The World'S First Demon Lord

The World'S First Demon Lord
chapter 5



Akira yang kesusahan dan terpojokkan pun tidak mempunyai pilihan lain selain akhirnya mengeluarkan pedangnya tersebut, pedang Akira bernama .


"Darksword" Akira memanggil pedang nya.


Akira memanggil pedangnya tersebut dan langsung melancarkan serangannya ke arah Takao, Takao yang tidak mengetahui Akira mempunyai sebuah pedang seketika terkena tebasan yang dilancarkan oleh pedang Akira.


Takao yang terkena tebasan pedang dari Akira pun membuat tangan kanan Takao putus karena harus menahan serangan yang dilancarkan oleh Akira.


Tentu saja serangan itu tidak terlalu berpengaruh untuk Takao yang juga memiliki kemampuan regenerasi.


Takao berbicara dalam hati dan tampak sedikit kesal karena terkena serangan tiba-tiba yang membuat lengan kanannya putus dikarenakan harus menahan serangan tersebut, yah walaupun itu tidak terlalu berpengaruh kecuali mengenai tubuh Takao secara langsung.


"Sialan, ternyata dia masih menyembunyikan senjatanya sampai sekarang" Takao berbicara dalam hati setelah terkena serangan dari Akira.


"Untung saja yang kena adalah tangan, jika saja mengenai tubuh ku secara langsung mungkin itu bisa berakibat fatal untuk ku"


Akira yang mengetahui bahwa lengan kanan Takao yang putus Akibat serangan yang telah dilancarkan oleh pedang nya tersebut bertanya kepada Takao.


"Ada apa Takao?, kenapa kau berhenti, apakah kamu terkejut karena terkena serangan yang datang secara mendadak ke arahmu?" Akira bertanya kepada Takao.


"Tidak, bukan itu, hal yang membuat ku bertanya-tanya adalah kenapa baru sekarang kamu mengeluarkan pedang mu" Takao menjawab pertanyaan dari Akira.


"Bukankah itu hal yang wajar untuk seseorang mengeluarkan kartu AS nya di akhir?" ucap Akira.


"Apakah kamu pikir ada orang yang mengeluarkan kartu AS nya untuk pertarungan yang baru dimulai?, bukankan itu tidak menyenangkan sama sekali"


"Hahahaha, kamu benar, jika bukan seperti itu bagaimana mungkin pertarungan kita akan menyenangkan seperti sekarang ini" Takao ketawa berbicara sambil ketawa.


Takao yang mendengar apa yang dikatakan oleh Akira membuat Takao tertawa dan hal itu malah membuat Takao tertarik dengan Akira dan ingin menjadikan Akira sebagai saudara nya.


"Hey Akira, bagaimana kalo setelah pertarungan ini kamu menjadi saudara ku?" Takao bertanya kepada Akira.


"Saudara?, tidak, aku tidak mau kalo kamu tidak bisa mengalahkan ku disini" Akira langsung menjawab pertanyaan Takao tanpa berpikir sedikitpun.


"Hey, jangan menjawab ku secepat itu tanpa kamu pikirkan sedikitpun" ucap Takao.


"Apakah aku mengatakan hal yang salah?" ucap Akira.


"Hahahaha" Takao tertawa.


"Apa yang membuat mu tertawa, apakah karena pertarungan kita seperti ini atau karena hal yang lain?" ucap Akira.


"Tidak, tidak, aku tertawa karena kamu benar-benar lucu dan menarik, aku semakin tertarik deganmu sekarang" ucap Takao.


"Artinya kamu mengatakan mau menjadi saudara ku jika aku bisa mengalahkan mu disini?, begitu kah maksud mu?" Takao bertanya ke Akira untuk terakhir kalinya.


"Yah, jika kamu bisa mengalahkan ku disini, aku akan mendengarkan apapun yang kamu katakan, tapi begitu juga sebaliknya, jika kamu kalah kamu akan mendengarkan permintaan ku, bagaimana?" Akira menjawab pertanyaan dari Takao.


"Baiklah, aku setuju dengan apa yang kamu katakan"


"Kalo gitu kita tidak perlu bicara banyak sekarang, ayo lanjutkan pertarungan kita" ucap Takao.


"Karena kamu menggunakan pedang mu, aku juga akan menggunakan pedangku untuk menghormati pertarungan yang kita lakukan sampai sekarang"


Takao akhirnya juga mengeluarkan pedangnya, untuk menghormati Akira yang menggunakan pedang dan ingin mengalahkan Akira agar bisa menjadi saudara nya.


"Motasu" Takao memanggil pedang nya"


"Ayok bertarung sampai selesai Akira"


"Majulah"


Akira dan Takao terus bertarung, mereka terus bertarung tanpa henti selama 2 hari penuh, akhirnya pertarungan mereka ber dua pun sudah sampai puncaknya.


Akira percaya diri bahwa dia akan menang setelah melihat Takao yang sudah mulai terlihat lelah karena bertarung selama 2 hari tanpa istirahat, Akira yang mengira Takao lelah melancarkan serangannya agar bisa mengenai Takao dan membuatnya tumbang.


"Ada apa Takao, seperti nya pertarungan ini akan dimenangkan olehku" teriak Akira.


Akira langsung melancarkan serangan terakhirnya ke arah Takao, kecepatan serangan dari pedang Akira sangat cepat bahkan saking cepatnya itu melebihi kecepatan cahaya.


"Dengan serangan ini kemenangan untuk ku Takao" Akira melancarkan serangan terakhir nya sambil berteriak.


Serangan Akira yang lebih cepat dari cahaya langsung menghantam tubuh Takao secara langsung, Akira senang bahwa serangannya mengenai langsung ke tubuh Takao dan berbalik arah berteriak bahwa dia lah pemenang nya.


"Hahaha, Aku akhirnya menang" Akira berteriak karena senang mengetahui bahwa dialah pemenangnya.


"Kau pikir ini adalah kemenangan untukmu, Akira?" Takao berbicara dibelakang Akira.


Takao yang masih bisa bertahan dengan serangan terakhir yang dilancarkan oleh Akira, langsung melancarkan serangan balik ke arah Akira yang membuat Akira seketika jatuh ketanah, serangan balik yang dilancarkan Takao memiliki kecepatan dua kali lebih cepat dari serangan yang dibuat Akira, itu membuat Akira terkejut serta kekalahan pertama yang dialami Akira.


Akira yang tampak terkejut dan tidak percaya bahwa dia telah kalah bertanya bagaimana mana Takao bertahan dengan serangan terakhir tersebut.


"Bagaimana caramu bisa bertahan dari serangan ku, aku sudah memastikan bahwa kamu terkena serangan itu dengan telak" Akira bertanya kepada Takao karena tidak percaya Takao masih bisa bertahan dengan serangan nya.


"Sebelum serangan terakhir mu mengenai ku, aku membuat duplikat tubuh ku untuk mengecoh mu" Takao menjawab pernyataan Akira.


"Dengan ini kemenangan untuk ku Akira" ucap Takao.


"Sial, tidak ku sangka aku ceroboh di akhir dan membuat ku kalah" Akira tampak sedikit kesal tapi mengakui bahwa dia telah kalah.


"Kalo gitu ayok kita kembali kastilku sekarang, sudah 2 hari sejak pertarungan kita di kota tidak terpakai ini" Takao mengajak Akira kembali ke kastilnya.


"Baiklah ayok kembali, aku juga mulai lapar" ucap Akira.


"Hahahah, seperti yang kuduga kamu itu benar-benar lucu, kalo gitu ayok kita pergi sekarang" Takao tertawa.


Pertarungan Akira dan Takao pun akhirnya selesai, pertarungan mereka berlangsung selama 2 hari tanpa henti dan pertarungan itu dimenangkan oleh Takao.


Akira dan Takao kembali ke kastil setelah pertarungan mereka selesai.


Akibat dari pertarungan mereka ber dua, kota tidak terpakai tersebut rata dengan tanah.