There Is Love Between A Tragedy

There Is Love Between A Tragedy
Episode 6



PENYAMBUTAN


*****


Langit jingga disore itu dihiasi dengan sebuah helikopter milik tentara angkatan darat yang telah siap untuk mendarat. Angin yang berhembus kencang membuat rambut Alana berterbangan, hingga ia kesulitan melihat pemandangan yang ada didepannya.


Para relawan itu terpana melihat sekelompok pria tampan memakai seragam tentara turun dari helikopter itu. “Uwuw itu terlihat keren ! Aku seperti menyaksikan sebuah drama korea yang viral itu secara langsung.” Ucap Dikta yang masih berkutat dengan kekagumannya.


“Selamat sore ! Selamat datang dibatas kota J, Saya Kapten Devano Leonard ditugaskan untuk menjemput kalian semua. Kami  memberikan waktu selama dua puluh menit untuk memindahkan barang barang bawaan kalian kedalam tas yang telah kami sediakan.”


Para tentara angkatan darat yang lainnya, memberikan sebuah tas besar yang menjadi ciri khas tentara, kepada para relawan itu, termasuk untuk Professor Kimberly dan para mahasiswanya. Namun Alana tidak menjawabnya, ia telah masuk kedalam dunia mimpi, suara dengkuran halus telah keluar dari mulutnya, membuat professor Kimberly dan Dikta menggeleng gelengkan kepalanya.


 


Setelah selesai semuanya mereka segera bergerak menuju helikopter yang akan membawa mereka. Angin yang cukup kencang membuat syal yang melekat dileher Alana terbang ketika ia telah sampai dipintu masuk helikopter itu.


Alana ingin turun lagi untuk mengambilnya, namun desakan dari para relawan yang masuk dengan terburu buru, membuat gadis itu terdorong kedalam tanpa bisa keluar lagi.


Para tentara itu berjalan menuju helikopter, namun secara tak sengaja kapten Devano menginjak sebuah syal berwarna merah, ia meraih syal itu, dan mengalihkan pandangannya kearah kiri dan kanan, mencoba mencari sang pemilik, namun ia tak menemukan siapapun.


“Kapten Ayo !” Ucap Sersan William kepadanya.


Devano segera masuk kedalam helikopter itu, seraya membawa syal itu, dan menitipkannya kepada sersan William.


*****


 


Barak itu dibagi menjadi dua bagian, Alana tidur bersama dengan professor Kimberly, sedangkan dibarak yang satunya lagi ditempati oleh Andrean, Kenan, dan Dikta.


“Ckh ! Dikta aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu ! sebaiknya kau beristirahat karena mulai besok kita harus bangun pagi.” Ucap Alana yang langsung terlena dengan alam mimpinya.


Professor Kmberly yang dapat menebakbahwa akan terja peperangan suara diantara kedua manusia itu langsung meninggalkan barak tersebut, memberi kesempatan untuk Alana dan Dikta beradu pendapat.


“Hey ALANA ! Kau bahkan belum membersihkan wajah mu, dan mengganti pakaian mu ! Wanita apa yang sangat jorok seperti ini ! Hey BANGUN !” Teriak Dikta.


“Tentu aku wanita normal ! Tapi kau bukan lah pria yang normal DIKTA ! Pria mana yang selalu berusaha untuk mempercantik diri !” Teriak Alana.


“Nona ! Itu bukan mempercantik diri tapi menjaga kebersihan diri. Tolong digaris bawahi !” Tegas Dikta lagi.


Namun Alana tidak menjawabnya, ia telah masuk kedalam dunia mimpi, suara dengkuran halus telah keluar dari mulutnya, membuat professor Kimberly dan Dikta menggeleng gelengkan kepalanya.Namun Alana tidak menjawabnya, ia telah masuk kedalam dunia mimpi, suara dengkuran halus telah keluar dari mulutnya, membuat professor Kimberly dan Dikta menggeleng gelengkan kepalanya.


 


“Sudahlah Dikta ! Sekeras apapun kau berusaha gadis itu tidak akan bangun dari tidurnya.Biarkan dia tertidur, agar besok pagi kita tidak perlu repot repot membangunkannya.” Ucap Kenan yang baru saja datang.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hallo readers 😂


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, vote, rate bintang 5, and share. Terimakasih 🙏🙏😘