The World'S First Demon Lord

The World'S First Demon Lord
chapter 8



Permasalahan yang terjadi diawal pun telah diselesaikan dengan aman, Reiki meminta maaf dan Akira memaafkan perilaku Reiki.


Sesaat setelah selesai permasalahan tersebut, Takao menyuruh mereka semua pun duduk, Akira duduk ditempat tapi Reiki tidak duduk melainkan dia mengambil posisi dibelakang Takao, hal ini membuat Akira kebingungan dengan sikap Reiki yang tidak mau duduk, dan Akira bertanya ke Takao.


"Hey Takao" kata Akira.


"Ada apa Akira?" kata Takao.


"Kenapa orang itu tidak duduk melainkan berdiri dibelakang mu?, Bukan kah itu aneh?" Akira bertanya karena kebingungan.


"Bukankah itu hal yang wajar bagi seorang asisten atau orang kepercayaan untuk berdiri dibelakang ketika ada seorang tamu berkunjung?" Takao dengan santai menjawab pertanyaan dari Akira yang tampak kebingungan.


"Benarkah?, Aku tidak tau bahwa ada hal seperti itu" kata Akira.


"Ha?, Kau tidak tau?, Apakah ditempat mu sebelumnya tidak ada perilaku seperti ini?" Takao kali bertanya kepada Akira.


"Tempat ku sebelumnya tidak ada perilaku seperti ini, itu karena tempat ku sebelumnya hanya ada aku seorang diri" Akira dengan cepat menjawab pertanyaan Takao.


"Serius?, Apa yang kamu katakan itu benar, itu sedikit mengejutkan" Takao sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Akira.


"Yah, aku serius" kata Akira.


Takao sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Akira, Takao ingin bertanya bagaimana bisa Akira sekuat ini kalo tempat sebelumnya yang dia ditinggali tidak ada siapa-siapa, tapi sebelum Takao bertanya, Akira lebih dulu bertanya kepada Takao tentang siapa sebenarnya orang yang ada dibelakang tersebut.


"Dari pada itu bisakah kau kenalkan orang yang ada dibelakang mu dengan benar?, Aku tidak tau dia siapa dan maksud dia menyerang ku sebelumnya" Akira meminta Takao untuk memperkenalkan orang yang ada dibelakangnya, yang dimana orang itu adalah Reiki.


"Oh dia, dia adalah orang kepercayaan ku sekaligus orang terdekat ku yang menjabat sebagai asisten disini, dia bertugas memimpin wilayah ini saat aku tidak ada, namanya adalah Reiki" Takao memperkenalkan Reiki kepada Akira.


"Benarkah?, Pantas saja dia cukup kuat"


"Hey Takao bisakah aku bertarung dengan nya lain kali?" Akira bertanya kepada Takao apakah dia bisa bertarung dengan Reiki.


"Aku tidak bisa menentukan nya, kalo Reiki mau bertarung dengan mu kenapa tidak?"


"Kau tanya saja langsung kepada Reiki apakah dia mau atau tidak" kata Takao.


Setelah Takao memperkenalkan Reiki ke Akira, tanpa basa-basi Akira langsung bertanya apakah kepada Reiki apakah dia mau bertarung atau tidak, namun jawaban yang diberikan oleh Reiki membuat Akira sedikit kecewa.


"Neh Reiki, bisakah kamu bertarung dengan ku lain kali?, Aku penasaran seberapa kuat kamu sebenarnya" Akira bertanya kepada Reiki dengan penuh semangat.


"Tidak, bukankah kamu sudah bertarung dengan tuan Takao?, Aku sendiri lebih lemah dari tuan Takao, jadi sudah pasti aku akan kalah jika bertarung dengamu" Reiki menjawab pertanyaan Akira dan menolak ajakan Akira untuk bertarung.


"Pertarungan ku dengan Takao itu berbeda, aku ingin mencoba bertarung denganmu"


"Ayolah, bisakah kita bertarung lain kali?" Akira memaksa Reiki untuk menerima tantangan nya tersebut sambil memohon.


"Erghh, ah baiklah aku akan menerima tantangan mu" kata Reiki.


"Benarkah, jadi kapan kita bisa bertarung?" kata Akira.


Reiki yang awalnya menolak tantangan Akira tidak punya pilihan lain selain menerima tantangan tersebut setelah melihat Akira memaksanya sambil memohon, tapi sebelum menentukan kapan mereka bertarung, Reiki memberikan syarat kepada Akira.


"Tapi sebelum kita bertarung, aku mempunyai syarat untukmu" kata Reiki.


"Apa itu?, Katakan saja akan aku lakukan" Akira berbicara penuh semangat.


"Itu saja?, Baiklah aku akan mengalahkan pemimpin lain agar bisa bertarung denamu, jangan lupakan janji mu itu" kata Akira.


"Yah, aku tidak akan melupakan janjiku" ucap Reiki.


Setelah Reiki menerima tantangan Akira dan memberikan syarat nya agar mereka bisa bertarung, Akira pergi mau pergi keluar untuk melatih kekuatan agar bisa secepatnya menantang 3 pemimpin wilayah lainnya.


"Kalo gitu, Takao, bisakah aku keluar?, Aku ingin berlatih sekarang" kata Akira.


"Yah silahkan saja, aku kesini juga cuman untuk memperkenalkan Reiki kepada mu" kata Takao.


"Baiklah, aku akan berlatih sekarang" ucap Akira.


Sebelum Akira keluar, dia meminta Takao agar melatihnya untuk menjadi lebih kuat agar bisa mengalahkan pemimpin lainnya.


"Tunggu, Takao, bisakah kau melatih ku?, Aku ingin kau melatih ku bertarung untuk menjadi lebih kuat" Akira meminta Takao untuk melatihnya.


"Yah, aku akan melatih mu sebisa mungkin, tapi aku masih ada urusan sebentar, kau pergilah duluan ke tempat latihan, minta penjaga diluar untuk mengantar mu kesana" kata Takao.


"Terimakasih Takao" Akira berterimakasih kepada Takao, dan setelah itu Akira pergi.


Setelah Akira pergi, Takao berbicara dengan Reiki.


"Apa yang kamu rasakan setelah mencoba kemampuan Akira tadi?, Apakah kau sudah percaya dengan yang ku katakan?" Takao bertanya kepada Reiki.


"Saya masih belum memastikannya, hanya saja saat dia dalam keadaan siap bertarung, dia seperti orang yang benar-benar berbeda, saya merasakan aura yang dia pancarkan berubah berbeda" Reiki menjawab pertanyaan Takao dan memberitahu apa yang dia rasakan saat melihat Akira.


"Karena itulah kubilang dia lucu dan menarik, dia memiliki aura yang bisa menarik perhatian orang lain" kata Takao sambil memuji Akira.


"Tapi tuan, apa tuan benar-benar mau melatih Akira?" Reiki bertanya kepada Takao.


"Tentu saja, itu karena aku sudah berjanji dengannya, dan bukankah kamu sedikit membuat Akira merasakan kesulitan dengan memberikan syarat seperti itu?" Takao bingung kenapa Reiki memberikan syarat yang sulit untuk Akira.


"Itu karena saya mempunyai firasat bahwa dia mungkin bisa menjadi orang yang sangat kuat dimasa yang akan datang" kata Reiki.


"Yah, kau benar, aku juga mempunyai firasat seperti itu" kata Takao yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Reiki.


"Baiklah, kita sudahi saja perbincangan ini, aku akan pergi untuk melatih Akira dan kamu atur kembali wilayah ini, dan juga jaga wilayah ini selagi aku pergi melatih Akira" Takao memerintahkan Reiki untuk menjaga wilayahnya selagi dia pergi melatih Akira.


"Siap tuan, saya akan menjalankan perintah anda" Reiki yang mengiyakan perintah Takao.


"Tidak perlu bicara seperti itu Reiki, bukankah sudah kukatakan bicaralah dengan normal" kata Takao yang menyuruh Reiki bicara normal.


"Tidak bisa tuan, tuan adalah pemimpin wilayah ini sudah seharusnya sikap saya seperti ini" kata Reiki.


"Terserah mu saja, aku akan menunggu mu bicara normal dengan ku"


"Aku akan pergi sekarang" kata Takao.


"Baik tuan" ucap Reiki.


Setelah perbicangan antara mereka selesai, Takao pergi ketempat latihan untuk melatih Akira.