TRAVELER FIGHTERS

TRAVELER FIGHTERS
bab 6



Seorang pria tua tengah berusaha menolong 2 gadis yang ia temukan terkapar tak sadarkan diri di tengah hutan. kedua gadis tampak terluka dan hampir mati . ia kemudian membawanya ke gubuk yang berada tak jauh dari tempat dimana ia menemukan kedua gadis itu . dia membaringkan gadis – gadis itu dan mencoba mengobati luka luka mereka .


“ arghh” kata gadis itu sambil memegangi lengannya.


“ kamu sudah bangun ?” tanya pria tua itu


“ anda siapa ?”


“ aku kakek herman, siapa namamu ?”


“ ahh saya zalina kek dan teman- “ dia terkejut mengingat temannya kemudian mencari di sekelilingnya.


“ tenanglah temanmu ada dibilik lainya . dia masih belum sadarkan diri .” jawab kakek itu sambil terus fokus meracik obat


“kenapa saya dan teman saya bisa ada di sini ?”lanjutnya zalina bertanya , wajahnya pucat pasih , sekujur bajunya berlumuran darah kering . melihat hal itu dapat dipastikan jika ia mengeluarkan banyak darah waktu itu.


“ahh aku menemukan kalian tergeletak tak sadarkan diri kalian tampak sekarat.”


“ahh jadi begitu .”


“ terimakasih kek telah menolong kami“. Kata zalina lagi


“ hehe tidak masalah.”


“ minumlah ramuan ini .” perintah kakek herman


Kemudian zalina menerima dan meminum ramuan yang di berikan oleh kakek herman . dan setelah itu ia memuntahkan darah banyak sekali darah yang bewarna merah kehitaman.


“ uhuk , uhuk ,uhuk apa yang kakek berikan kepada saya ? “. Tanyanya was was karena ia pikir ia diberi racun


“ saat aku memeriksa tubuhmu aku menemukan bahwa ada racun didalamnya jadi aku memberikan ramuan itu untuk mengeluarkan racun itu . begitu juga temanmu .“


“ jadi kami terkena racun sebelumnya ?”


“yahh begitulah , dari luka yang kulihat hewan yang menyerang kalian ini adalah hewan yang tidak memiliki racun di di tubuh mereka. tetapi entah kenapa racun didalam tubuh kalian ini sedikit agak lama . sehingga saat kalian terluka justru racun ini menekan kalian .”


“ ahh begitu “ . ada keheningan seletah obrolan itu


“beristirahatlah aku akan mencari makanan “.


“ baik kakek terimakasih .”


Kemudian kakek herman kembali pergi untuk berburu makanan di hutan .


Hari mulai gelap tetapi kakek herman belum juga pulang . elina juga tidak kunjung sadarkan diri. dibanding luka ditubuhnya milik elinalah yang lebih parah . Lelah menunggu zalina mencoba untuk membuat api sebagai penghangat dan juga penerangan . akan tetapi dia memiliki kendalan . dia tidak menemukan korek api atau apapun untuk membuat api .


“ bagaimana caranya aku membuat api ,” ia teringat akan dirinya saat kecil dulu, saat orang – orang mengatakan kalau orang zaman purba memakai batu untuk membuat api . menurut dirinya itu hal konyol . bagaimana bisa ia membuat api dengan batu , namun tetap saja ia mencoba . ia mulai mencari batu dan mebenturkan di kedua sisinya , lama sekali ia mencobanya dan gagal .


“sial,”


Tak lama kakek herman datang membawa 1 ekor kelinci , dan juga rusa . ia keheranan melihat elina berada di luar sedang membentur – benturkan batu .


“ apa yang kau lakukan ?”


“ahh kakek sudah pulang , ehh itu saya ingin membuat api tapi tidak bisa .”


“ api -? Kenapa kau membuat api dengan batu ?” kakek itu begitu heran dengan tingkah zalina


“ hehe hanya mencoba saja .” jawabnya malu


Tiba tiba kakek itu menjentikan jari dan keluar api dari kayu – kayu yang disusun zalina . zalina nampak terkejut , bagaimana bisa dia menghidupakan api dengan sekali jentikan .


Zalina dan kakek herman duduk bersama memandangi api dihadapan mereka . zalina tenggelam dalam lamunannya . memikirkan semua kejadian yang menimpa dia dan temanya itu. Sesekali kakek herman membolak balikan daging panggangannya dengan telaten agar daging matang sempurna .


“ apa luka di lenganmu sudah lebih baik ?”


“ yahh masih sakit kek “ jawab zalina sambil memperhatikan lukanya.


“ gigitanya cukup dalam jadi agak lama “


“ sepertinya temanmu betah sekali tertidur “ kata kakek herman lagi.


“ ahh -” jawabnya sambil merubah posisi “apa terjadi sesuatu dengan teman saya ?”


“ seharusnya dia sudah bangun sejak tadi .”


“ saya pikir luka milik elina jauh lebih parah dibanding luka milik “


“yahh tentu saja selain itu racun yang ada ditubuhnya juga lebih banyak dibanding milikmu . bagaimana bisa kalian bertahan cukup lama , biasanya kalau orang mendapat racun ini mereka akan langsung mati“


Beberapa saat kemudian elina bangun dan dia berteriak mencari – cari zalina panik .


“ kamu tidak apa -apa ?” tanya zalina yang nampak khawatir


“ kita dimana ?”


“ di rumah kakek herman , dia yang menyelamatkan kita saat kita hampir mati di hutan .”


“ahh begitu , ”


“syukurlah kau sudah sadar , sepertinya ramuanku berkerja efektif .” kata kakek herma mencoba memeriksa keadaan elina


“ keluarlah dan makan , aku memanggang rusa hari ini “. Lanjutnya.


“ terimakasih kakek “. Ucap elina disambut dengan senyuman kakek herman


“ kakek sebenarnya tempat apa ini . kenapa di tempat ini sulit sekali menemukan orang ?”


“ itu juga yang ingin aku tanyakan kepada kalian , kenapa kalian datang ke tempat berbahaya seperti ini ?”


“ kami akan menceritakanya setelah kakek mejawab pertanyaan kami .“


“ hutan ini Bernama hutan kelam , orang – orang menamainya begitu karena aura yang dipancarkan hutan ini sangatlah berbeda . orang – orang tidak pernah datang kemari , mereka semua ketakutan saat merasakan aura hutan ini .”


“ aura ?”


“ yahh apa kalian tidak merasakanya , kesedihan , kegelapan , semua terlihat suram .“


“ sejujurnya hewan disini mengerikan tetapi aku tidak merasakan aura apapun disini “ jawab elina


“ benarkah , itu aneh sekali , orang – orang bahkan tidak berani masuk kedalam sini .”


“ orang – orang , kalau begitu berarti di luar hutan ini apakah ada pemukiman ?”


“ iya tidak terlalu jauh dari sini “


“ kalau begitu kita bisa pulang ell “ kata zalina


“ lalu kakek ini siapa , kenapa hanya kakek yang ada disini , saat orang lain ketakutan kenapa kakek justru tinggal disini ?”


“haha aku berbeda nak , aku memang dihukum untuk menjaga hutan ini. ” jawaban kakek herman dengan tertawa pahit , mimik wajahnya seolah menandakan kesedihan .


“ Sekarang ceritakan kepadaku kenapa kalian bisa ada disini ?“ lanjutnya


“ emm sejujurnya kami juga tidak tau , kami fikir kami terjatuh dari tangga dan tidak sadarkan diri . kemudian saat kami membuka mata bukan di rumah sakit kami justru berada di tepi pantai ,lalu karena kami tidak tau jalan pulang kami terpaksa bermalam dan tanpa kami duga , ada makhluk mengerikan yang menyerang kami , makhluk itu memiliki ekor seperti kalajengking di bagian belakang . “ jawab elina mulai bercerita .


“ tunggu ekor seperti kalajengking ?”


“ iya”


“ ahh jadi itu sebabnya kalian memiliki racun di tubuh , lalu bagaimana kalian bisa kabur dari monster itu ?”


“ aku menusuk matanya “


“ Apa … menusuk matanya , apa kau yakin?”


“ iya “


“lanjutkan “ kata kakek herman yang sangat antusisas mendengar cerita mereka


“ kemudian kami pergi kearah hutan , saat di tepi hutan kami diserang lagi oleh hewan yang sangat aneh , dia seperti singa tetapi memiliki tanduk dan berwarna hitam.kami berhasil menghadapinya tetapi tetap saja kami terluka. karena kami sangat ketakutan ahirnya kami pergi kabur . lalu ditengah jalan elian pingsan dan aku sudah tidak kuat lagi memapahnya ahirnya pertahananku roboh . waktu itu aku pikir itu adalah akhir bagi kami , mati tanpa seorangpun yang tau . “ jelas zalina kemudian


“aahhh jadi itu alasan kenapa kalian mendapat luka di bahu dan lengan“


“benar “


“ lalu bagaimana dengan hewan itu ??”


“ entah kami membunuhnya atau tidak yang jelas aku memukulnya menggunakan batu “ jawab zalina


“ batu?”


“ iya kek “


“aku tidak menyangka kalian mampu mengalahkan makhluk mengerikan itu . asal kalian tau saja makhluk yang memiliki ekor kalajengking itu bukanlah makhluk biasa . dia monster yang mengerikan dan hanya seseorang yang memiliki pedang keabadianlah yang mampu mengalahkannya dan hewan yang kalian sebutkan mirip singa itu juga bukah hewan biasa , jika kalian mampu membuat hatinya luluh dan menjadikan milik kalian maka dia akan setia kepada kalian , hewan itu dapat berubah menjadi apa saja dan bisa datang kapan saja “


“ haaa” kata mereka tak percaya dengan apa yang dimaksud.


“ maaf kek kami tidak faham dengan cerita kakek , maksudku ini tahun 2020 mana ada hal seperti itu pedang keabadian , hewan yang dapat berubah menjadi apa saja itu tidak mungkin. “ jawab elina dan disetujui oleh angukan zalina.


“ hehe dari tampilan dan gaya bicara kalian , kalian memang nampak berbeda , entah darimana kalian berasal yang jelas kalian memiliki takdir yang sangat luarbiasa .”


Mereka berdua semakin tidak mengerti arah pembicaraan kakek herman . pikiran mereka seperti dijejali rumus kimia yang entah berapa hasilnya .


“ ngomong ngomong siapa diantara kalian yang membunuh makhluk berekor kalajengking itu “


“ dia “ jawab zalina menunjuk elina


“ ohh kamu , lalu dengan apa kamu menusuknya?”


“ dengan pedang yang kami temukan di pantai itu .”


“ di temukan di pantai , apakah pedang itu berwarna merah ?”


“ iya “


“ lalu dimana pedang itu sekarang ?“


“ entahlah mungkin tertinggal saat kami diserang singa itu “


“ APA KALIAN MENINGGALKANYA BEGITU SAJA “


“ iya . waktu itu yang terpenting adalah nyawa kami bukan pedang itu . jadi kami meningggalkanya begitu saja “ jawab zalina


“ andai saja kalian tau pedang apa itu , kalian akan menyesalinya karena telah meninggalkanya begitu saja “


“ sejujurnya aku sama sekali tidak menyesal , lagi pula aku tidak memiliki lisensi penggunaan benda tajam “ jawab elina enteng


“ baiklah . terserah kalian saja . setelah ini istirahatlah kalian berdua .“