
Seorang pria tua tengah berusaha menolong 2 gadis yang ia temukan terkapar tak sadarkan diri di tengah hutan. kedua gadis tampak terluka dan hampir mati . ia kemudian membawanya ke gubuk yang berada tak jauh dari tempat dimana ia menemukan kedua gadis itu . dia membaringkan gadis – gadis itu dan mencoba mengobati luka luka mereka .
“ arghh” kata gadis itu sambil memegangi lengannya.
“ kamu sudah bangun ?” tanya pria tua itu
“ anda siapa ?”
“ aku kakek herman, siapa namamu ?”
“ ahh saya zalina kek dan teman- “ dia terkejut mengingat temannya kemudian mencari di sekelilingnya.
“ tenanglah temanmu ada dibilik lainya . dia masih belum sadarkan diri .” jawab kakek itu sambil terus fokus meracik obat
“kenapa saya dan teman saya bisa ada di sini ?”lanjutnya zalina bertanya , wajahnya pucat pasih , sekujur bajunya berlumuran darah kering . melihat hal itu dapat dipastikan jika ia mengeluarkan banyak darah waktu itu.
“ahh aku menemukan kalian tergeletak tak sadarkan diri kalian tampak sekarat.”
“ahh jadi begitu .”
“ terimakasih kek telah menolong kami“. Kata zalina lagi
“ hehe tidak masalah.”
“ minumlah ramuan ini .” perintah kakek herman
Kemudian zalina menerima dan meminum ramuan yang di berikan oleh kakek herman . dan setelah itu ia memuntahkan darah banyak sekali darah yang bewarna merah kehitaman.
“ uhuk , uhuk ,uhuk apa yang kakek berikan kepada saya ? “. Tanyanya was was karena ia pikir ia diberi racun
“ saat aku memeriksa tubuhmu aku menemukan bahwa ada racun didalamnya jadi aku memberikan ramuan itu untuk mengeluarkan racun itu . begitu juga temanmu .“
“ jadi kami terkena racun sebelumnya ?”
“yahh begitulah , dari luka yang kulihat hewan yang menyerang kalian ini adalah hewan yang tidak memiliki racun di di tubuh mereka. tetapi entah kenapa racun didalam tubuh kalian ini sedikit agak lama . sehingga saat kalian terluka justru racun ini menekan kalian .”
“ ahh begitu “ . ada keheningan seletah obrolan itu
“beristirahatlah aku akan mencari makanan “.
“ baik kakek terimakasih .”
Kemudian kakek herman kembali pergi untuk berburu makanan di hutan .
Hari mulai gelap tetapi kakek herman belum juga pulang . elina juga tidak kunjung sadarkan diri. dibanding luka ditubuhnya milik elinalah yang lebih parah . Lelah menunggu zalina mencoba untuk membuat api sebagai penghangat dan juga penerangan . akan tetapi dia memiliki kendalan . dia tidak menemukan korek api atau apapun untuk membuat api .
“ bagaimana caranya aku membuat api ,” ia teringat akan dirinya saat kecil dulu, saat orang – orang mengatakan kalau orang zaman purba memakai batu untuk membuat api . menurut dirinya itu hal konyol . bagaimana bisa ia membuat api dengan batu , namun tetap saja ia mencoba . ia mulai mencari batu dan mebenturkan di kedua sisinya , lama sekali ia mencobanya dan gagal .
“sial,”
Tak lama kakek herman datang membawa 1 ekor kelinci , dan juga rusa . ia keheranan melihat elina berada di luar sedang membentur – benturkan batu .
“ apa yang kau lakukan ?”
“ahh kakek sudah pulang , ehh itu saya ingin membuat api tapi tidak bisa .”
“ api -? Kenapa kau membuat api dengan batu ?” kakek itu begitu heran dengan tingkah zalina
“ hehe hanya mencoba saja .” jawabnya malu
Tiba tiba kakek itu menjentikan jari dan keluar api dari kayu – kayu yang disusun zalina . zalina nampak terkejut , bagaimana bisa dia menghidupakan api dengan sekali jentikan .
Zalina dan kakek herman duduk bersama memandangi api dihadapan mereka . zalina tenggelam dalam lamunannya . memikirkan semua kejadian yang menimpa dia dan temanya itu. Sesekali kakek herman membolak balikan daging panggangannya dengan telaten agar daging matang sempurna .
“ apa luka di lenganmu sudah lebih baik ?”
“ yahh masih sakit kek “ jawab zalina sambil memperhatikan lukanya.
“ gigitanya cukup dalam jadi agak lama “
“ sepertinya temanmu betah sekali tertidur “ kata kakek herman lagi.
“ ahh -” jawabnya sambil merubah posisi “apa terjadi sesuatu dengan teman saya ?”
“ seharusnya dia sudah bangun sejak tadi .”
“ saya pikir luka milik elina jauh lebih parah dibanding luka milik “
“yahh tentu saja selain itu racun yang ada ditubuhnya juga lebih banyak dibanding milikmu . bagaimana bisa kalian bertahan cukup lama , biasanya kalau orang mendapat racun ini mereka akan langsung mati“
Beberapa saat kemudian elina bangun dan dia berteriak mencari – cari zalina panik .
“ kamu tidak apa -apa ?” tanya zalina yang nampak khawatir
“ kita dimana ?”
“ di rumah kakek herman , dia yang menyelamatkan kita saat kita hampir mati di hutan .”
“ahh begitu , ”
“syukurlah kau sudah sadar , sepertinya ramuanku berkerja efektif .” kata kakek herma mencoba memeriksa keadaan elina
“ keluarlah dan makan , aku memanggang rusa hari ini “. Lanjutnya.
“ terimakasih kakek “. Ucap elina disambut dengan senyuman kakek herman
“ kakek sebenarnya tempat apa ini . kenapa di tempat ini sulit sekali menemukan orang ?”
“ itu juga yang ingin aku tanyakan kepada kalian , kenapa kalian datang ke tempat berbahaya seperti ini ?”
“ kami akan menceritakanya setelah kakek mejawab pertanyaan kami .“
“ hutan ini Bernama hutan kelam , orang – orang menamainya begitu karena aura yang dipancarkan hutan ini sangatlah berbeda . orang – orang tidak pernah datang kemari , mereka semua ketakutan saat merasakan aura hutan ini .”
“ aura ?”
“ yahh apa kalian tidak merasakanya , kesedihan , kegelapan , semua terlihat suram .“
“ sejujurnya hewan disini mengerikan tetapi aku tidak merasakan aura apapun disini “ jawab elina
“ benarkah , itu aneh sekali , orang – orang bahkan tidak berani masuk kedalam sini .”
“ orang – orang , kalau begitu berarti di luar hutan ini apakah ada pemukiman ?”
“ iya tidak terlalu jauh dari sini “
“ kalau begitu kita bisa pulang ell “ kata zalina
“ lalu kakek ini siapa , kenapa hanya kakek yang ada disini , saat orang lain ketakutan kenapa kakek justru tinggal disini ?”
“haha aku berbeda nak , aku memang dihukum untuk menjaga hutan ini. ” jawaban kakek herman dengan tertawa pahit , mimik wajahnya seolah menandakan kesedihan .
“ Sekarang ceritakan kepadaku kenapa kalian bisa ada disini ?“ lanjutnya
“ emm sejujurnya kami juga tidak tau , kami fikir kami terjatuh dari tangga dan tidak sadarkan diri . kemudian saat kami membuka mata bukan di rumah sakit kami justru berada di tepi pantai ,lalu karena kami tidak tau jalan pulang kami terpaksa bermalam dan tanpa kami duga , ada makhluk mengerikan yang menyerang kami , makhluk itu memiliki ekor seperti kalajengking di bagian belakang . “ jawab elina mulai bercerita .
“ tunggu ekor seperti kalajengking ?”
“ iya”
“ ahh jadi itu sebabnya kalian memiliki racun di tubuh , lalu bagaimana kalian bisa kabur dari monster itu ?”
“ aku menusuk matanya “
“ Apa … menusuk matanya , apa kau yakin?”
“ iya “
“lanjutkan “ kata kakek herman yang sangat antusisas mendengar cerita mereka
“ kemudian kami pergi kearah hutan , saat di tepi hutan kami diserang lagi oleh hewan yang sangat aneh , dia seperti singa tetapi memiliki tanduk dan berwarna hitam.kami berhasil menghadapinya tetapi tetap saja kami terluka. karena kami sangat ketakutan ahirnya kami pergi kabur . lalu ditengah jalan elian pingsan dan aku sudah tidak kuat lagi memapahnya ahirnya pertahananku roboh . waktu itu aku pikir itu adalah akhir bagi kami , mati tanpa seorangpun yang tau . “ jelas zalina kemudian
“aahhh jadi itu alasan kenapa kalian mendapat luka di bahu dan lengan“
“benar “
“ lalu bagaimana dengan hewan itu ??”
“ entah kami membunuhnya atau tidak yang jelas aku memukulnya menggunakan batu “ jawab zalina
“ batu?”
“ iya kek “
“aku tidak menyangka kalian mampu mengalahkan makhluk mengerikan itu . asal kalian tau saja makhluk yang memiliki ekor kalajengking itu bukanlah makhluk biasa . dia monster yang mengerikan dan hanya seseorang yang memiliki pedang keabadianlah yang mampu mengalahkannya dan hewan yang kalian sebutkan mirip singa itu juga bukah hewan biasa , jika kalian mampu membuat hatinya luluh dan menjadikan milik kalian maka dia akan setia kepada kalian , hewan itu dapat berubah menjadi apa saja dan bisa datang kapan saja “
“ haaa” kata mereka tak percaya dengan apa yang dimaksud.
“ maaf kek kami tidak faham dengan cerita kakek , maksudku ini tahun 2020 mana ada hal seperti itu pedang keabadian , hewan yang dapat berubah menjadi apa saja itu tidak mungkin. “ jawab elina dan disetujui oleh angukan zalina.
“ hehe dari tampilan dan gaya bicara kalian , kalian memang nampak berbeda , entah darimana kalian berasal yang jelas kalian memiliki takdir yang sangat luarbiasa .”
Mereka berdua semakin tidak mengerti arah pembicaraan kakek herman . pikiran mereka seperti dijejali rumus kimia yang entah berapa hasilnya .
“ ngomong ngomong siapa diantara kalian yang membunuh makhluk berekor kalajengking itu “
“ dia “ jawab zalina menunjuk elina
“ ohh kamu , lalu dengan apa kamu menusuknya?”
“ dengan pedang yang kami temukan di pantai itu .”
“ di temukan di pantai , apakah pedang itu berwarna merah ?”
“ iya “
“ lalu dimana pedang itu sekarang ?“
“ entahlah mungkin tertinggal saat kami diserang singa itu “
“ APA KALIAN MENINGGALKANYA BEGITU SAJA “
“ iya . waktu itu yang terpenting adalah nyawa kami bukan pedang itu . jadi kami meningggalkanya begitu saja “ jawab zalina
“ andai saja kalian tau pedang apa itu , kalian akan menyesalinya karena telah meninggalkanya begitu saja “
“ sejujurnya aku sama sekali tidak menyesal , lagi pula aku tidak memiliki lisensi penggunaan benda tajam “ jawab elina enteng
“ baiklah . terserah kalian saja . setelah ini istirahatlah kalian berdua .“