Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 63



" Astaga Mia, apa yang sedang kamu lakukan?" Bob yang baru saja kembali dari toilet tampak terkejut saat melihat Mia yang sedang terduduk di lantai dengan menekuk ke dua lutut nya dan wajah nya yang ia tenggelamkan di sana untuk menetralisir rasa pusing yang tiba - tiba menghantam kepala nya.


" Ah, kak Bob kamu sudah kembali he he" Mia nyengir dengan mata yang sayu kepada Bob. " Aku meminum soda ini, tapi kepala ku menjadi pusing. Aneh bukan?" Mia berkata seraya mengangkat botol minuman yang tadi dia minum.


" Ini, astaga Mia. Ini bukan soda" Bob merebut botol minuman yang di pegang oleh Mia. " Bisa mati aku, kalau mas Roy tahu" Bob berwajah panik." Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Bob mulai berjalan mondar - mandir dengan wajah yang sangat panik.


" Ish, kakak bisa diam tidak? Kakak membuatku semakin pusing saja!" Mia mendengus kesal seraya berusaha untuk berdiri namun terjatuh lagi karena merasa lemas. " Aih, berdiri saja aku tidak bisa. Bagiamana aku mau mengejar cintaku" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Kamu yang diam, gara - gara kau aku bisa terkena bencana dari paman mu. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Bob memandang gadis yang kini terus meracau dengan sesekali tertawa dan juga menangis. " Aih, aku bisa gila!" Bob mengacak rambut nya frustasi.


Bob sangat frustasi dengan keadaan ini, di satu sisi dia harus bekerja dan tidak mungkin membiarkan bar begitu saja apa lagi Roy sedang pergi karena ada urusan. Walaupun ada pekerja yang lain nya tapi Bob tidak mungkin meninggalkan mereka sendiri tanpa pengawasan nya. Bob juga tidak mungkin membiarkan Mia dalam keadaan seperti itu sendirian.


Seperti sat ini, baru saja Bob meninggalkan Mia sebentar untuk melayani seorang pengunjung saja. Mia sudah menghilang dari belakang nya.


" Oh God, kemana dia pergi?" Bob terburu - buru mencari keberadaan Mia yang pasti tidak akan jauh dari sana karena berjalan saja tidak benar, jadi tidak mungkin dia bisa berlari.


Bob mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru bar dan akhir nya dia pun menemukan sosok yang dia cari. " Sedang apa dia di sana" Bob melangkahkan kaki nya menghampiri gadis yang dia cari . Namun Bob terhenti seraya membulatkan bola mata nya saat melihat siapa yang sedang bersama nya.


" Lepaskan tangan mu dari nya!" Bob menatap tajam pada pria yang saat ini sedang menahan tubuh Mia yang hampir terjatuh.


" Eh ka Bob, lihat siapa yang ada di sini? Pak guru mesum menyebalkan" Mia meracau tidak jelas. Bob langsung menarik tangan Mia agar menjauh dari pria itu yang tak lain adalah Devan.


" Kamu yang harus melepaskan nya! Apa yang kamu lakukan pada nya sampai dia seperti ini?" Devan menahan tangan Mia yang satu nya.


" Lepaskan, kalau kami tidak bertemu dengan mu dan calon istri mu tadi siang. Mia tidak mungkin sampai salah minum seperti ini" Bob masih keukeuh menarik tangan Mia.


" Apa maksud mu? Bagaiamana bisa dia salah minum? Dan siapa calon istriku, siapa yang mau menikah?" Devan kembali menarik tangan Mia. Sampai akhir nya terjadi lah tarik menarik tangan Mia.


" Aish, hentikan! Aku jadi semakin pusing" Mia melepaskan tangan nya dengan kasar dari cengkraman ke dua pria yang tadi menarik ke dua tangan nya lalu kemudian dia memegang kepala nya yang terasa berdenyut.


" Dia bukan calon istri mu? Jadi kamu tidak akan menikah?" Bob menatap Devan dengan tatapan menyelidik setelah tangan nya melepaskan tangan Mia.


" Dia tadi mengambil minuman nya sendiri saat aku sedang di toilet, biasa nya aku yang memberikan nya soda tapi tadi dia mengambil nya sendiri dan dia salah mengambil botol minuman yang berisi minuman yang mengandung alkohol. Sehingga terjadi lah seperti ini" Bob mengangkat ke dua bahu nya.


" Ish, kau ceroboh sekali!" Devan mendengus kesal. " Kalau begitu biar aku membawa nya pulang" putus Devan pada ahkir nya.


" Kalau saja ada yang bisa menggantikan ku, aku tidak akan membiarkan mu membawa nya. Tapi karena aku tidak tahu harus berbuat apa, kali ini aku mengizinkan mu. Jangan apa - apakan dia, ingat itu!" Bob berkata dengan nada mengancam.


" Ish, lagi pula apa yang akan aku lakukan pada nya" Devan pun langsung membawa Mia yang masih saja meracau tidak jelas dan membawa nya ke dalam mobil milik nya.


" Aih, kenapa kamu bisa salah minum dan sampai seperti ini?" Devan menatap Mia yang masih sesekali tertawa khas orang mabuk setelah dia di dudukan oleh Devan di samping kursi kemudi. " Aku tidak mungkin membawa nya ke kontrakan nya, bisa heboh lingkungan di sana kalau melihat Mia seperti ini" gumam Devan seraya menancap gas mobil nya membelah jalanan ibu kota yang mulai lenggang karena hari yang sudah larut.


Setelah mengemudi selama beberapa manit, akhir nya mobil Devan terparkir dengan rapi di tempat parkir sebuah apartemen mewah di tengah ibu kota.


Ya, Devan memutuskan untuk membawa Mia ke apartemen nya saja karena dia tidak mungkin membawa nya ke kontrakan Mia dengan keadaan Mia yang terus meracau tidak jelas dengan suara keras. Terkadang Mia menangis, terkadang Mia tertawa dengan ucapan - ucapan yang tidak penting.


Devan memanggul Mia pada pundak nya seperti membawa karung beras untuk membawa nya ke apartemen nya yang berada di lantai lima. Devan pun menjatuhkan tubuh Mia dengan pelan di atas sofa yang ada di ruang tengah apartemen Devan karena Mia terus saja memberotak selama di panggul oleh Devan.


" Lepaskan aku penculik, jangan menculiku!" Mia teeus berteriak seperti itu walaupun dia sekarang sudah di turunkan oleh Devan.


" Aku sudah melepaskan mu, apa kamu tidak merasakan nya?" Devan memutar bola mata nya malas seraya menghempaskan tubuh nya di samping Mia dan bersandar di sandaran nya dengan posisi setengah berbaring. Sungguh dia sangat lelah saat ini setelah dia membawa tubuh Mia tadi.


" Eh, oh iya ya he he" Mia nyengir kuda. " Eh tunggu dulu, apa kamu yang menculiku?" Mia mendekatkan wajah nya pada wajah Devan agar dia bisa lebih jelas melihat wajah pria yang ada di hadapan nya. " Kenapa wajah mu mirip dengan pak guru mesum menyebalkan itu" Mia menelisik wajah Devan dengan jarak yang sangat dekat membuat jantung Devan berdetak dengan sangat cepat apa lagi Mia sekarang duduk di pangkuan Devan dengan posisi berhadapan.


Glek


Devan menelan saliva nya dengan susah saat mata nya tertuju pada bibir Mia yang berwarna merah muda dan terlihat sangat menggoda bagi diri nya. Apa lagi saat ini posisi tubuh Mia relatif bisa membangunkan jagoan nya yang sudah tertidur dalam waktu yang cukup lama.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏