
Takao pergi ke tempat latihan untuk memenuhi janji nya barusan agar melatih Akira akan menjadi lebih kuat.
Dilain sisi ditempat latihan, Akira berlatih sendiri, Akira berlatih dengan boneka mainan, Akira melatih sihir elemen nya agar memiliki daya serang yang cukup kuat untuk memberikan luka yang cukup fatal untuk lawan serta melatih teknik berpedang nya juga yang masih terbilang tidak mempunyai teknik berpedang yang bagus.
"Lebih baik aku melatih sihirku dan melatih teknik berpedangku agar aku menang saat melawan tiga pemimpin lainnya, aku yakin tiga pemimpin lainnya memiliki kemampuan yang tidak jauh beda dengan Takao" kata Akira.
Akira mengeluarkan pedangnya tersebut, dan berlatih dengan boneka yang ada didepannya, saat Akira berlatih menggunakan nya tersebut datanglah Takao ketempat latihan sesuai yang telah dia janjikan, dan Takao langsung menegur Akira karena mengayunkan pedangnya secara sembarangan.
"Teknik berpedang macam apa itu Akira, jika kau mengayunkan pedang seperti itu, jelas orang lain bisa menyerang mu dengan mudah karena kamu memiliki banyak celah terbuka untuk diserang" Takao yang baru datang dan langsung menegur Akira.
"Takao, kamu akhirnya sudah datang" kata Akira.
"Tentu saja aku akan datang, bukankah aku sudah berjanji untuk melatih mu" ucap Takao.
"Tapi tidak ku sangka cara mu mengayunkan pedang sembarangan seperti itu bisa menekan ku dipertarungan kita sebelumnya, jika saja kamu tidak seperti itu menganyunkan pedang mu, mungkin hasil akhir nya berubah" kata Takao yang memberikan sedikit kritikan kepada Akira karena tidak percaya bahwa orang seperti Akira yang mengayunkan pedang sembarangan bisa menekan dia dipertarungan sebelumnya.
"Apakah ditempat mu sebelumnya tidak ada yang mengajari mu cara menggunakan pedang?" Takao bertanya dengan Akira.
"Tidak, itu karena saat aku telah mencapai usia 18 tahun, orang yang merawat saat aku kecil telah mati dibunuh oleh iblis lainnya saat aku berumur 7 tahun, dan karena itu aku berlatih sendiri hingga sekarang" kata Akira dan menceritakan sedikit masa lalunya saat masih kecil.
"Benarkah, tapi aku tutur perihatin dengan apa yang kamu alami dimasa lalu" kata Takao.
"Tidak masalah, dari pada membahas hal itu, lebih baik kamu latih aku sekarang bagaimana caranya menggunakan pedang dengan baik agar saat aku melawan pemimpin lainnya mungkin aku bisa menang" kata Akira yang langsung mengubah topik pembicaraan.
"Baiklah, aku akan memberikan tahukan caranya, kamu perlu melakukan hal-hal yang cukup dan tidak perlu menggunakan pergerakan yang sia-sia, aku akan mencontohkan nya kepadamu, dan kamu perhatikan apa yang aku lakukan" kata Takao.
"Baik, aku akan memperhatikan apa yang kamu contohkan" ucap Akira.
Takao mengeluarkan pedang nya tersebut, dan memberikan contoh kepada Akira cara mengayunkan pedang dengan benar tanpa ada melakukan pergerakan yang sia-sia.
Akira yang memperhatikan bagaimana cara Takao mengayunkan pedangnya tersebut sedikit kagum dengan apa yang dilakukan oleh Takao.
Saat Takao selesai memberikan contoh kepada Akira cara mengayunkan pedang dengan benar, Takao langsung menyuruh Akira mempraktekkan apa yang telah dia lihat barusan, dan Takao sendiri yang akan menentukan apakah Akira sudah melakukannya dengan baik atau tidak.
"Aku sudah memberikan contoh, saatnya kamu melakukan sendiri apa yang telah kamu lihat barusan" Takao menyuruh Akira melakukan apa yang telah dia lihat barusan.
"Baiklah, aku akan melakukannya sekarang" ucap Akira.
Akira melakukan apa yang telah dia lihat barusan, dan Takao terkejut dengan apa yang dilakukan Akira dia mempelajari apa yang dia lihat dengan sangat cepat.
"Bagiamana Takao?, Apa aku sudah melakukannya dengan benar?" Akira yang bertanya dengan Takao.
"Yah, kamu sudah melakukannya dengan benar, kamu mempelajari hal itu dengan sangat cepat, itu membuat ku terkejut" kata Takao.
"Benarkah?, Kalo gitu baguslah" ucap Akira.
Karena Takao terkejut melihat Akira, Takao mengusulkan untuk berlatih 1 lawan 1 untuk melakukan duel pedang.
"Yah, aku maunya seperti itu" kata Akira.
"Tapi kita hanya akan menggunakan pedang saja, tidak menggunakan sihir ataupun lainnya, dan kita juga akan menggunakan pedang biasa tidak menggunakan pedang masing-masing agar tidak memberikan luka yang serius saat latihan" kata Takao.
"Tidak masalah, toh ini juga hanya sebatas latihan" Akira setuju dengan apa yang dikatakan oleh Takao.
"Kalo gitu kita akan menyimpan pedang kita masing-masing dan mengambil pedang biasa untuk bertarung" kata Takao.
Akira dan Takao menyimpan kembali pedang mereka masing-masing, dan bertarung hanya dengan pedang biasa saja.
"Bagaimana kalo kita mulai sekarang" kata Takao.
"Yah" ucap Akira.
Mereka pun bertarung dengan menggunakan pedang biasa, dipertarungan ini Takao lebih mendominasi pertarungan karena lebih ahli dalam menggunakan pedang ketimbang Akira, dan Akira sedikit kesulitan.
"Ada apa Akira?, lakukanlah dengan benar" kata Takao.
"Berisik, ini aku sudah melakukan yang terbaik" Akira sedikit kesal karena dia kesulitan berhadapan dengan Takao.
Akira dan Takao terus melakukan serangan, mereka bertukar serangan tanpa henti, dan Akira cepat beradaptasi dalam pertarungan yang membuat pertarungan sedikit sengit, Takao yang menyadari hal itu memuji Akira dalam hatinya.
"Akira benar-benar hebat, dia bahkan bisa membuat pertarungan yang sebelumnya berat sebelah menjadi sengit seperti ini" Takao memuji Akira di dalam hatinya.
Mereka terus bertukar serangan, dan karena tidak mau berlama-lama, Takao langsung serius yang membuat dia menang.
"Semakin lama pertarungan ini akan merugikan ku, sebaiknya aku akhiri pertarungan ini sekarang" Takao berbicara dalam hati.
Karena tidak mau berlama-lama, Takao langsung menyerang dengan cepat yang membuat Akira kalah.
"Ini kemenangan untuk ku Akira" kata Takao.
"Sial, lagi dan lagi aku kalah" Akira kesel karena dia kalah lagi dengan Takao.
"Tidak masalah, kau mungkin bisa mengalahkan ku lain kali jika terus berlatih dengan benar" kata Takao.
"Aku akan menang lain kali" ucap Akira.
"Baiklah mari kita sudahi saja latihan hari dan kita lanjutkan besok pagi" kata Takao.
"Yah, aku juga sudah lelah" kata Akira.
Mereka pun selesai berlatih hari ini dan akan latihan lagi besok.
Besoknya tiba, Akira berlatih menggunakan pedang sendiri karena Takao sibuk dengan urusan yang lain, seminggu pun berlalu Akira akhirnya sudah bisa mengayunkan pedangnya dengan benar.