The World'S First Demon Lord

The World'S First Demon Lord
chapter 11



Setelah Takao pergi dari tempat Shun, Takao pergi ke wilayah Baron untuk bertemu dengannya.


Ditempat kediaman Baron atau lebih tepatnya wilayah kekuasaan yang dipimpin oleh Baron yaitu wilayah bagian utara, Baron duduk di singgasananya karena membahas sesuatu dengan Hideo.


Baron adalah sosok pemimpin yang tegas dan tidak suka basa-basi dalam membahas sesuatu, setiap ada laporan atau pembahasan yang akan disampaikan Baron selalu bertanya langsung ke inti dari pembasahan tersebut, sedangkan Hideo adalah seseorang yang cukup ceria hal ini bertolak belakang dengan kepribadian Baron.


Baron bertanya kepada Hideo apa ada informasi tentang hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh pemimpin lain atau tidak dan Hideo menjawab.


"Apa ada hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh pemimpin lain atau tidak, Hideo?" Baron bertanya tanpa basa-basi.


"Tidak ada hal mencurigakan atau pergerakan yang dilakukan oleh pemimpin lain, tuan" Hideo yang menjawab pertanyaan dari Baron.


"Ah begitukah?, Kukira ada hal penting yang harus dilaporkan" kata Baron.


"Tidak tuan, tidak ada hal penting" kata Hideo.


"Kalo gitu pembasahan cukup sampai disini saja, aku akan kembali ke ruangan ku" kata Baron.


Tepat sebelum Baron pergi, Hideo langsung mengatakan bahwa Takao sedang bergerak menuju kemari dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Tunggu tuan, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan" kata Hideo yang mencegat Baron kembali ke ruangan nya.


"Ada apa, bukankah kamu mengatakan tidak ada hal yang penting? Baron bertanya.


"Itu benar tuan, tapi yang ingin saya sampaikan kali ini adalah Takao pemimpin wilayah barat datang kesini dengan kecepatan yang sangat cepat" kata Hideo yang memberi tahukan bahwa Takao sedang menuju kemari.


"Ha?, Ada urusan apa sih brengsek itu datang kemari?" Baron yang berniat pergi dan mengetahui hal itu seketika kesel.


"Saya tidak tau maksud kedatangan tuan Takao kesini, saya baru mengetahui nya juga setelah ada orang yang menjaga di sana melaporkan hal itu ke saya"


"Jika Takao datang kesini, suruh dia pergi, dan jika dia mencari ku bilang saja aku lagi tidak disini" kata Baron.


"Tapi tuan, bukankah itu......" kata Hideo.


"Hideo, akulah yang mempunyai keputusan disini bukan kamu" Baron memotong perkataan Hideo dan menatap tajam kearah Hideo.


Melihat Baron menatap tajam ke arah Hideo membuatnya gemetar seketika.


"Maafkan saya tuan, saya akan memberi tahukan apa yang anda sampaikan" kata Hideo.


"Hm" Baron pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Dilain tempat, Takao yang sedang menuju kemari dengan kecepatan tinggi akhirnya tiba ditempat Baron, dan bertemu dengan Hideo.


"Selamat datang tuan Takao" Hideo menyapa Takao dengan sopan.


"Ah Hideo, apa kabarmu baik?" Takao bertanya apakah Hideo baik atau tidak.


"Saya baik-baik saja tuan, terimakasih telah bertanya tentang saya" kata Hideo sambil berterimakasih kepada Takao.


"Ada urusan apa tuan Takao sampai datang kesini" Hideo melanjutkan berbicara dan bertanya kepada Takao.


"Aku kesini untuk bertemu dengan mu serta bertemu dengan Baron, apa dia ada disini?" Takao memberi tahukan maksud kedatangan untuk mencari Baron.


"Maaf tuan Takao, tuan Baron tidak ada disini dia mempunyai urusan diluar, dan belum kembali" kata Hideo dan memberi tahukan bahwa Baron tidak ada disini, yah walaupun itu adalah kebohongan.


"Benarkah?, Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat, kalo gitu aku titip pesan untuk Baron suruh dia datang ke pertemuan dalam 3 hari kedepan, pertemuan ini akan dihadiri oleh semua pemimpin termasuk tangan kanannya" kata Takao.


"Saya akan menyampaikan pesannya ke tuan Baron" kata Hideo.


"Baiklah, aku akan pergi kalo gitu" kata Takao yang berniat pergi.


"Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf" Hideo meminta maaf sekali lagi.


"Yah" kata Takao.


Takao pergi dari tempat Baron, Takao sebenarnya menyadari bahwa Baron ada didalam tapi dia tidak memaksa masuk dikarenakan ada Hideo, Hideo adalah orang yang melakukan apapun perintah yang disuruh oleh Baron dan apapun yang terjadi Hideo pasti melalui perintah tersebut,Takao yang menyadari itu tidak mau membuat Hideo kesusahan.


Kali ini Takao berniat pergi ke wilayah terakhir yaitu wilayah Hisashi yang berada dibagian timur.


Hisashi adalah pemimpin yang ceria tapi dalam situasi yang serius dia akan berubah menjadi seseorang yang berbeda, dia akan menanggapi hal-hal serius dengan serius juga, dan Hisashi mempunyai wakil pemimpin yaitu bernama Hitoru, berbeda dengan Hisashi, Hitoru selalu menanggapi semua nya dengan serius mau itu hal kecil atau hal besar.


Diwilayah timur Hisashi dan Hitoru sedangkan berbicara di ruang kerja, dan memberikan informasi kepada Hisashi bahwa diwilayah Takao terdapat orang yang baru pertama kali Hitoru lihat, yah orang itu bernama Akira.


Hitoru melaporkan hal ini kepada Hisashi dan mengatakan bahwa orang itu sedikit mencurigakan.


"tuan Hisashi, saya ingin melaporkan hal penting sekarang juga"


"Apa yang ingin kau laporkan?, Hitoru" Hisashi bertanya sambil mengemil sebuah camilan.


"tuan, saya melihat orang yang baru pertama kali saya lihat di wilayah barat" kata Hitoru.


"Benarkah?" Hisashi seketika berhenti dan langsung bertanya.


"Yah tuan, saat saya menyelidiki semua wilayah-wilayah pemimpin lain, saya melihat orang baru berada di wilayah barat" kata Hitoru.


"Dan sekarang tuan Takao sedang menuju kemari" ucap Hitoru.


"Bagus, kita akan bertanya kedapa Takao saat dia disini" kata Hisashi yang bersemangat.


"Sepertinya sebentar lagi akan ada hal yang menyenangkan" Hisashi berbicara dalam hati.


Setelah berbicara, Takao sudah ada wilayah Hisashi dan kali ini Hisashi dan Hitoru langsung menyambut Takao langsung.


"Lama tidak bertemu, Takao" Hisashi menyapa Takao.


"Yah, lama tidak bertemu Hisashi, kau tidak berubah sedikitpun" kata Takao.


"Hm, benarkah?" kata Hisashi.


"Masuklah, aku tau ada yang ingin kau sampaikan" kata Hisashi dan menyuruh Takao masuk.


Takao dan Hisashi masuk kedalam ruangan yang telah disiapkan untuk berbicara.


"Jadi apa yang membawa mu kemari, Takao?" Hisashi bertanya tanpa basa-basi.


"Aku kesini untuk memberitahu, bahwa 3 hari kedepan akan ada pertemuan dengan semua pemimpin dan akulah yang menjadi tuan rumahnya" kata Takao dan langsung memberitahukan tujuan nya.


"Sebelum aku menjawab itu, bisakah aku bertanya?" kata Hisashi.


"Silahkan, tanya apa saja yang ingin kau tanyakan" kata Takao.


"Siapa orang baru yang ada di wilayah mu?" Hisashi bertanya.


"Orang itu bernama Akira, aku tidak tau dia datang dari mana, dia datang ke wilayah ku dan menantang ku untuk bertarung" kata Takao.


"bertarung?" Hisashi bertanya.


"Yah, bertarung, orang itu bahkan hampir mengalahkan dalam pertarungan" ucap Takao.


"Itu bohong, kau pasti bercanda" Hisashi tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Takao.


"Benar, anda pasti bercanda tuan Takao, tidak mungkin ada orang yang hampir bisa mengalahkan anda kecuali pemimpin wilayah lain" kata Hitoru yang juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan Takao.


"Aku tidak berbohong, jika kau penasaran apakah yang kukatakan benar atau tidak kau bisa memastikannya 3 hari kemudian" kata Takao.


"Apa pertemuan ini ada kaitannya dengan orang itu?" Hisashi bertanya.


"Yah, aku membuat pertemuan ini untuk memperkenalkan dia kepada kalian" kata Takao.


"Itu saja yang ingin ku sampaikan, aku akan kembali ke wilayah ku sekarang" kata Takao dan berniat pergi.


"Haruskah saya mengantar anda pergi tuan Takao?" Hitoru bertanya.


"Tidak perlu, aku akan pergi sekarang" kata Takao.


"Sampai ketemu 3 hari kemungkinan" Takao pergi dan mengucapkan kata-kata terakhir.


Takao pergi dari wilayah Hisashi dan kembali ke wilayahnya sendiri.