THE STRONGEST ABSOLUTE ANCIENT GOD

THE STRONGEST ABSOLUTE ANCIENT GOD
Dylan Masayoshi



Chapter 8:


----Flashback-----


Hari ini merupakan bulan ke empat menjelang kehamilan Tsukasa.


"Viora, jika aku tidka salah ingat aku memiliki hadiah dari misi perama yaitu pecahan masa depan bukan?" tanya Firza


[Benar anda memiliki hadiah pecahan masa depan]


"Gunakan pecahan masa depan itu!" perintah Firza


[Menggunakan]


Tepat saat itu juga kesadaran Firza tersedot ke dalam sebuah ruang yang terdapat layar yang sanagt besar.


"Apakah layar ini yang akan menunjukkan masa depan" ucap Firza


Bersamaan dengan perkataan Firza, layar tadi berubah menjadi hitam dan menyedot Firza masuk.


"Apakah aku baru saja masuk ke dalam layar tadi?" tanya Firza


Tanpa Firza ketahui di depannya terdapat 6 orang yang sedang bertarung melawan 1 orang, tetapi terlihat seperti mereka tidak mengetahui keberadaan Firza.


"Hah??? apa yang mereka lakukan" tanya Firza tanpa ada yang menjawab


"Haha... disinilah kau akan berakhir Dewi Void!!" ucap salah satu dari ke 6 orang tadi


"Ya, hari ini adalah hari dimana dirimu mati"ucap yang lain


"Menurutmu aku akan diam saja?"jawab perempuan yang dikenal sebagai Dewi Void


"Tentu saja kau tidak akan diam, tetapi apa yang bisa kau lakukan melawan kami 6 Raja Dewa, kau bahkan sudah sangat melemah karena racun hahahhahah....." jawab orang Raja Dewa ke 3


"Kalian hanya berani bertindak sesuka kalian ketika dia sedang tidak ada, jika dia disini dan melihat diriku seperti ini, jangankan kalian seluruh Omniversepun akna di luluh lantahkan!!!" Jawab Dewi Void


"Menurutmu kami akan melakukan hal ini saat bajingan itu ada disini? tentu saja tidak, karena kami tidaklah sebodoh itu untuk mencoba membunuh salah satu dari ke 15 istrinya." jawab Raja Dewa ke 5


"Pengecut, aku telah mengirimkan pesan jiwa keapadanya. Sekalipun aku mati kalian akan mati bersamaku, Hahaha...." teriak Dewi Void


"Kau sialan!!!! tadinya ingin kunikmati dulu tubuhmu itu, tapi kau membuatku secara terpaksa membunuhmu secara langsung. Matilah Dewi Void!!!!"teriak Raja Dewa ke 6


"Bunuh Dewi Void!!!" Teriak ke enam raja dewa secara bersamaan


tepat saat itu tiba-tiba Firza berpindah lagi, kali ini kejadian yang sama tetapi jika yang tadi raja dewa yang kali ini adalah 12 Dewa Iblis dan yang di bunuh adalah Dewi kebaikan.


Kejadian ini terus berulang sampai 12 kali lagi, dan setiap kejadian dada Firza terasa sesak dan sangat sakit seperti di tusuk oleh pedang yang tak terhitung jumlahnya, saat Firza mengira bahwa semuanya telah berakhir, sekali lagi Fieza berpindah tempat.


"Apakah masih belum selesai?" ucap Firza denagn sedikit lemas karena lelah secara mental


Saat Firza melihat kedepan, seketika dirinya dipenuhi amarah, kesedihan, dan kebencian yang sangat besar. Karena yang dilihatnya adalah Tsukasa yang di bunuh secara keji dan tidak hanya itu jiwanya bhakan di kutuk dan di hancurkan berkali-kali. Setelah itu Firza kembali ketempat semula, tetapi sekarang di wajah Firza hanya terlihat rasa sedih, dan kebencian yang sangat kuat, Akhirnya Firza jatuh pingsan karena terlalu lelah.


"Aghh... TSUKASA!!" teriak Firza setelah terbangun dari pingsannya


"Viora, apakah Tsukasa baik-baik saja? apakah dia terluka? dan apa yang kulihat tadi akan benar-benar terjadi? JAWAB AKU!!!" ucap Firza dengan emosi yang berampur aduk


[Tenanglah Firza, Tsukasa baik-baik saja. Yang kau lihat tadi itu bisa saja terjadi, akan tetapi bisa juga kau ubah agar tidak seperti yang kau lihat tadi]


"Huft.. syukurlah jika begitu, lalu siapa ke 14 perempuan yang kulihat tadi? kenapa setiap kali aku melihat mereka di bunuh aku sellau merasa sakit hati dan sangat sedih?" tanya Firza


[Mereka semua adalah istri Firza selain Tsukasa]


[Benar Firza, mereka semua adalah istrimu. Justru Tsukasa lah yang menyuruh anda untuk mencari saudara untuk dirinya, tetapi dengan syarat harus bisa di akui oleh Tsukasa]


"Begitu yah... itulah kenapa saat mereka dibunuh hatiku terasa sakit


"Baiklah bawa aku kembali ke kamarku" ucap Firza


[Baik]


Setelah kejadian itu Firza akhirnya tidur dengan terlelap karena sangat lelah secara mental.


----Ketika Firza bangun tidur-----


"Selamat pagi sayang" ucap Tsukasa dengan manja


"Selamat pagi juga istriku tercinta" jawab Firza


"Kamu kenapa? ketika kamu tertidur selerti suatu hal yang buruk telah terjadi" tanay Tsukasa kuatir


"Tidak... aku hanya memikirkan sesuatu" jawab Firza dengan sedikit tertekan


"Tidak apa-apa jika kamu tidak mau membicarakannya dengan diriku" ucap Tsukasa


"Terima kasih sudah memahami keadaanku, aku akan memberitahu kmau saat anak kita telah lahir." ucap Firza


"Ya, akan kutunggu" jawab Tsukasa sembari memeluk Firza dengan penuh kasih sayang


"Aku mencintaimu" ucap Firza


"Aku juga mencintaimu" balas Tsukasa


Pagi hari itu diisi dengan sepsang suami istri yang menyatakn perasaan mereka pada satu sama lain melalui pelukan.


----Flashback END-----


Saat ini Firza sedang bermain dengan anaknya yang masih berumur 1 tahun, anaknya sangat lucu dan imut sekali. Tetali di balik keimutannya tersimpan kekuatan yang mengerikan, bahkan hanya dengan kekuatan fisiknya saja mampu menghancurkan 5 universe secara langsung. Anak ini Firza beri nama Dylan Masayoshi, meski baru setahun Dylan sudah sangat pintar, bahkan mungkin bisa di sebut sebagai monster jika di bandingkan dengan anak terjenius sekalipun. Dylan untuk pertama kalinya mengucapkan kata pertamanya yaitu 'Mama' saat berumur 6 bulan dan berjalan saat berumur 1 tahun.


"Kau tampak sangat senang bermain bersama Dylan" ucap Tsukasa dengan sedikit cemburu karena Dylan lebih suka bermain dengan ayahnya


"Hmm, Dylan sepertinya ada seseorang yang cemburu" ucap Firza menyindir Tsukasa


"Apakah mama tidak membolehkan Dylan bermain dengan papa?" tanay Dylan denagn wajah sedih yang menggemaskan


"Eh... tidak.. tidak... tentu saja Dylan boleh bermajn bersama dengan papa, mama cuma iri saja dengan papa karena kamu selalu bermain dengan papa dan sangat jarang sekali bermain dengan mama" ucap Tsukasa denagn panik setelah melihat wajah sedih anaknya


"Yay, Dylan boleh main sama papa." ucap Dylan dengan gembira


"Mama tenang aja nanti Dylan juga akan main sama mama jadi mama ga usah iri sama papa, ok?" tanya Dylan dengan tingkah yang snagat menggemaskan


"Kyaa, anak mama memang sanagt imut" ucap Tsukasa sembari memeluk Dylan denagn gemas karena tingkah imutnya


Hari itu dihabiskan dengan keharmonisan sebuah keluarga yang sangat berbahagia.


---Bersambung-----


ini Crazy up pertama, untuk yang kedua mungkin sekitar jam 12 siang, sisanya mungkin sore agak malam sekitar jam 4 sampai jam 6.


(btw, nama Dylan itu sementara aja jadi kalo kalian ada nama yang mungkin bagus bisa kuubah nanti, atau kalau kalian ngerasa udah cocok Dylan aja yaudah ga bakal gw ganti lagi.)