Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 132



" Wah lucunya, apa aku boleh menggendong nya?' Simi menatap baby Yuichi yang sedang terlelap dalam box bayi dengan mata yang berbinar.


" Tidak boleh! Dia baru saja tertidur" jawab Kenzi dengan tegas membuat Simi mengerucutkan bibir nya tajam.


" Nanti kalau sudah bangun kamu boleh menggendong nya" Sambung Yemi saat melihat wajah Simi yang mengerucut tajam.


" Tapi hanya sebentar!" Tambah Kenzi lagi.


" Cih, uncle ini sangat pelit" Simi mendengus kesal.


" Terserah aku, itu adalah anak ku. Kalau kamu ingin menggendong nya lama - lama, kamu minta pada Alfaro segera memberi mu anak sana!" jawab Kenzi dengan enteng nya.


" Om, kita buat bayi lucu yang seperti ini ya?" Simi menatap Alfaro dengan puppy eyes nya.


" Baiklah, berarti kita harus berusaha lebih keras lagi malam ini!" Alfaro mengerlingkan mata nya seraya merangkul pundak istri nya dengan mesra.


" Astaga, seperti nya aku salah bicara" batin Simi menelan saliva nya susah. Bekerja biasa saja lebih dari satu ronde setiap malam nya, apa lagi bekerja lebih keras sudah di pastikan Simi akan sulit bangun keesokan pagi nya setelah malam yang penuh perjuangan itu.


" Selamat berjuang!" Yemi mengepalkan tangan nya ke atas memberi semangat pada Simi, namun yang di beri semangat malah terlihat lesu dengan wajah yang memucat membuat Yemi dan Kenzi terkikik geli melihat pasangan itu.


Ceklek


Pintu ruangan Yemi kembali terbuka dan kali ini terlihat Mia dan Devan yang memasuki ruangan itu dengan membawa kantong plastik di tangan nya.


" Simi, kalian sudah sampai?" Mia langsung memeluk Simi dengan girang nya.


Tadi saat Simi dan Alfaro datang, Mia dan suami nya Devan sedang pergi membeli makanan untuk mereka dan untuk Kenzi dan juga Yemi. Jadi Mia sama sekali tidak melihat kedatangan Simi dan Alfaro tadi.


" Kami baru saja datang, kamu yang dari mana sampai tidak tahu kedatangan kami" ucap Simi setelah melepaskan pelukan di antara ke dua nya.


" Kami membeli makanan tadi, tapi karena kami tidak tahu kalau kalian juga sudah di sini jadi kami hanya membeli untuk Yemi dan uncle Kenzi saja" Mia mengangkat kantung plastik di tangan nya.


" Ish, kalian kejam sekali! Apa kalian tidak tahu perjalanan dari Singapura itu sungguh melelahkan dan membuat kami lapar" Alfaro menimpali dengan wajah yang ia buat terlihat kesal.


" Kami ragu makanan kami apakah masih cocok di lidah kalian yang sudah terbiasa dengan makanan Singapura" ucap Devan dengan kekehan di akhir kalimat nya. " Apa kabar tuan muda?" tambah Devan lagi seraya membungkukkan badan nya sedikit seperti pelayan kerajaan yang membungkuk hormat pada pangeran.


" Aku baik, bagaimana dengan pak guru sendiri?" Alfaro ikut terkekeh dan mereka pun saling mengulurkan tangan dan bersalaman seraya saling memeluk dan menepuk punggung masing - masing.


Oek oek oek


Di tengah percakapan yang sedang keenam orang yang sudah lama tak bertemu itu tiba - tiba baby Yuichi bangun dari tidur nya dan menangis dengan keras. Mungkin baby Yuichi merasa terganggu dengan kebisingan yang di buat oleh mommy dan para aunty nya apa lagi daddy dan uncle nya juga tak kalah heboh memperbincangkan tentang urusan pekerjaan mereka.


" Lihatlah apa yang kalian lakukan! Baby Yuichi terganggu karena kalian sangat berisik" Kenzi mengambil baby Yuichi dari box nya dan menimang nya sampai akhir nya baby Yuichi kembali tenang.


" Bolehkah aku menggendong nya?" Tanya Simi dengan penuh harap.


" Baiklah tapi sebentar saja" Kenzi pun menyerahkan baby Yuichi pada Simi. Dan dengan senang hati Simi menerima nya.


" Lihatlah, dia sangat lucu!" Ucap Mia yang ikut melihat baby Yuichi dengan mata yang berbinar. Kini Simi duduk di kursi yang ada di samping blankar tempat Yemi berada dan Mia berdiri di samping nya. " Kapan dalam perut ku juga ada baby lucu seperi ini ya" tambah Mia lagi sambil tangan nya mengusap pelan perut nya dengan wajah yang agak sendu.


" Pasti secepat nya, kita sama - sama berdo'a pada Tuhan agar kita berdua cepat mendapatkan momongan. Tuhan pasti akan mengabulkan permohonan kita jika kita berdo'a dengan tulus" jawab Simi dengan nada penuh harap.


" Aamiin" jawab Mia dan Yemi bersamaan.


"Cih, memang baru kemarin kita lulus SMA. Kamu sudah berasa tua aja" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Oh iya ya, aku lupa!" Yemi nyengir kuda.


" Itu karena kamu nikah nya pas masih sekolah, jadi berasa lebih tua kan apa lagi kamu hamil juga pas lulus sekolah " Simi ikut menimpali.


" Atau mungkin karena suami kamu yang sudah tua" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, seperti suami mu masih muda saja" balas Yemi dengan nada mengejek nya.


" Sudah lah, sesama istri para suami tua jangan saling mengejek! Aku saja yang merasa, santai - santai saja" jawab Simi dengan enteng nya.


" Kamu benar, kita sama - sama menikah dengan hot uncle. Aku tidak pernah menyangka sebelum nya" Mia kembali terkekeh. " Dulu aku sering mengejek Yemi yang jatuh cinta pada pria tua seperti uncle Ken, dan sekarang ternyata aku juga menikah dengan pria tua" tambah Mia lagi mengingat masa lalu nya.


" Siapa yang kau sebut pria tua sayang?" Devan tampak mendekati Mia dan merangkul mesra pundak istri kecil nya.


" Ya, kalian sedang membicarakan siapa huh?" Kenzi pun mendekati Yemi dan duduk di pinggir blankar seraya merangkul mesra pundak Yemi.


" Apa kalian sedang menggosipkan para suami kalian hem? Alfaro juga mendekati Simi dan merangkul mesra istri kecil nya.


" Kamu memang sudah tua pak, apa kamu masih tidak mau mengakui nya?" Mia memutar bola mata nya malas.


" Dan kami memang membicarakan kalian, para hot uncle yang akhir nya menjadi suami kami" Yemi terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.


" Ya, kami tidak menyangka bahwa kami yang masih unyu - unyu ini bisa menikah dengan pria yang umur nya jauh dari kami" Simi menambahkan.


" Jadi, apa kalian bahagia hidup dengan para hot uncle ini?" Kenzi mengerlingkan mata nya pada Yemi dan melayangkan kecupan pada kepala Yemi.


" Ya, apa kalian bahagia? Dan hot uncle ini juga bisa memuaskan kalian dalam hal apa pun iya kan?" Alfaro tersenyum menggoda pada Simi.


" Saking memuaskan nya, kami para istri sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam dan tidak bisa bangun dari tempat tidur kami di pagi hari" Simi mendengus kesal membuat tawa para pria pecah .


" Itu adalah salah satu bukti kami kalau kami yang sudah tua, bisa membuat kalian para istri kecil kami merasa puas pada kami dan tidak ada kesempatan untuk kalian berpaling pada pria yang lebih muda dari kami" jawab Devan seraya menghentikan tawa nya.


" Bagaimana kami bisa berpaling kalau di sisi kami sudah ada hot uncle yang tampan, gagah dan mapan seperti kalian" ucap Yemi sambil terkikik geli.


Obrolan pun berlangsung seru dan juga lama di antara ke tiga pasangan berbeda umur itu, sampai hari pun mulai sore dan dua pasangan mulai meninggalkan ruangan Yemi untuk pulang ke apartemen mereka masing - masing meninggalkan Kenzi dan Yemi sendirian bersama dengan Yuichi yang sudah tertidur pulas di dalam box bayi.


" Terima kasih uncle mau menjadi suami ku dan mencintaiku" Yemi menatap serius pada Kenzi. Saat ini Kenzi sedang duduk di samping Yemi yang juga sedang duduk bersandar pada kepala blankar yang di angkat.


" Aku juga berterima kasih karena kamu tidak menyerah pada ku dan mencintaiku dari dulu sampai sekarang. Aku adalah pria paling beruntung di dunia ini karena mendapatkan cinta dari mu, aishiteiru" Kenzi mencium kening Yemi dengan mesra dan turun pada bibir manis Yemi yang selalu menjadi candu bagi nya itu. Sesaat ke dua bibir itu saling bertaut dalam waktu yang tak lama karena takut has rat ke duanya muncul di saat yang tidak tepat itu.


Sungguh Yemi tak menyangka kehidupan cinta nya bisa berakhir bahagia seperti ini. Yemi yang sejak dulu selalu mengharapkan cinta dari uncle Ken nya dan berharap uncle Ken nya mau melihat dan menyentuh nya sebagai wanita dan bukan sebagai anak kecil akhir nya bisa terwujud berkat cinta Yemi yang begitu kuat terhadap Kenzi dan bisa menembus dinding tebal di hati Kenzi dan bahkan kini Kenzi sangat mencintai nya lebih dari cinta nya pada Kenzi sejak dulu.


Kejarlah cinta kalian selama kalian bisa mengejar nya, namun jika kalian merasa lelah dan tak ada harapan lagi ingatlah untuk berhenti. Yakinlah Tuhan sudah menyiapkan jodoh dan kebahagiaan kalian yang mungkin kalian tidak menyangka nya sama sekali.


🌸**TAMAT 🌸


Terima kasih yang sudah jadi pembaca setia kisah Yemi dan Kenzi sampai akhir. Terima kasih juga atas semua dukungan dan semangat kalian untuk karya ini. I Love You🥰🥰


Jangan lupa mampir di karya author yang lain nya dan tunggu cerita terbaru dari autor yang mungkin beberapa hari lagi akan rilis. Masih dalam persiapan judul dan alur cerita nya. Terima kasih🙏🙏**