
Setelah kekacauan yang dibuat Akira, akhirnya membuat Takao keluar dari tempatnya dan akhirnya mereka ber dua bertemu dan saling bertatap mata.
"Siapa kamu?, dan apa alasan mu melakukan kekacauan di kastil ku" Takao bertanya kepada Akira.
"Akira, itu namaku, dan alasan aku membuat kekacauan dikastil itu adalah hasil dari tindakan bawahan mu sendiri yang menyerang ku terlebih dulu, padahal aku hanya ingin bertemu denganmu"
Akira menjawab pertanyaan Takao.
"Bertemu denganku?, buat apa bertemu denganku? aku saja tidak tau iblis dari mana asalmu"
"Aku ingin bertemu denganmu untuk mengajakmu duel denganku"
"Kau mengajakku untuk berduel?, Iblis seperti dirimu mencoba menantang ku yang menguasai salah satu dari empat bagian di alam semesta iblis, hanya karena alasan itu kau berani melukai bawahanku, sepertinya kau sudah bosan hidup"
Takao berbicara sambil marah ke Akira.
"Tidak bukan seperti itu, aku tidak berniat untuk menyerang bawahanmu, tapi bawahanmu lah yang menyerang ku terlebih dulu"
"Diam, bawahan ku menyerang pasti ada alasannya, kau kesini untuk menantang ku, baiklah aku akan melawan mu dengan senang hati, tapi sebelum itu kau harus merasakan apa yang dirasakan oleh para bawahan ku"
Saat Takao selesai berbicara, Takao mulai menyerang Akira.
"Cobalah tahan serangan ini, jika kamu menahannya aku akan memaafkan tindakan mu terhadap bawahan ku"
"Baiklah aku akan mencoba menahannya"
Setelah pembicaraan ke dua nya selesai, Takao langsung melancarkan serangannya ke arah Akira, dan Akira mencoba menahan serangan tersebut.
"Arghh, api ini panas, tapi aku harus mencoba menahannya"
Akira berbicara dalam hati.
"Lumayan, kau berhasil menahan api ku hanya dengan tangan kosong, baiklah aku akan menerima tantangan mu seperti yang sudah ku janjikan"
Akira berhasil menahan serangan api dari Takao, dan Takao akhirnya menerima tantangan Akira untuk berduel.
"Kapan kau mau bertarung?" Takao bertanya ke Akira.
"Besok, bagaimana dengan besok, apa kamu siap?, tempat nya kamu saja yang tentukan"
"Baiklah besok, di kota sebelah yang sudah tidak terpakai, aku akan menunggu disana"
"Baiklah, kau bisa tinggal disalah satu kamar di kastil ini"
"Yah itu bagus, terimakasih atas kebaikan mu"
Setelah pembicaraan selesai, Akira pergi ke kamar yang telah disiapkan dan Takao juga ikut pergi.
Keesokan harinya, hari pertarungan tiba.
"Kau terlambat, aku sudah menunggu mu dari tadi"
"Yah maaf maaf, aku ketiduran"
"Baiklah, bisakah kita mulai pertarungan nya?"
"Bisa, aku sudah siap dari awal, kalo gitu mari kita mulai saja pertarungannya sekarang"
Pertarungan antara Takao dan Akira pun akhirnya dimulia.
Pertarungan antara Akira dan Takao telah dimulai, mereka saling bertukar serangan satu sama lain, tapi Akira berhenti di tengah pertarungan karena merasa Takao tidak serius untuk bertarung dengannya.
"Berhentilah bermain-main Takao, lawan aku dengan serius" Akira tampak kesal karena Takao yang tidak bertarung dengan serius.
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, aku dari awal sudah bertarung dengan semua kemampuan ku" ucap Takao yang menjawab pertanyaan Akira.
"Hentikan omong kosong mu, aku tau bahwa kamu tidak bertarung dengan serius, karena kalo kemampuan mu hanya segini tidak mungkin kamu bisa menjadi pemimpin di wilayah barat" Akira terus bertanya kepada Takao.
"Tidak kusangka bahwa kamu bisa mengamati sampai segitunya, sepertinya aku meremehkan mu" Takao yang melanjutkan pembicaraannya.
"Lawan aku dengan serius Takao, keluarkan semua kemampuan yang kamu miliki, kalo tidak hari ini kamu akan mati disini" Akira yang tampak berbicara dengan serius.
"Baiklah kalo itu mau mu, aku akan melawan mu dengan semua kemampuan ku, tapi kamu jangan sampai mati duluan" Takao yang juga tampak serius.
"Majulah, aku akan melawan dengan semua kemampuan ku" Akira yang melanjutkan bicaranya.
"Baiklah, kalo gitu mari kita mulai lagi pertarungan kita"
Takao yang sudah mulai serius bertarung pun mengeluarkan aura nya yang membuat Akira menyadari bahwa Takao benar-benar iblis terkuat di wilayah barat.