
Sementara Kenzi sangat pusing mencari keberadaan Yemi, di salah satu toko boneka tampak seorang gadis yang memandang sebuah boneka yang terpajang di etalase toko.
" Waw, bagus sekali! Uncle aku ingin yang ini ya!" Gadis itu menunjuk sebuah boneka beruang berukuran sedang berwarna coklat yang tampak memegang sebuah hati di tangan nya tanpa menolehkan pandangan nya.
" Uncle!" Gadis itu yang tak lain adalah Yemi langsung menoleh kan pandangan nya saat merasa tidak ada jawaban dari orang yang dia ajak bicara. Namun saat Yemi menoleh dan mengedarkan pandangan nya, dia tidak menemukan orang yang dia cari di mana pun.
" Uncle, uncle Ken dimana?" Yemi berteriak dengan bibir yang terlihat bergetar menahan tangis. Yemi merasa kaget dan juga panik saat mengetahui uncle Ken nya yang tadi datang bersama nya tidak ada di samping nya, apa lagi tempat ini merupakan tempat asing bagi Yemi karena baru pertama kali ini dia mendatangi nya karena dia tadi melihat boneka itu dan meminta Kenzi untuk turun di daerah sana. Namun ternyata Yemi malah terpisah dengan Kenzi saat Yemi berhenti karena melihat boneka itu sedangkan Kenzi yang berjalan sambil menerima telpon dari seseorang tidak menyadari kalau Yemi sudah berhenti di depan toko boneka itu.
Yemi pun berjalan ke arah dari mana tadi dia datang sambil terus berteriak memanggil uncle nya dengan air mata yang sudah mulai menetes.
" Uncle Ken dimana? Aku takut" Yemi terus berjalan di antara lalu lalang banyak nya orang sambil mencari keberadaan uncle Ken nya.
Bruukh
Yemi yang berjalan tanpa melihat ke depan pun akhir nya menabrak seseorang sampai diri nya terpental dan jatuh bengan bok ong nya mencium trotoar yang sangat keras.
" Aw, sakit!" Yemi memegang bagian belakang nya yang terasa sakit masih dalam posisi yang sama. " Uncle, uncle di mana? Hiks hiks" Yemi menangis tersedu - sedu.
" Maaf, kamu tidak apa - apa gadis kecil?" Tampak seorang pria yang lebih muda dari Kenzi mengulurkan tangan nya pada Yemi, pria itu tampak merasa bersalah karena tak sengaja telah menabrak gadis kecil yang ada di hadapan nya.
Yemi mendongakan kepala nya menatap pria yang kini mengulurkan tangan nya. " Aku tidak apa - apa, aku ingin bertemu dengan uncle hiks hiks" Yemi menerima uluran tangan pria itu dan bangkit dari posisi jatuh nya tadi dengan tubuh yang bergetar seiring isak tangis yang keluar dari bibir nya.
" Uncle, apa kamu kehilangan keluarga mu?" Pria itu menatap Yemi dengan dahi yang mengkerut sedangkan Yemi masih saja menangis. " Baiklah, aku akan membantu mu mencari nya. Jadi berhenti lah menangis!" Pria itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Alfaro , siapa nama mu?" Pria itu kembali mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.
" Yemi" Yemi membalas uluran tangan Alfaro seraya menghapus air mata nya dan berusaha menghentikan tangis nya. " Aku panggil kak Alfa, boleh ya?" Yemi nyengir kuda. Alfaro pun menganggukan kepala nya dengan senyum manis di bibir nya.
Saat itu Alfaro sudah berada di Indonesia selama lima hari dan dia masih belum mendapatkan tempat tinggal apa lagi pekerjaan di sana. Alfaro masih tinggal di jalanan dan makan seadanya menggunakan uang yang dia bawa dari Singapura yang sudah hampir habis karena Alfaro menghabiskan uang yang tidak seberapa besar itu menginap di hotel mewah saat malam pertama diri nya menginjakan diri di kota Jakarta.
Alfaro akhir nya menemani Yemi mencari Kenzi saat itu sambil tangan nya yang di pegang erat oleh Yemi karena Yemi takut akan kembali terpisah dengan Alfaro dan sendirian lagi.
Setelah lama berjalan akhir nya Yemi melihat uncle Ken nya sedang berjalan ke arah nya seraya celingak - celinguk mencari sesuatu, seperti nya dia sedang mencari diri nya.
" Siapa kau? Lepaskan tangan mu dari dia!" Kenzi menghempaskan tangan Alfaro yang sedang menggandeng tangan Yemi dengan kasar dan mencengkram kerah baju Alfaro dengan keras.
" Hey santai, apa dia keponakan mu tuan? Tadi aku menemukan nya sedang menangis mencari mu!" Alfaro berusaha melepaskan cengkram tangan Kenzi dari kerah pakaian yang di pakai nya.
" Dia menangis?" Kenzi melepaskan cengkraman nya dan langsung menunduk untuk melihat keadaan Yemi. " Are you oke?" Kenzi berwajah cemas
" I' am oke uncle" Yemi menganggukan kepala nya seraya tersenyum manis pada Kenzi." Yemi merasa bahagia karena sudah bertemu kembali dengan uncle nya itu.
" Makan nya anda harus menjaga keponakan anda dengan baik, jangan sampai kehilangan nya seperti tadi. Untung saja dia tidak bertemu dengan orang jahat tadi" Alfaro merapikan kembali pakaian nya yang sempat acak - acakan setelah tadi Kenzi mencengkram kerah nya.
" Terima kasih, dan maafkan aku atas sikap ku barusan" Kenzi berkata dengan serius.
" Sama - sama, dan aku bisa mengerti kekhawatiran mu pada keponakan mu" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya. " Baiklah gadis kecil, aku pergi dulu! Jangan sampai kamu terpisah lagi dengan uncle mu ini ya!" Alfaro mengacak rambut Yemi dengan gemas.
" Em, terima kasih kak Alfa" Yemi menganggukan kepala nya dengan senyum manis di bibir nya. Alfaro pun pergi berlalu dari hadapan Kenzi dan Yemi, dia merasa sudah tidak ada guna nya dia di sana karena Yemi juga sudah bertemu kembali dengan uncle nya.
Setelah itu Kenzi membelikan boneka yang di inginkan oleh Yemi sebagai hadiah ulang tahun Yemi dari nya setelah Yemi mengajak Kenzi ke toko tadi dan menunjukan boneka yang diinginkan nya tadi.
Flash back off
" Aish, aku hampir lupa ada kejadian seperti itu" Yemi menepuk jidat nya sendiri dengan pelan. " Tapi bagaimana bisa kak Alfa bekerja dengan uncle?" Yemi memang tidak tahu bagaimana Alfaro bisa bekerja dengan Kenzi saat itu.
" Tiga hari setelah kejadian itu, aku tidak sengaja melihat dia sedang tidur di trotoar jalan dekat apartemenku saat aku pulang bekerja. Karena aku tidak tega, dan aku juga belum berterima kasih dengan benar setelah kejadian itu, maka aku mengajak nya tinggal bersama ku. Dan ternyata dia lumayan mengerti dengan urusan perusahaan, jadi aku yang saat itu sedang mendirikan perusahaan ku sendiri pun mengajak Alfaro untuk membantuku sebagai bayaran aku memberikan tempat tinggal untuk nya" Kenzi menjelaskan dengan santai nya.
" Ya, aku ingat saat itu bos menyuruhku bekerja sebagai bayaran atas makanan dan tempat tinggal yang kau berikan" Alfaro mengingat kembali masa sulit di mana dia bertemu dengan Kenzi dan di berikan tempat tinggal dan makanan dengan syarat agar diri nya mau membantu Kenzi mendirikan perusahaan nya.
Dan seiring berjalan nya waktu, perusahaan yang di dirikan oleh mereka menjadi sukses dan Kenzi pun membelikan sebuah apartemen untuk Alfaro yang sampai saat ini dia tempati.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏