim . kita bisa cari jalan memutar agar bisa sampai ke samping kamar itu . “


“ apa kamu yakin dengan itu ?”


“ hemm aku yakin . lagipula jika keadaan gelap para penjaga itu tidak akan melihat kita. Dan saat pagi – pagi sekali kita bisa keluar dari sana dan kabur lewat hutan yang kita lalui “


“ hah baiklah kalau begitu . “


Dua anak hawa itu kemudian berjalan memutar sedikit jauh untuk mencapai kamar itu . saat hampir sampai ke kamar mereka berjinjit supaya tidak meninggalkan suara. butuh sedikit usaha untuk memasuki kamar itu ditambah mereka tidak memiliki obor sehingga minim cahaya .


“ el pintunya terkunci. Bagaimana cara membukanya” bisik zalina


“ entahlah . kamu coba saja sekali lagi “


“ ceklak ceklak ceklak tidak bisa “


“ sekali lagi !“


“ ceklak ceklak ceklak “ (sedikit agak keras)


“ SIAPA DISANA !!“ teriak penjaga yang sedang berkeliling sambil mengarahkan obornya kearah elina dan zalina .


“ hah !!” mereka kemudian cepat – cepat berjongkok


“ bagaimana ini “


“setttt , diamlah “ kata zalina


“ apa ada penyusup disana ?” tanya penjaga 1 kepada temanya


“ entahlah ayo kita periksa “ kata penjaga 2


“ JIKA ITU PENYUSUP AKAN KU BUNUH KALIAN “kata penjaga 1


“ hahh astaga zal kita harus sembunyi . tapi dimana!”


“ kita sembunyi disana saja. cepat “ menunjukan pohon yang sedikit besar dan gelap


“ justru itu , cepat!!”


“ iya iya “mereka menuju pohon sambil berlari dan terus membungkukan badan .


Penjaga itu berjalan cepat kearah kamar itu . namun kedua penjaga itu tidak menemukan siapapun. Kecuali jejak kaki yang berada di depan pintu kamar.


“ ada jejak kaki , berarti benar ada penyusup tadi !” penjaga 1


“ kita harus mencarinya , sebelum mereka membuat masalah “ penjaga 2


“ benar kamu kesana dan aku kesana “ kata penjaga 1 sambil menunjuk ara h kiri dan kanan .


Disisi lain kedua gadis itu gemetara . ketakutan melihat para penjaga yang memiliki muka sangar dan badan yang besar . ditambah mereka memiliki senjata yang mereka bawa .


“ duttttttt” suara kentut tidak terlalu kencang , namun jika keadaan sunyi suara itu cukup mudah di dengar


“ hahhh elinaaa!!” bentak zalina dengan berbisik . mereka kemudian sedikit bergeser tempat dengan hati – hati sambil terus menutup mulut .


“ apa kau kentut!” kata penjaga 1


“ aku tidak kentut , itu kamu !” jawab penjaga 2


“ aku tidak kentut . kentutku tidak seperti itu , itu pasti kamu , dasar tidak sopan !”


“ kamu yang tidak sopan , menuduh orang kentut padahal kamu sendiri yang kentut !”


“ahh sudahlah kalau kita berdebat terus penyusup itu akan mengilang dan kita akan dimarahi !”


Penjaga itu kemudian pergi dengan beradu mulut masih tidak terima akan tuduhan kentut yang elina timbulkan .


“ hah untunglah mereka sudah pergi “. kata zalina lega


“ maafkan aku zal “ kata elina penuh memohon


“ bagaimana bisa kamu kentut di keadaan seperti tadi “ protes zalina yang benar – benar tidak percaya dengan tingkah elina yang aneh


“ tadi aku takut sekali “ jawab elina tidak enak


“ hah semuanya terlihat sangat sulit . entah apa yang terjadi di kehidupan asli kita , apakah orang – orang akan mencari kita ?” curhat zalina


“ entahlah aku berharap semua ini hanya mimpi buruk saja saat sedang koma atau pingsan .”


“ rasanya ingin sekali cepat – cepat pulang dan makan . perutku lapar sekali .” curhat zalina lagi


“ apa saat koma kita juga merasakan lapar ?”


“ haha entahlah . hemmhh sepertinya sudah aman el , sebaiknya kita cepat masuk ke kamar itu “ kata zalina sambil berdiri melihat situasi.


“ apa kamu sudah tau cara membuka pintunya ?”


“ emm “ angguk zalina sambil menunjukan sebuah sumpit


“ dimana kamu mendapatkan itu ??”


“entahlah tiba – tiba saja aku memegangnya “


Mereka akhirnya kembali lagi ke kamar itu dan berusaha membukanya diam – diam . betapa senangnya mereka usaha mereka membuahkan hasil . pintu itu terbuka dengan mudah , setelah mereka memasuki ruangan itu ahirnya mereka merebahkan badannya dan bernafas lega saat ini , kini yang harus dilakukan mereka adalah membersihkan diri. mandi tanpa diteman penerangan sama sekali agar tidak memancing perhatian siapapun . kemudian menenagkan pikiran dengan bergegas tidur . berdoa semoga nasib baik akan memihak pada mereka besok .


“ aku berharap mereka tidak melihat kita sampai kita pergi dari kamar ini “ kata zalina di sela – sela menguapnya Dan ahirnya mereka pun tidur dengan nyenyak .