The World'S First Demon Lord

The World'S First Demon Lord
chapter 10



Tepat setelah selesai latihan selama seminggu penuh, Akira kembali ke ruangannya dan mencari Takao untuk melakukan duel yang terakhir kalinya untuk mengetahui sejauh apa dia berkembang sebelum melawan pemimpin lainnya.


Akira pergi keruangan tempat dimana Takao bekerja dan bertemu dengan Reiki.


"Takao" kata Akira yang datang langsung dan masuk tanpa memberikan salam apapun.


"Ada apa Akira, tuan Takao tidak ada disini dia sedang keluar dan ada urusan" kata Reiki.


"Oh benarkah?, Sayang sekali" kata Akira tampak sedikit kecewa.


"Apa yang membuat mu datang kesini untuk bertemu dengan tuan Takao?, Dan bisakah kamu lain kali datang untuk mengetuk pintu terlebih dulu?" Reiki bertanya kepada Akira sekaligus menegur perilaku Akira yang sedikit tidak sopan.


"Eeeee, bukankah Takao saja tidak mempermasalahkan itu?, Dan aku kesini untuk mengajak Takao bertarung terakhir kalinya sebelum melawan pemimpin lain" kata Akira yang sedikit mempertanyakan hal sepele dan memberitahukan alasannya datang kemari.


"Ha, sikap konyolnya dan seenaknya itu sudah melekat didalam diri Akira sepertinya nya" Reiki berbicara dalam hati dan pasrah atas perilaku seenaknya yang dilakukan Akira.


"Tuan Takao pergi ke wilayah lain untuk mengajukan tantangan agar mereka mau bertarung dengan mu" kata Reiki.


"Benarkah, kenapa dia tidak membawa ku langsung?" Akira bertanya.


"Itu karena pemimpin lainnya berbeda dengan tuan Takao, yang dimana mereka hanya akan bertemu dengan orang yang memiliki posisi tinggi dimasing-masing wilayah. Reiki yang menjawab pertanyaan dari Akira.


Reiki memberi tahukan alasan kenapa Takao pergi ke wilayah untuk bertemu dengan pemimpin lainnya agar mereka mau menerima tantangan dari Akira saat bertemu.


Ditempat lain tepatnya wilayah selatan tempat kekuasaan Shun, Takao sudah ada disana dan bertemu dengan orang kepercayaan Shun yaitu Midori, saat Takao datang Midori menyambut Takao dengan sopan.


"Selamat datang tuan Takao, apa yang membuat anda datang kesini" Midori menyambut Takao dengan sopan sekaligus bertanya.


"Aku kemari untuk bertemu dengan Shun, apakah dia ada disini" Takao menjawab dan langsung memberi tahukan maksud kedatangannya tersebut.


"Tuan Shun ada disini, kalo gitu saya akan memanggil tuan Shun untuk bertemu dengan anda" Midori memanggil Shun karena mengetahui alasan Takao kemari.


"Sebelum itu silahkan dudu dan menunggu disini tuan Takao" Midori menyuruh Takao duduk dan menyuruh nya untuk menunggu.


"Baiklah aku akan menunggu disini" Takao mengiyakan apa yang dikatakan oleh Midori dan duduk sambil menunggu kedatangan Shun.


"Kalo gitu sama permisi, saya akan memanggil tua Shun sekarang" Midori ijin keluar untuk memanggil Shun.


"Yah" kata Takao.


Midori keluar dari ruangan dan pergi untuk memanggil Shun karena Takao disini untim mencarinya.


Midori sampai didepan ruangan Shun dan memanggil Shun.


"Tuan Shun" kata Midori.


"Ada apa Midori" kata Shun.


"Tuan Takao kesini untuk bertemu dengan anda" ucap Midori yang maksud kedatangan keruangan Shun.


"Takao?, Apa yang mau orang itu lakukan kesini?" Shun bertanya.


"Saya tidak tau apa maksud kedatangannya, dia mengatakan kesini untuk bertemu dengan Tuan" kata Midori.


"Ah merepotkan saja" kata Shun dan sedikit tidak suka karena ada yang menganggu nya.


Midori yang memberi tahu Shun bahwa Takao datang kesini sedikit tidak suka, itu dikarenakan Shun adalah tipe orang yang sangat tidak suka diganggu tapi ramah tetap ramah kepada orang lain.


"Tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap untuk menemuinya dan kamu tunggu saja disana" kata Shun dan menyuruh Midori kembali.


"Baik tuan" kata Midori.


Setelah bersiap-siap Shun keluar dan sudah ada di ruangan tempat Takao menunggu, dan Shun langsung menanyakan maksud kedatangan Takao kesini.


"Apa yang membuat pemimpin wilayah barat datang kesini" Shun bertanya kepada Takao.


"Hey begitu kah caramu berbicara dengan tamu?" kata Takao.


"Ha?, Kau datang kesini dengan tiba-tiba tanpa ada persetujuan, itu menggangguku sama sekali" kata Shun dan sedikit kesel karena Takao datang dengan tiba-tiba dan itu mengganggunya.


"Tcih, kau sama sekali tidak berubah" kata Takao.


"Ha?, Apa maksudmu?, Apa kamu ingin memulai pertarungan disini?" Shun kesel dengan apa yang dikatakan oleh Takao.


Melihat situasi yang sedikit memanas, Midori memotong pembicaraan dan langsung bertanya maksud kedatangan Takao kesini.


"Tolong berhenti, dan tuan Takao, apa yang membawa anda kesini" Midori bertanya kepada Takao.


"Oh, aku kemari untuk mengajak Shun bertemu dalam waktu 3 hari, dan itu akan dilakukan oleh semua pemimpin wilayah, itu adalah pertemuan resmi" Takao memberi tahukan maksud kedatangannya.


"Aku menolak, kenapa aku harus melakukan itu?" kata Shun yang langsung menolak ajakan Takao.


"Karena disana akan ada hal yang menyenangkan, itu akan membuat mu tertarik" kata Takao.


"Tidak aku akan tetap menolak nya, itu mungkin adalah pertemuan yang merepotkan, dan aku tidak mau" kata Shun.


"Alasan aku membuat pertemuan itu adalah karena ada orang kuat yang mau menantang kalian" kata Takao.


"Benarkah?, Kalo gitu kenapa bukan kamu saja yang bertarung dengan dia?" Shun bertanya kepada Takao.


"Aku sudah bertarung dengan dia, dan aku hampir saja dikalahkan olehnya" kata Takao.


"Kau pasti bercanda, mana mungkin ada orang seperti itu yang bisa mengalahkan pemimpin wilayah kecuali pemimpin lainnya" Shun tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Takao.


"Mau kamu percaya atau tidak itu terserah, tapi jika kamu benar-benar penasaran apa yang kukatakan benar atau tidak, kamu bisa datang kepertemuan 3 hari mendatang" kata Takao.


"Itu saja yang ingin kukatakan, aku akan pergi dan bertemu dengan pemimpin lainnya untuk memberitahukan hal yang sama" kata Takao dan berniat untuk pergi.


"Pergilah, Midori antar Takao keluar" kata Shun dan menyuruh Midori untuk mengantar Takao keluar.


"Baik tuan" kata Midori.


Midori pergi untuk mengantar Takao keluar, dan Midori penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Takao benar atau tidak, dia pun bertanya.


"Tuan Takao, apa yang dikatakan oleh anda itu benar?" Midori bertanya.


"Yang kukatakan itu benar, jika kamu tidak percaya datanglah bersama Shun 3 hari kemudian" kata Takao.


"Baiklah, saya akan meyakinkan tuan Shun untuk datang" kata Midori.


Setelah perbicangan mereka berdua selesai, Takao pergi.


"Baiklah, kalo gitu aku akan pergi sekarang"


"Hati-hati diperjalanan tuan Takao" kata Midori.


Mereka selesai berbicara dan Takao pergi dari tempat Shun sedangkan Midori kembali kedalam untuk bertemu dengan tuannya yaitu Shun untuk membahas apa yang dikatakan oleh Takao barusan, Takao yang telah pergi dari tempat Shun berniat pergi kewilayah Baron, yaitu wilayah utara untuk memberitahukan hal yang sama saat dia bertemu dengan Shun tadi.