TRAVELER FIGHTERS

TRAVELER FIGHTERS
bab 7



Pagi ini sangat cerah . udara begitu segar dan suasana begitu nyaman . kakek herman sudah bagun sejak matahari belum menampakan kilauannya . saat ini dia sedang duduk menyilangkan kakinya diatas pucuk sebuah batu yang tinggi , batu itu di penuhi dengan rerambatan tumbuh – tumbuhan . menghirup segala kenyamanan dan ketenangan yang diberikan alam.


Zalina bangun dari tidur malamnya . mengedarkan pandanganya kesegala penjuru menikmati segala kemewahan yang diberikan alam pagi ini . samapi ia melihat seseorang tengah duduk memejamkan mata di atas sana . zalina yang keheranan memberanikan diri untuk .mengampirinya


“ kakek sedang apa ?” tanyanya sambil berteriak dari bawah . tidak ada jawaban dari kakek herman . sepertinya kakek sibuk sekali pikirnya.


ahirnya zalina pergi kearah air terjun ia tidak ingin menganggu kakek herman yang kelihatanya sangat fokus dengan kegiatanya . ia membasuh wajah dan membersihkan badan , rasanya sangat segar sekali. andai saja ada baju ganti lain pasti zalina akan menggantinya dengan yang baru , baju yang ia gunakan saat ini benar– benar tidak nyaman . meskipun dingin zalina betah sekali berlama – lama di air terjun itu .tak tahan ia menceburkan dirinya ke sungai yang berada dibawah air terjun itu . segar sekali rasa Lelah dan sakit tergantikan dengan rasa segar seperti pulih kembali . kini dia menikmati ritual mandinya sambil sesekali menggosok bajunya yang terkena darah kemarin .


setelah siap dia kembali ke gubuk siapa tau kakek mencarinya . tetapi rupanya kakek herman masih betah duduk bersila di atas batu . tidak ingin menggangunya zalina masuk dan membangunkkan elina lalu menyuruhnya untuk bersih – bersih seperti yang dia lakukan .


“ kalian sudah selesai bersih – bersih ?”


“ iya kakek “


“ kalau begitu , makanlah dan minum ramuan ini agar cepat pulih karena masih ada racun di tubuh kalian “


“ baik .”


“ kakek , tadi apa yang kakek lakukan ?” tanya Elina penasaran


“ tentu saja betapa , saat pagi hari energi begitu bersih dan murni sangat cocok untuk mengembalikan stamina .”


“ emm begitu .”


“ el , setelah ini apa yang harus kita lakukan ?”


“ entahlah zal , apa kita harus bersiap pergi lagi ?”


“ kakek kalau kita ingin pulang , kearah mana kita harus pergi ?” tanya zalina


“ jadi kalian akan pergi ?”


“ entahlah kek , tapi kita sudah berhari – hari meninggalkan rumah dan juga aku takut kuliah kami juga berantakan. “ jawab elina


“ pergilah kearah kiri kemudian nanti kalian akan menemukan jalan setapak . ikutilah maka kalian akan sampai di sebuah desa . “


“ Baik kek terimakasih .”


setelah makan dan bercengkrama elina dan zalina memutuskan untuk berpamitan , meskipun belum pulih total mereka harus segera pulang . karena mereka takut aka nada banyak hal yang terjadi jika mereka tidak segera pulang .


“ kakek kami pamit dulu . terimakasih atas kebaikan kakek yang telah merawat kami . “


“ sama – sama berhati – hatilah. Dan ini pakailah jubah ini ,ini kana bermanfaat untuk kalian nanti “


“ terimaksih kakek “


Kemudian mereka menjabat tangan kakek herman . dan melanjutkan perjalanan sesuai arahan kakek herman .


Tidak sampai beberapa jam mereka telah sampai di perbatasan antara desa dengan hutan . berjalan sedikit lagi kemudian mereka akan sampai desa terdekat . akan tetapi saat mereka berjalan bukan kebahagiaan yang mereka dapatkan , melainkan kerumitan yang tak berujung . orang – orang yang aneh dengan gaya pakaian yang aneh , bangunan – bangunan yang sangat berbeda dari yang mereka bayangkan. Itu masih dari sudut pandang mereka berdua , dari sudut pandang orang – orang yang juga ikut menatap mereka , mereka itu nampak seperti orang idiot . baju kemeja yang kebesaran milik elina serta Celana sobeknya. Dan zalina dengan celana levis pendek menampilkan dengkulnya yang juga memiliki model sobek – sobek dan baju overzisenya.


“ apa lagi sekarang “


“ aku bertaruh , kita akan sulit untuk pulang kerumah“ zalina bertaruh


“ aku bertaruh setelah ini kita akan mendapat masalah lagi “


“ hah harusnya aku tidak melepaskan jubah itu tadi . mereka terus menatap kita dengan tatapan mengerikan . ingin sekali aku menusuk mata mereka “


“ kamu benar el “


“ semua hal yang disini sangat aneh aku yakin ini tidak ada yang beres zal , kita harus mencari tau sesuatu agar bisa pergi dari sini . “


“ bagaimana caranya ?”


“ entahlah , apa kita coba bertanya saja kepada mereka .”


Mereka terus berjalan sampai mereka mendapatkan seseorang yang dapat dimintai waktu untuk ditanya . hanya saja sama dengan orang – orang lain . seseorang itu juga menatap elina dan zalina dengan aneh .


“ permisi , apakah anda punya waktu sebentar ?”


“ iya ada yang bisa ku bantu ?”


“ emm jika boleh tau tempat apa ini ?”


“ apa maksudnya ?” tanya zalina pada elina yang dijawab dengan gelengan kepala


“ maaf kenapa desa ini diberi nama seperti itu ?”


“ karena ada bayak kebohongan disini “


“ ahh begitu . terimkasih kalau begitu“


Segera mereka berlalu dengan kebingungan yang masih singgah di otak mereka .


“ sebaiknya kita mencari penginapan di sekitar sini “


“ aku ikut kamu saja “


“ disana , sepertinya disana itu penginapan “ kata elina sambil berbisik ke zaina


Mereka menuju bangunan yang cukup besar . kemudian menghampiri dan bertanya kepada seseorang laki – laki disana .


“ permisi “


“ ya ?”


“ apakah ini penginapan ?”


“ iya “ kata laki – laki itu dengan tatapan aneh


“ kami ingin memesan 1 kamar untuk 2 orang , apakah ada ?”


“ yahh ada , berapa hari kalian akan menginap ?”


“ 2 malam “


“ baiklah “


“ 80 koin perak “


“ hemm??!!”


“ 80 koin perak “ kata laki – laki itu sekali lagi


“ ini… kami , emmm bisakah kami membayarnya dengan ini ?” sambil mengeluarkan kartu atmnya elina


“ apa ini ?”


“ atm “


“ apa itu , jika kalian tidak punya uang lebih baik kalian pergi saja dari sini “ usir pemilik penginapan


“ bukan begitu kami punya uang, tetapi uang itu didalam sini “


“ mana mungkin kau bisa memasukan koinmu kedalam kotak tipis itu . lagipula tidak ada kantong di kotak itu . jika kalian ingin menipuku , maaf aku sudah kenyang “


“ tapi…”


“ bagaimana ini zal ?”


Zalina menghela nafas sambil menyapu rambutnya kebelakang dengan muka jengkel.


“ kita pergi saja dan cari penginapa yang lain “


“ aneh sekali , kenapa juga kita harus membayarnya menggunakan koin !”


“ el sepertinya apa yang dikatakan kekek herman benar , sepertinya kita terlempar ke zaman ini “


“ apa maskudmu ?”


“ jadi pada saat kita terjatuh di tangga itu sepertinya tanpa sengaja kita terlempar ke zaman ini . lihatlah mereka semua pakaian , rumah , gaya mereka benar – benar beda dan juga kejadian – kejadian yang kita alami belkangan ini . bukankah semua sangat aneh .“


“ kamu benar zal . kira – kira apa yang membuat kita bisa terlempar kesini ?”


“ entahlah el , yang jelas ini akan lebih sulit dari yang kita duga “