TRAVELER FIGHTERS

TRAVELER FIGHTERS
bab 1



“ Tak tak tak “ suara dentuman lantai saat orang berlari seolah sirene ambulance menyuruh mereka yang ada di depan untuk minggir .


“Brak”. pintu terbuka sangat keras menghasilkan tatapan ambigu semua orang .


“ sepertinya anda terlambat lagi ?” sakrkas seorang dosen di depan sana .


“ maaf pak tadi saya – “ belum selesai menjelasakan namun alasanya sudah dipotong .


“ mengantikan sift teman karena dia sedang ada keperluan atau macet di jalan atau motor mogok , ban bocor , masih ada stok banyak lagi alasan yang sering saya dengar dari kamu .”


disambut dengan cekikikan dan bisikan satu kelas.


“ maaf pak “ jawabnya canggung .


“ sepertinya matakuliah saya terlihat membosankan , sehingga membuat anda sering terlambat , bahkan saya lihat nilai kamu di matakuliah saya sangat buruk “.


“ bukan begitu pak , saya janji besok saya tidak akan mengulangi lagi “.


“ lupakan , simpan saja janji itu untuk dirimu sendiri karena saya tidak butuh itu . duduk “


“ baik pak “.


“ elina sini , duduk sini “.


“ kenapa telat “. Lanjut temannya kembali


“settt “. Sambil melirikan matanya ke dosen yang memelototkan mata kearahnya.


“ upss”.


Kuliah berjalan dengan tenang kembali semua mahasiswa kembali memperhatikan apa yang dosen berikan . meskipun ada satu anak yang terlihat memiliki beban di pundaknya . terus menatap kosong pada papan tulis putih penuh coretan itu entah apa yang ada di pikirannya mengingat dia tidak terlalu tertarik dengan jurusan yang ia pilih , yah sejujurnya jurusan itu adalah pillihan kedua orang tuanya ia mengiyakan setiap apa yang dikatakan orangtuanya dulu sebelum kuliah karena tidak tau apa yang ingin ia lakukan di masa depan singkat kata dia anak yang sedikit terlambat dalam menyadari sesuatu .


“ elina mau makan siang ?”


“ tidak terimakasih aku mau pulang .”


“ kenapa apa kamu sakit ?”


“ tidak aku hanya malas makan .”


“hemm baiklah kalau kamu mau sesuatu bilang saja aku akan membelikannya .”


“ emm tidak perlu lagi pula aku punya aplikasi pesan antar .”


“ benar juga .”


“ baiklah sampai bertemu di rumah .” lanjut temannya


“ iya .”


elina pergi menuju tempat parkir dimana ia meletakan motor satu satunya . kemanapun dia pergi motor itu yang selalu mengantarnya , seperti saat kuliah ini , motor itu mengantarkannya dari rumah ke kampus yang jaraknya hampir 17 km .


setibanya ia di rumah dia langsung merebahkan badanya di sofa yang empuk sambil menghela nafas Panjang ia mengingat setiap detai rumah yang ia tinggali saat ini sebelum nenek kesayanganya meninggal . rumah dengan halaman luas dan memiliki kebun belakang rumah itu memang milik orang tuanya tetapi dulu ditinggali neneknya setelah neneknya meninggal rumah itu kemudian ia tinggali Bersama temanya zarlina . zarlina sendiri berasal dari luar pulau gadis ceria itu merantau untuk meneruskan pendidikannya . awal semester 3 keluarganya mendapat kesulitan sehinga dia tidak bisa membayar tagihan kos , oleh karena itu ibu kos menendangnya keluar karena merasa dirugikan. ia klontang klantung di jalanan karena bingung harus berbuat apa , dia hanya memegang beberapa lembar uang untuk 3 hari kedepan .ingin rasanya menangis tapi matanya tidak bisa menangis . kemudian bertemu dengan elina dan menawarkan untuk tinggal bersamanya tentu saja dengan beberapa persyaratan yang pasti .


“ huh kenapa dengan moodku hari ini .” berbicara pada diri sendiri


“ aku malas makan , merasa hampa dan sedih . apakah ada demit beraura negative di sekitarku sehingga membuat mood ku jelek “.


“ hah menyebalkan , apa yang harus aku lakukan sekarang. “ ia berfikir cukup lama untuk menentukan apa yang ingin dia lakukan .


“Sepertinya aku akan menonton film saja siapa tau aku bisa belajar apapun dari situ.”


Dia berlari mengambil laptop dan menuju ke gazebo yang berada disamping rumah. Selama ber jam jam dia menonton tapi di rasa dia tidak menemukan apapun . dia hanya menikmati cerita dari film saja .


Zrassss…......


hujan malam ini cukup deras di temani suara suara petir bersahutan .meskipun begitu lumayan untuk menyirami tanaman dan pepohonan di sekitaran rumah .


“ tentu saja .”


“ sesuatu yang hangat , tetapi mudah dan cepat ?”


“ mi instan ?”


“ baiklah ayo kita buat .”


“ tapi kita membutuhkan beberapa sayuran .”


Tidak ada jawaban


“ kamu harus memetiknya teman “ ulang elina


“ apa .. tapi di luar hujan “


“ itu “ sambil menunjukan ke arah mantel menggunakan matanya .


“ ayolah kenapa tidak kamu saja .biar aku yang menyiapkan bahan disini .”


“ tidak . kamu yang harus memetiknya , cepat .”


“ aaha aaa ada petir aku takut ” rengek zalina


“ aku tidak perduli . cepat , aku sudah lapar “


Zalina memanyunkan bibirnya, terpaksa ia memetik beberapa sayuran di tegah derasnya hujan , dengan cepat ia berlari ke kebun dan kembali lagi kerumah .


“ hah beruntung sekali aku memiliki teman seperti dirimu , memiliki rumah dengan halaman yang luas banyak pohon buah , bunga yang cantik , kebun bekalang yang dapat di tanami berbagai sayuran dan tanaman lainya , sehingga kita bisa makan dengan mudah tanpa harus repot – repot membeli .”


“ itu juga karena kamu ikut merawatnya , kamu juga banyak menanam tanaman di sini , kamu banyak mengetahui soal tanaman juga .”


“kita benar – benar hebat .”


“ hahahahaha” mereka tertawa melihat kekonyolan yang mereka buat sendiri .


“ hah hujan malam – malam begini pasti akan sangat dingin “


“ benar rasanya ingin bermalas – malasan sambil minum kopi dan menonton film .”


“ ngomong – ngomong apa kamu sudah mengerjakan tugas mata kuliah akuntansi ?


“ sudah , bagaimana denganmu ?”


“ belum , aku tidak begitu mengerti .”


“ bagaian yang mana ?”


“ neraca lajur.”


“ apa maksudmu ,tugasnya memang membuat neraca lajur .”


“ iya dan aku tidak faham itu aku terlalu bingung menentukan debti dan kredit kemudian saat aku menghitungnya semua nilainya tidak sama dan itu membuatku frustasi .”


“kalau begitu nanti aku bantu .”


“ dari pada membantuku kenapa tidak memberikan contekan saja padaku, itu lebih efisinen dan tidak membuang waktu dan tenagamu .” jawab zarina dengan bercanda .


“ haha sepertinya aku terlalu baik ahir - ahir ini .“ dengan air di tanganya yang bersiap menyiram zarina


“ hahaha aku hanya bercanda .” balas zarina was was


“ hiyaaaa rasakan ini hahaha.”


“ waaaaaa hentikan tidak hahaha.”