
Chapter 12:
Di suatu hutan yang gelap dan penuh akan iblis, terlihat dua sosok manusia yang sedang berjalan dengan santainya tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Aku merasakan ada 3 iblis yang kemungkinan anggota dari 12 iblis bulan" ucap Firza
"Bukankah itu bagus?" tanya Kanao
"Sangat bagus sekali, aku tidak sabar untuk bertarung dengan mereka hehehe" jawab Firza
Mereka berdua masih terus berjalan, sampai tiba-tiba ada 2 iblis menyerang mereka.
"Hoo... sepertinya kalian sudah tidak sabar ya? peringkat 12 dan 10" ucap Firza
"Boleh juga kau manusia!!! tapi kalian hanya akan mati di tangan kami!!!" ucap iblis bulan peringkat 10
"Dimana yang peringkat ke 3? hanay berani bersembunyikah? dasar P-E-N-G-E-C-U-T!!! peringkat 3 tetapi penakut hahaha!!! lemah" provokasi Firza
Tiba-tiba ada seseorang yang menyerang Firza dari belakang tetapi berhasil di tangkis oleh Firza.
"Hanya segini saja kemampuan peringkat 3 dari 12 iblis bulan? L-E-M-A-H!!" provokasi Firza
"Hey.... tidak bisa kah aku ikut bertarung juga?" tanya Kanao
"Eh... maaf, kalau begitu langsung saja?" tanya Firza
Tanpa banyak basa-basi lagi mereka semua langsung bertarung, karena tidak ingin Kanao terganggu Firza membawa perijgkat ke 10 dan ke 3 menjauh.
"Kenapa kau lari manusia!!! dasar pengecut!!" ucap peringkat 10
"Kau tadi mengatakan bahwa aku pengecut?" tanya Firza dengan aura yang sangat menakutkan
'A-ada apa dengan aura yang snagat menakutkan itu!' ucap peringkat 10 dalam hati
'T-tunggu aura ini bahkan lebih kuat dari *Dia*!!' ucap peringkat 3 dalam hati
"Selamat kalian sudah membuatku marah." ucap Firza sanati akan tetapi dapat dirasakan aura kebencian dan kematian yang begitu kuat dari Firza
Dengan cepat Firza menggunakan teknik pernapasannya dan mengambil posisi untuk bertarung.
' -Teknik pernapasan Void- gerakan ke tiga: Penghancuran' ucap Firza dalam hati
Seketika pedang Firza menebas seluruh hal yang ada didepannya dengan membabi buta, yang sebenarnya setiap tebasannya memiliki pola yang snagat rumit sampai-sampai setiap gerakannya terlihat seperti tebasan asal-asalan.
"Oh... kalian masih hidup ternyata... menarik" ucap Firza
"Buka segel" ucap Peringkat 3 dan 10 secara bersamaan
Seketika mereka berdua memgalami lonjakan kekuatan yang begitu besar, jika yang melawan mereka merupakan Hashira dapat dipastikan Hashira itu akan mati dalam 10 detik.
"Ho.. menarik! serang aku!!!" ucap Firza bersemangat
Peringkat 10 menggunakan teknik darahnya yang mampu membuat seluruh tubuhnya ditingkatkan sebanyak 40 kali lipat. Peringkat sepuluh meninju Firza berkali-kali tetapi berhasil di hindari oleh Firza, Firza membalas dengan tebasan ke samping yang berhasil dihindari juga oleh peringkat 10 meski terdapat luka tebasan di bagain perut. Begitu juga dengan peringkat 3, Dia menggunakan teknik darah yang mampu membuat dia mampu untuk mengendalikan segala sesuatu dalam jarak 3 meter dari dia sebagai pusatnya. Mereka bertarung dengan sangat sengit, banyak sekali luka-luka di tubuh peringkat 10 dan peringkat 3 meski begitu semua luka itu langsung menghilang dikarenakan kemampuan regenerasi mereka yang snagat cepat.
"Baiklah... terima kasih atas pertarungannya." ucap Firza
"Jangan berlagak seperti kau sudah menang!!" teriak peringkat 3
"Memang aku sudah menang dari awal" jawab singkat Firza sebelum menebas inti jiwa dari peringkat 10 dan 3
"A-apa yang kau lakukan baji..." ucap peringkat 3 sebelum tubuhnya yang perlahan-lahan hangus terjatuh tanpa nyawa.
"Huff... itu cukup menyenangkan" ucap Firza senang
"Baikalh saatnya kembali dan melihat Kanao" ucap Firza yang langsung pergi ke tempat Kanao
----POV Kanao-----
"Huff.... huff... mati sajalah kau iblis sial*n" ucao Kanao
"Huff... Hufff... boleh juga kau manusia sial*n"balas peringkat 12
"Matilah kau!!" ucap Kanao sembari berlari untuk membunuh peringkat 12
"Kau yang akan mati!!" balas peringakt 12 tidak mau kalah
'-Teknik pernapasan bunga- gerakan ke 2: Tebasan Sakura' ucap Kanao dalam hati
Mereka berdua melakukan serangan terkahir untuk mengakhiri pertempuran ini, yang diakhiri dengan pedang Kanao membela tubuh peringkat 12 menjadi debu dengan 34 bunga sakura di sekelilingnya.
"Akhirnya selesai ju.." ucap Kanao yang terpotong karena dirinya terjatuh akibat terlalu lelah yang langsung di tangkap oleh Firza
"Kerja bagus, Kanao sudsh menjadi semakin kuat" ucap Firza sebelum Kanao pingsan
---POV Kanao END-----
Dengan kekuatannya Firza membuat sebuah rumah untuk ditinggali sementara. Setelah selesai membuat rumah Firza langsung meletakkan Kanao di kamar untuk beristirahat.
"Sepertinya aku akan pergi terlebih dahulu ke tempat Tanjiro, aku tidak ingin Nezuko sampai terluka seperti di animenya" ucap Firza yang langsung pergi ke tempat Nezuko, tak lupa Ia telah meninggalkan surat untuk Kanao sebagai jaminan jika Firza tidak bisa kembali sebelum Kanao tersadar dari pingsannya.
----Di suatu gunung------
Dapat terlihat Tanjiro yang berhadapan dengan Rui berperingkat lower moon 5, Zenitsu yang berhadapan dengan iblis laba-laba, dan Inosuke yang diikat di pohon oleh Gyuu.
Ketika Nezuko akan di ikat oleh Rui tiba-tiba benang-benang Rui terpotong oleh sebuah pedang yang sangat indah.
"Kau tidak apa-apa Nezuko?" tanya Firza
Yang dibalas oleh Nezuko dengan anggukan dan menunjuk tempat Tanjiro yang sedang terluka.
"Kamu ingin aku menyelamatkan kakakmu?" tanya Firza yang diangguki oleh Nezuko
"Huff... baiklah kalau begitu" ucap Firza yang labgsung pergi ketempat Tanjiro dan menyembuhkan semua lukanya
"Terima kasih sudah menyelamatkan adikku Nezuko" ucal Tanjiro
"Tidak perlu berterimakasih, mau bagaimanapun Nezuko adalah istriku" ucap Firza
"Eh.. istri??" ucap Tanjiro kebingungan
"Ya, Nezuko adalah istriku" ucao Firza sembari memberikan ingatan kehidupan sebelumnya kepada Tanjiro dan Nezuko.
"Ahh... jadi begitu"ucap Tanjiro
"Nezuko maaf, jika aku datang lebih cepat mungkin keluargamu tidak dibantai dan juga kamu tidak berubah menjadi iblis"ucao Firza menyesal
Tiba-tiba Nezuko langsung memeluk Firza sembari menggelengkan kepalanya, jika Nezuko bisa berbicara kira-kira seperti ini 'Tidak perlu bersedih... itu semua bukanlah salahmu, yang terpenting sekarang kamu ada disini'
"Tidak perlu menyesal, itu bukanlah salahmu... itu semua salahku.... jika saja aku lebih cepat mungkin mereka..." ucap Tanjiro
Tiba-tiba Firza tertusuk oleh benang yang dikendalikan olejmh Rui.
"Firza!!"ucap Tanjiro terkejut
"Tak apa-apa" ucap Firza menenagkan Tanjiro dan Nezuko
"Dasar serangga, berani sekali kau menganggu waktuku bersama dengan istriku dan juga kakak iparku" ucap Firza marah
Seketika Firza menghilang ditempat dan muncul kembali di belakang Rui dengan pedang yang telah menebas kepala Rui. Bersamaan dengan itu ada 2 orang Hashira yang melihat Firza membunuh Rui yang merupakan peringkat Lower moon 5, yang tidak lain adalah Gyuu dan Shinobu.
"Mau sampai kapan kalian bersembunyi dna melihat saja?" tanya Firza sembari melihat kearah mereka berdua
"Oh... kamu mengetahui kami ada disini?" ucap Gyuu
"Yah... terserah kalian." ucap Firza acuh tak acuh dengan pertanyaan Gyuu
"Firza-san kamu tidak apa-apa? bukankah tadi kamu tertusuk?" tanya Tanjiro kuatir
"Aku tidak apa-apa kakak ipar~" balas Firza
"Syukurlah" ucap Tanjiro mengabaikan panggilan Firza pada dirinya
"hmm.... ada iblis di sebelah kalian, kenapa tidak kalian bunuh?" tanya Shinobu yang menarik pedangnya dna bersiap untuk membunuh Nezuko
"Dia berbeda dengan iblis lain" balas Gyuu, Firza, dan Tanjiro bersamaan
"Berbeda?"tanya Shinobu
Tiba-tiba ada gagak yang memberitahukan untuk membawa Nezuko dan Tanjiro ke markas korp pemburu iblis.
-----Bersambung-----
Halo semua, maaf ya udah 4 hari aku tidak up. Aku pengen tanya pendapat kalian, enaknya setiap hari up 2 chap dengan total kata 500+ setiap chapnya atau tiap hari selasa, sabtu, minggu up 2 chap dengan total kata 1000+ setiap chapnya. jangan lupa berikan pendapat kalian ya, sampai jumpa di chap berikutnnya (nanti jam 7 mungkin?).