There Is Love Between A Tragedy

There Is Love Between A Tragedy
Episode 3



Hari ini sesuai jadwal yang diatur oleh Dikta, keempat mahasiswa itu akan bertemu dengan Hellen disebuah cafe yang telah ditentukan oleh Kenan. Mereka berempat telah duduk disebuah meja, dan siap untuk menggali informasi yang sangat mereka butuhkan dalam pemecahan kasus ini.


“Kau telah memberitahu reporter itu lokasi ini Andrean ?” Ucap Kenan seraya memeperhatikan jam tangannya.


“Tentu ! Akan tetapi aku tak yakin otaknya yang gila itu akan mampu datang kelokasi ini !” Jawab Andrean dengan santai.


“Ckh ! Berhenti menyebutnya gila Andrean ! Kita sedang membutuhkan bantuan darinya, dan aku tak yakin dia lebih gila dari mu !” Balas Dikta.


“Akan kupastikan kau akan menarik kata katamu setelah bertemu dengannya !” Tegas Andrean.


 


“Damn ! Wanita ini benar benar gila !” Batin Andrean kesal.


“Aku tidak akan mau memberikan informasi jika bukan dirimu yang menanyakannya langsung kepadaku sayang !” Ucap Hellen manja.


Alana yang merasa muak dengan tingkah menjijikkan dihadapannya itu langsung bangkit dari tempat duduknya.


“Sudahlah Andrean ! Biar aku saja yang memesankan minuman untuk wanita ini.” Ucap Alana mengalah.


Hellen tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil membuat Alana menjauh dari meja itu. “Hmm aku ingin pesan kopi sanger sama chesse cake!” Ucap Hellen kepada Alana.


“Hmmm oke tunggu sebentar !” Jawab Alana, dan segera berlalu menjauhi meja itu.


Alana melangkah menuju barista cafe itu untuk memesan kopi sanger sesuai dengan permintaan Hellen, setelah itu ia langsung bergerak kemeja pelayan untuk memesan chesse cake. Alana sangat faham dengan seluk beluk cafe ini, karena cafe ini merupakan tempat nongkrong Alana dan ketiga pria itu untuk berdiskusi atau hanya datang untuk melepas penat mereka.


Pesanan yang ia pesan pun telah siap. “Biar aku saja yang membawanya.” Ucap Alana kepada pelayan yang membawa nampan berisi chesse cake dan sanger kopi itu.


Setelahnya ia langsung kembali kemeja yang tadi ia tempati dengan membawa nampan berisi chesse cake dan sanger kopi, sesuai dengan permintaan Hellen tadi.


“Ini pesananmu nona ! Apa ada lagi yang kau perlukan ?” Ucap Alana bergaya bak seorang pelayan cafe.


Hellen menatap tajam kearah pesanannya itu. Sepertinya tatapannya penuh dengan ide-ide gila.


“Upps sepertinya aku salah menanyakan hal itu pada wanita ini.” Batin Alana.


“Hmm aku...." Ucap Hellen terpotong.


“Hellen ! Jika kau bertingkah aku akan memutuskan kerjasama ini,dan mencari narasumber lain.” Tegas Andrean memotong ucapan Hellen.


“Hey ! Kau memotong pembicaraan ku dan berburuk sangka terhadapku Andrean ! Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada wanita ini.” Pekik Hellen. Ia sangat pandai memutar kata katanya, padahal semua orang juga tau, jika Andrean tak memotong ucapannya, sudah pasti dia akan berbuat hal yang tidak tidak terhadap Alana.


Alana kembali duduk dibangkunya, dengan tersenyum tipis. “Kau baik-baik saja Alana ?” Tanya Kenan, ia bisa melihat perubahan mood Alana yang merasa kesal dengan tingkah wanita gila itu.


“Permintaan mu telah terpenuhi, dan sebaiknya segera kitamulai Hellen !” Tegas Andrean.


“Hmmm, Apa yang ingin kau ketahui ?” Ucap hellen santai seraya memasukkan chesse cake kedalam mulutnya.


Andrean mulai mengajukan pertanyaan pertanyaan yang telah dirangkum oleh Alana. Sedangkan Alana, Kenan, dan Diktan fokus untuk mencatat informasi yang diberikan oleh Hellen.


“Jadi menurutmu, virus ini memang ada kaitannya dengan perayaan yang dilakukan oleh masyarakat desa itu beberapa waktu lalu !” Tegas Dikta.


“Hmm, sepertinya !” Jawab Hellen.


“Apakah kau mengetahui apa yang mereka lakukan sewaktu perayaan itu, lebih spesifiknya lagi mungkin apa yang mereka makan ?” Tanya Kenan.


“Hmm, berdasarkan informasi yang aku peroleh, mereka memakan berbagai jenis hewan diantaranya ada ayam, sapi, bebek, dan bagi para remaja wanita diminta untuk meminum darah ular. Katanya sih untuk awet muda.” Jawab Hellen.


 


“Tentu masuk akal, karena kau tau ! Desa itu masih sangat primitif walaupun berada dipinggiran kota besar.” Tegas Hellen.


“Sudahlah jangan diperdebatkan lagi ! Hellen aku tunggu informasi selanjutnya darimu. Dan berhubung hari sudah sore sebaiknya kita lanjutkan obrolan ini ketika kau telah menemukan informasi yang lebih menarik lagi.” Ucap Andrean.


“Oke ! Kau tak ingin mengantarku pulang sayang ?” Tanya Hellen dengan percaya dirinya.


“Ckh ! Tidak akan pernah !” Balas Andrean.


“Tapi aku ingin kau mengantarkan ku pulang, atau aku tidak akan memberikan info lagikepadamu.” Ancam Hellen.


“Tidak bisa Hellen ! Aku harus segera kembali ke kampus !” Ucap Andrean.


“Tapi ...!” Bantah Hellen.


Namun Andrean tidak memperdulikannya, ia langsung mengikuti Alana dan Kenan yang telah pergi terlebih dahulu.


 


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hallo readers 😂


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, vote, rate bintang 5, and share. Terimakasih 🙏🙏😘