
05.30
“ Kringgggggggggggg “
Mematikan alaram dengan malas . jadwal hari ini adalah kuliah 3 matkul di Gedung 5 dan gedung 7. Elina memang selalu mengatur alaram jam 5.30 apabila ada kuliah pagi seperti sekarang ini ada kuliah jam 07.00 .
Tok tok
“ zalina bagun jam setengah enam sekarang “ elina mencoba membangunkan zalina untuk bersiap siap juga , mereka selalu membangunkan satu sama lain karena memang mereka juga satu kelas dan sering berangkat Bersama .
“ 5 menit lagi “ jawabnya dengan malas
“ jadwal hari ini adalah kuliah di lab , Gedung 7 lantai 4 dan sekarang hari rabu .” jelas elina
“ hahh aku benci hari rabu , baiklah aku bangun.” Ucapnya sebal . Yah tentu saja dia berdecak sebal karena ia membenci kuliah di lab dimana banyak computer dan mempelajari pemrograman yang menurutnya sangat aneh ditambah ada seorang kating menyebalkan yang selalu menggangu mereka .
“ cepatlah .”
“ hah Sarapan apa kira kira pagi ini ?”
“ aku pikir roti saja , tidak banyak waktu .”
“ Baiklah roti , telur dan susu aku akan menyiapkanya “ jawab zalina
“ baiklah aku mandi dulu .”
50
“ hah kenapa lift penuh sekali “.
“ kita naik tangga saja .”
“ zalina apa kamu gila lab berada di lantai 4 .”
“ tidak papa hitung hitung olahraga .”
“ hah enteng sekali mulutmu itu , aku tidak mau .”
“ ayolah , ini sudah jam berapa lift sangat sesak .”
“ck tidak , aku akan menunggu .”
“dasar gadis keras kepala , ayo cepat” sambil menarik paksa membuat sang empunya lengan mau tidak mau harus menaiki tangga .
“ olahraga di pagi hari sangat baik untuk Kesehatan .”
“ ck dasar bodoh .hahhhhhh hissss” mengacak acak rambutnya karena sebal
Mereka beradu mulut di sepanjang jalan menuju lab tidak perduli banyaknya orang yang melihat mereka . sampai tiba tiba ada seseorang yang memanggil mereka , suara yang nyaring itu memanggil mereka dari kejauhan .
“ zalinaaaa , elinaaa” teriak seseorang dari seberang sana sambil melambaikan tanggan.
“ matilah kita , idot itu melihat kita .”
“ elina lari .”
“ lari kemana bodoh “ jawab elina sebal
“ kesana saja cepat .” mereka kemudian berlari kearah koridor dengan banyak orang dan mencari jalan agar tidak bertemu dengan senior yang sering mengoda mereka .
“ kalian mau kemana tunggu aku.” Teriak kating itu sambil berlari menyusul.
“ hahh sial bajingan itu mengikuti kita “
“haisss, kenapa kakiku pendek sekali .”
Biar ku beri tahu kalian siapa senior ini . dia adalah laki – laki yang tampan namun memiliki gaya yang di luar akal . rambutnya yang cepak tetapi memiliki jambul didepanya . setiap pagi sebelum turun dari motor dia akan meyisir rambutnya itu keatas . kemudian dia memakai sunglass dan akan menggantungkanya di baju depan itu . setiap kali bertemu elian atau zalina dia akan mendekatinya dan mengeluarkan gobalan – gombalan yang membuat seisi perut keluar , selain itu dia sering membawakan bunga mawar kepada mereka berdua . sehingga membuat elina dan zalina sering menjadi bahan ejekan . dan satu hal lagi kenapa senior itu bisa satu kelas dengan elina , karena dia mengulang mata kuliah yang sama dengan dosen yang sama .
“ hah aku Lelah sekali , tangga menuju bawah kenapa jauh sekali sialan .” zalina yang sudah mulai kelelahan dan mencoba terus berlari.mereka terus berlari sambil mengumpat , mereka juga menabraki orang – orang yang ada di depan mereka yang sedang menunggu masuk ruangan untuk mengikuti perkuliahan . sampai mereka tidak tau kalau mereka berlari kearah yang salah , mereka berlari di koridor yang salah dimana koridor itu gelap dan basah , entah karena mati lampu dan atap bocor karena tadi malam hujan atau memang mereka berlari kearah yang salah .
“ hah sebentar aku Lelah .”
“ aku juga “
“ kenapa koridor ini sangat gelap “
“ mana ku tau , mugkin lampunya mati .” mereka terengah – engah belum sempat mereka melanjutkan kata mereka tiba tiba suara senior mereka terdengar kembali.
“ elina , zalinaa.”
“ haiss bajingan itu , cepat lari lagi “ tukas elina
Mereka kemudian berlari tanpa menghiraukan apapun hingga mereka menemukan tangga kebawah yang naasnya karena gelap dan becek mereka terpeleset dan jatuh dari tangga , membentur sesuatu membuat kepala mereka berdarah hingga tergeletak tak sadarkan diri .