
Perjalanan yang begitu panjang. apa yang ada dibanyangan zalina tidak seperti kenyataanya .
Hutan itu seperti tidak memiliki ujung . meskipun begitu mereka tidak merasa Lelah sama sekali . entah mengapa hutan itu membuat hati mereka terasa sangat nyaman dan tenang . daun daun yang rimbun menutupi cahaya matahari namun masih tetap menampilkan cahaya siang yang cerah , angin sepoi – sepoi membuat mereka merasakan segarnya udara . mereka juga tidak menemukan kendala sama sekali dalam artian mereka tidak menemukan hewan buas atau yang lainya . pohon – pohon yang tinggi dan kokoh , bunga – bunga yang harum , mereka tersihir dengan hutan yang menurut mereka sangat luar biasa indah ini .
“ wahh luar biasa hutan ini , aku sama sekali tidak takut , justru aku merasa aku ingin tinggal disini “
“ benar aku juga berfikir seperti itu “
“ kira – kira sempai kapan kita akan berjalan dan menemukan seseorang ?”
“ entahlah “
“kalau dipikir – pikir kenapa dari kemarin kita tidak melihat bahkan satu orang pun , seperti sama sekali tidak ada orang disini. benar – benar tidak ada orang ?”
“ entahlah “
“ hihhhh elina apa kau tidak ada jawaban lain ?” tanya zalina gemas sambil menarik pipi elina.
“ sialan , pertanyaanmu itu sungguh aneh bodoh . kalau aku tau dari kemarin kita tidak akan kesulitan dan kita tidak akan berjalan tanpa arah seperti ini lalu aku akan menemukan apapun dengan cepat dan kembali pulang tanpa harus merasa bingung .” jawab elina kesal sambil mengelus elus pipinya
“ ohh kamu benar . pertanyaanku bodo sekali . kalau begitu apa yang harus aku tanyakan ?”
“ tidak ada .berhenti bertanya ! ”
“ ckk kamu itu selalu seperti itu.”
Hening kemudian…
“el..”
“ apa lagi ?!!”
“ haha kau itu galak sekali , pantas kamu tidak punya pacar “
“ memangnya kamu punya “ kata elina sewot
“ ohh memang tidak ada sih , tapi yang suka banyak “
“ alahh paling senior busuk itu haha” ejek elina
“ itu kan naksir kamu bukan aku ,lagian ya kalau di pikir – pikir pantes sih kalau kamu di kerjar – kejar dia soalnya kamu itu tipe dia banget tau ngak haha“
Elina yang tak tahan mendengar ocehan zalina pun ingin sekali memukulnya dengan batu .
Dan tanpa zalina sadari sendari tadi elina sudah melemparkan tatapan tajam kepadanya .
“ehehe bercanda kok hehe”
1 , 2 , 3
“ hiyaaaaaaa” elina mengangkat senjatanya berusaha menakut – nakuti zalina karena kesal
“ elina ampunnn maaf “
“ aku tidak perduli , kesini kamu !”
“ maaf , maaf “
“ kamu pikir kamu siapa hem , awas kamu yaa jangan lari , berhenti .“
Tanpa sadar mereka telah sampai di sisi hutan namun yang mereka lihat adalah sebuah lembah yang sangat luas dengan hutan lagi disebelahnya . mulut mereka menganga menghadapi kenyataan yang ada didepan mereka .
“ sebenarnya seberapa luas hutan ini . apa kita salah jalan?” ucap zalin
“ entahlahh , kamu sendiri yang mengatakan kalau kita harus berjalan melalui hutan ini . sekarang kita harus bagaimana , kita tidak bisa kembali lagi ke awal , jaraknya sangat jauh . ini semua salahmu kenapa kamu harus percaya dengan kata hatimu yang busuk itu”
“apa kamu menyalahkanku saat ini , kita terjebak bersama seharusnya jika kamu tidak mau mengikuti kata – kataku dari awal kamu bisa mengatakannya kita bisa mencari jalan yang lain .”
“aku benar - benar frustasi saat ini !! ” lanjut elina sambil meremas rambutnya .
“zrackkkkk”
“ hah apa itu “
“ ada apa zal ?!” dengan nada yang masih kesal
“ ada sesuatu disana “ sambil menunjuk sesuatu dibalik semak – semak . zalina mencoba mendekati semak – semak itu . dengan perasaan ketakutan dia tetap mencoba untuk mencari tau .
“ zal aku peringatkan jangan coba – coba mendekati sesuatu. Kau tidak ingat terahir kali apa yang kita alami !”
Terlambat belum sampai zalina menyingkap semak – semak itu , makhluk itu sudah terlebih dahulu menyerang zalina . hewan itu besar dan bebentuk seperti singa namun memiliki tanduk di kepalanya dan memiliki kulit berwarna hitam dan matanya yang merah darah . singa itu melompat dengan gesit dan menabrak zalina mengunci tubuhnya membuat zalina tidak bisa bergerak .
“ grawwwwww”
“zalinaa”
Elina panik dalam hati dia mengutuk sikap zalina yang ceroboh . bagaimana bisa dia menghadapi monster lagi . elina lagi – lagi kebingungan tidak tau harus berbuat apa , meskipun memiliki senjata namun tetap aja elina tidak bisa menyerang begitu aja .
Sementara dengan tenang zalina pasrah di bawah kuncian makhluk aneh itu sambil memikirkan bagaimana caranya untuk lepas dari cengkeraman kaki hewan itu .
Elina yang tidak tau harus berbuat apa hanya mengacungkan senjatanya dengan tangan gemetaran . dengan pelan dan hati – hati zalina mulai menyetuh kaki hewan itu .
“ grawwwwww”
“ hahhh” zalina kembali mengangkat tanganya lagi dan mencoba menyelaraskan detak jantungnya dengana hewan itu . dengan hati – hati zalina terus menatap hewan itu dengan lembut sambil menggeser tubuhnya .
“ tenang ya tenang kami bukan mangsamu kami adalah temanmu”
“ zall” bisik elina
“ tenang , tenang” kata zalina tak mengubris panggilan temanya itu.
Hewan itu sedikit menurut pada zalina namun tiba – tiba saat zalina sudah terlepas dari cengkeramannya dan hendak berlari hewan itu mengamuk kembali kemudian mengigit lengan zalina .
“ ahhhh “
Dengan kesal bercampur marah elina menyerang hewan itu , dengan mengibas – ngibaskan pedangnya serta menggunakan instingnya saja untuk menyelamatkan diri . namun tetap saja hal itu tidak membuat hewan itu terluka sama sekali . zalina dengan sekuat tenaga juga mencari akal kembali matanya sibuk mencari – cari sesuatu untuk melumpuhkan hewan sialan itu .
Hewan itu masih menggeram menunjukan taringnya yang tajam . Dengan keberanian seadanya elina mencoba untuk tetap waras dan waspada . kemudian saat hewan itu akan melompat kearah elina , elina menyingkir kekiri , mengayunkan pedangnya dan melukai tubuh bagian samping hewan itu .
Tak terima dengan serangan elina hewan itu mengaum sangat keras , membuat kedua manusia itu terkejut dan menutup telinga . saat elina lengah hewan itu menyerang elina kembali. namun lagi – lagi elina mampu mengindar .dan yang menjadi masalah kini pedang elina terlempar jauh , sehingga dia tidak memiliki alat pelindung sama sekali. Sementara hewan itu mengeram dan terus berjalan mengintari elina .
“ ahhh sialan hus pergi , pergi “
“ gerrrr grawwwww” singa itu menyerang elina dan mengigit bahunya
“argggggghhh” sakit sekali , taringnya benar – benar tajam elina menangis tidak tahu harus berbuat apa . yang jelas dia benar – benar ketakutan sekarang .
“ hiyaaaaaaa”
Bukkkkkk. Dengan sekuat tenaga zalina menghantamkan batu besar kekepala singa itu
Singa itu tidak sadarkan diri , entah mati atau hanya pingsan yang jelas sekarang zalina sedang berusaha menyingkirkan tubuh hewan besar itu dari atas tubuh elina .
“ elinaa kamu tidak apa – apa “
Elina menagis , darahnya benar – benar keluar banyak . taring itu melukai bahu elina sangat dalam .
“ maafkan aku ell “
Tidak ada jawaban , zalina langsung memapah elina untuk menjauh pergi dari sana karena khawatir takut ada sesuatu yang lebih berbahaya lagi .