
Setelah pertarungan mereka selesai mereka kembali ke kastil untuk memulihkan diri.
Setelah beberapa saat mereka berdua telah sampai ke kastil, Takao menyuruh Akira langsung ke kamarnya agar beristirahat untuk memulihkan energinya.
"Pergilah langsung ke kamarmu Akira, istirahat dan pulihkan energi mu kembali." Takao menyuruh Akira pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
"Baiklah, aku akan pergi ke kamarku untuk beristirahat, terimakasih telah memberikan tempat tinggal untuk ku sampai sekarang" Akira berbicara serta berterimakasih kepada Takao karena memberikan dia tempat untuk tinggal.
"Tidak perlu dipikirkan, aku akan menyambut semua tamu dengan hangat, jika tamu itu sopan di wilayah kekuasaan ku"
"Kalo gitu aku akan kembali ke kamar, sampai ketemu besok" kata Akira.
Tepat sebelum Akira pergi ke kamarnya dia bertanya untuk terakhir sebelum dia benar-benar pergi ke kamar.
"Oh sebelum itu, aku bisa aku bertanya?" Akira bertanya kepada Takao.
"Yah, tanya saja apapun yang ingin kau tanya" kata Takao yang menjawab pertanyaan dari Akira.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang, apakah kamu juga akan beristirahat atau tidak?" ucap Akira yang masih bertanya.
"Aku masih ada urusan sebentar, aku akan istirahat setelah urusanku sebagai pemimpin disini terselesaikan" ucap Takao.
"Itu saja yang ingin kau tanya?, Atau masih ada pernyataan lain?, Jika ada cepat katakan" Takao berbicara.
"Tidak, tidak ada, itu saja yang ingin aku tanyakan"
"Yasudah, aku akan pergi istirahat sekarang" kata Akira.
"Yah, aku juga akan pergi ke ruang ku terlebih dahulu" ucap Takao.
Setelah perbincangan yang mereka ber dua lakukan, Akira dan Takao pergi ke tempat mereka masing-masing, yang dimana Akira pergi untuk beristirahat dan Takao pergi ke ruang kerjanya terlebih dahulu sebelum beristirahat.
Setelah beberapa saat Takao sampai ke ruang kerjanya, dan bertemu dengan tangan kanan nya yang dimana punya tugas untuk memimpin wilayah ini jika Takao tidak ada disini serta mencari informasi tentang pergerakan yang dilakukan oleh pemimpin wilayah lain.
Tangan kanan Takao yang bernama Reiki melaporkan hal-hal yang dia dapat dan yang harus dilaporin ke Takao.
"Tuan Takao, ada hal yang harus saya laporkan" kata Reiki.
"Apa itu Reiki, apa ada pergerakan yang mencurigakan dari pemimpin lain?" kata Takao yang bertanya ke Reiki.
"Tidak ada tuan, tidak ada hal yang mencurigakan dari pemimpin lain, mereka tetap diam di wilayah kekuasaan mereka sendiri tanpa melakukan hal-hal yang mencurigakan" Reiki yang menjawab pertanyaan dari Takao.
"Begitukah?, Kalo benar itu adalah hal yang bagus, seperti nya mereka tidak melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama" kata Takao.
"Yah tuan, mereka sepertinya masih memegang perjanjian yang telah dibuat" ucap Reiki.
"Tuan" Reiki berbicara.
"Ada apa Reiki?, Apa ada laporan yang ketinggalan untuk disampaikan?" ucap Takao.
"Tidak Tuan, ini bukan tentang laporan, tapi saya ingin bertanya kepada" kata Reiki.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" kata Takao.
"Siapa orang yang membuat kericuhan kemarin dan yang bertarung dengan tuan selama 2 hari penuh?" Reiki bertanya kepada Takao karena penasaran dengan orang yang menantang Tuannya tersebut.
"Oh, namanya Akira, dia iblis yang kuat bahkan dia adalah orang satu-satunya yang hampir mengalahkan ku setelah tiga pemimpin lain" Takao yang menjawab pernyataan Reiki yang penasaran.
"A-apa?, Orang itu hampir mengalahkan tuan dalam pertarungan 1 vs 1?, Bukankah itu adalah hal yang mustahil, tidak ada yang bisa mengalahkan tuan selain 3 pemimpin lainnya" Reiki terkejut karena tidak percaya apa yang telah dikatakan oleh tuannya tersebut.
"Aku tidak berbohong, yang kukatakan itu adalah kebenaran nya, orang itu hampir mengalahkan ku dalam pertarungan 1 vs 1, aku sendiri cukup terkejut karena adalah orang lain sekuat itu yang bahkan bisa dikatakan selevel dengan kami pemimpin wilayah ini" Takao berbicara dan meyakinkan Reiki bahwa yang dikatakan itu adalah sebuah kebenaran.
"Tapi bukankah tidak masuk akal tuan, orang sekuat dia tapi tidak menjadi pemimpin wilayah, jangankan menjadi pemimpin wilayah, namanya saja tidak pernah kedengaran selama ini" Reiki masih terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Takao.
"Yah, aku juga terkejut bagaimana mana bisa ada orang sekuat itu tapi namanya tidak pernah kedengaran selama ini" Takao juga sedikit tidak percaya dengan apa yang dia alami.
"Bukankah ini mencurigakan tuan?, mungkin saja dia adalah mata-mata dari wilayah lain" Reiki berbicara dan sedikit curiga dengan identitas Akira.
"Aku tidak tau, aku tidak bisa memastikan perkataan mu itu benar atau tidak, tapi kita akan bertanya langsung ke dia besok" kata Takao.
"Baiklah sampai sini saja dulu perbincangan kita, aku akan kembali ke kamarku untuk beristirahat untuk memulihkan tubuhku, kau juga sebaiknya pergi beristirahat" Takao melanjutkan pembicaraan.
"Yah tuan, semoga anda cepat membaik" kata Reiki.
Setelah laporan dan perbincangan yang dilakukan oleh Takao dan Reiki mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Ditempat lain Akira berada, Akira masih tidak percaya bahwa dia telah kalah.
"Sial, aku masih tidak percaya bagaimana mana bisa aku lengah dan kalah dengan ceroboh" Akira tampak sedikit kesal.
"Arghhh, sial sial sial" Akita teriak karena tidak menerima dia kalah dari Takao.
"Ah tapi dari kekalahan ini, aku sadar bahwa aku masih lemah, aku harus tumbuh kuat agar bisa mengalahkan Takao lain kali"
"Sebaiknya aku tidur sekarang, melelahkan sekali setelah bertarung 2 hari penuh tanpa henti" Akira masih berbicara.
Setelah Akira berteriak sebentar, dia langsung sadar dan menerima kekalahan nya tersebut, Akira sadar dia kalah karena dia masih tidak cukup kuat, ini membuat Akira bersemangat kembali dan bertekad untuk menjadi lebih kuat agar bisa mengalahkan Takao dipertarungan ke dua, setelah Akira berteriak untuk melampiaskan kekesalannya dia pun tidur untuk memulihkan tubuhnya.
Pagi pun tiba, Akira terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk menemui Takao.