
Professor Kimberly telah meninggalkan laboratorium itu. “Mengapa kau menutup mulutku hingga menghentikan pertanyaan ku Alana ?” Ucap Dikta setelah Alana berhenti menutup mulutnya.
“Kau ingin profesor Kim menghapus namamu dari tim ini Dikta ?” Ucap Andrean.
“Apa maksud mu ?” Ucap Dikta tak terima.
“Hmm Akan aku usahakan.” Ucap Andrean yang paham maksud Kenan.
Andrean segera mengambil ponselnya, dan menggulir kontak teleponnya, mencari cari nama seseorang.
“Halo Leo ?” Ucap Andrean ketika panggilannya berhasil.
“Ya Andrean ! Ada apa ?” Ucap seseorang yang berada dipanggilan itu.
“Bisakah kau mengirimkan nomor Helen untukku ?” Ucap Andrean.
“What? Apa aku tidak salah mendengarnya sob ? Kau meminta nomor Helen ?" Ucap pria itu.
“Sudahlah jangan banyak tanya ! Cepat kirimkan nomor Helen.” Ucap Andrean tegas.
“Baiklah, tapi hal ini tidak gratis sob !” Ucap pria itu dengan nada yang penuh dengan permintaan.
“Hmm aku faham maksudmu, tenanglah aku akan mentransfernya dengan segera. Tapi ingat ! Aku butuh nomor itu sekarang juga.” Ucap Andrean.
“Oke Sob ! Senang bekerjasama dengan mu !” Jawab pria itu.
Andrean segera mematikan panggilannya, dan mulai sibuk kembali dengan laptop dan buku bukunya.
""Triiiing !""
Handphone Andrean berbunyi, sebuah notifikasi pesan masuk keponselnya. Senyuman tipis mencuat dari bibir seksi nya. “Kau memang selalu bisa diandalkan Leo !” Gumam Andrean.
Andrean segera menghubungi nomor seseorang yang telah dikirim oleh Leo.
“Hallo ?” Bunyi Suara dari dalam handphone andrean.
“Hellen ?” Ucap Andrean dingin.
“Mengapa apa kau tidak menyukainya ?” Balas Andrean dengan seringai yang tak dapat dimengerti maknanya.
“Hmm tentu ini hal yang sangat aku tunggu, hanya saja.., aku sedikit ragu dengan mu.” Balas Hellen.
“Kau memang wanita yang cerdas Hellen ! Baiklah aku akan langsung keintinya. Aku melihat vidio mu sedang mewawancarai masyarakad didesa W, dan aku sedang membutuhkan beberapa informasi dari mu.” Ucap Ardhian.
“Ckh! Sudah kuduga kau akan mananyakan hal ini. Kau memang sangat berbeda dengan pria lain Andrean. Aku akan memberikanmu segala informasi yang kau butuhkan, tapi itu semua tidak gratis !” Ucap Hellen. “Terserah Hellen ! Namun kau harus memberikan segala informasi yang kuperlukan.” Ucap Andrean dengan nada pasrah.
“Berapa yang kau butuhkan ?” Tegas Andrean.
“Ckh, Aku tidak membutuhkan uang mu ! Aku hanya butuh dirimu sayang ! Bagaimana?” Ucap Hellen dengan seringai nakalnya, diujung telepon.
“Sial wanita ini benar benar dewi berhati siluman. Akan tetapi jika aku tidak menuruti permintaanya, aku tidak akan bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan.” Batin Andrean.
“Hmm baiklah, aku akan mengosongkan waktu ku untuk bertemu dengan mu setelah selesai kasus ini.” Ucap Andrean dengan terpaksa.
“No Andrean ! Itu terlalu lama.” Jawab Hellen.
“Apa maksudmu ?” Pekik Andrean.
“Aku ingin memberikan informasi itu secara langsung dengan mu, dan hati mu!” Ucap Hellen penuh penekanan.
“Ckh ! Oke aku akan bertemu langsung dengan mu untuk memperoleh informasi itu. Tapi untuk hati ! Apa kau gila Hellen ? Aku tak akan pernah membuka hatiku untuk siapapun !” Ucap Andrean tegas.
“Aku tau itu Andrean. Akan tetapi aku ingin kau mengijinkan ku untuk berusaha menaklukkan hati mu untukku.” Ucap Hellen.
“Terserah Hellen ! Namun kau harus memberikan segala informasi yang kuperlukan.” Ucap Andrean dengan nada pasrah.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hallo readers 😂
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, vote, rate bintang 5, and share. Terimakasih 🙏🙏😘