
Chapter: 6
"Viora, apakah Tsukasa sudah tertidur?" tanya Firza
[Sudah Firza]
"Tampilkan seluruh fiturmu Viora" ucap Firza
[Menampilkan fitur-fitur Viora]
[Status]
[Inventory]
[Shop]
[World Travel]
[Quest/misi]
[Gacha]
[Parameter Cinta]
[Terkunci]
"Hmm, Viora buka parameter cinta" ucap Firza
[Membuka parameter cinta]
[Istri:0]
[kekasih:0]
[tingkat cinta seseorang pada Firza]
[Tsukasa Tskuyomi: 90%]
[?:100%]
(Tergantung dengan jawaban kalian di pertanyaan gw, di komen chap 'Bangunnya Tsukasa dan hadiah gacha'. kalo mau dibikin harem bakal tetep kayak yang di atas dan juga untuk ngeliat tingkat kesetiaan dan pertemanan bakal gw bikin si Firza beli skill dari system atau Firza buat sendiri, tapi kalo ga mau bakal kuubah jadi 'parameter' aja ga ada 'cinta'. Jadi fungsinya buat liat tingkat kesetiaan, tingkat pertemanan, dll. Kutunggu jawaban kalian)
"Oh... Tsukasa memiliki tingkat kesukaan padaku sebanyak 90% menurut parameter cinta, dan Viora tunjukkan tingkatannya" ucap Firza
[Baik]
[1-30% \= pertemanan]
[31-40% \= Sahabat]
[41-60% \= tumbuh benih-benih cinta]
[61-70% \= hampir setiap saat memikirkan Firza]
[71-90%\= Sangat mencintai Firza, bahkan rela mati untuk Firza]
[91-99% \= tunangan Firza, yang berarti jika sudah tunangan maka bisa naik dari 90% menjadi 91% sampai 99%.]
[100% \= Istri Firza, hanya bisa di raih jika sudah menikah dan menjadi istri Firza, dan jika sudah 100% maka akan ada tanda sang Absolute pada tubuh dan jiwanya, yang memiliki arti sebagai istri dari sang Absolute. Dan pemilik tandanya akan secara langsung naik menjadi Dewi, dan akan terus menjadi istri dari sang Absolute meski mati sekalipun]
'Jadi Tsukasa sudah sangat mencintaiku??' ucap Firza dalam pikirannya.
[Apakah Firza akan menjawab cintanya?]
"Jika dia memang mencintaiku maka akan ku cintai dia bahkan jika aku harus menghancurkan seluruh Omniverse" ucap Firza dengan tegas
"Baiklah nanti pagi akan kuajak dia pergi jalan-jalan dan melamarnya" ucap Firza
"Selamat malam Viora, Selamat malam Tsukasa." ucap Firza sebelum tertidur, meski tidak butuh tidur akan tetapi sudah menjadi kebiasaan Firza ketika masih menjadi manusia.
Sementara itu di kamar Tsukasa
"Selamat tidur Firza" ucap Tsukasa dengan senyuman yang mampu membuat seluruh pria di seluruh Omniverse berperang untuk mendapatkannya.
-----Skip pagi hari------
Saat pagi hari Firza langsung bangun dari tidurnya dan segera pergi membersihkan diri dan langsung memasak makanan untuk dirinya dan Tsukasa. Tepat saat Firza selesai meletakkan seluruh makanan di meja, Tsukasa datang dengan pakaian yang imut, sehingga menambah keimutannya.
"Selamat pagi Tsukasa yang imut" jawab Firza setelah bangun dari kekagumannya akan keimutan Tsukasa.
"B-Baka" jawab Tsukasa terbata-bata karena malu
"Sudah-sudah sini duduklah, sarapannya sudah siap" ucap Firza sembari menarik tangan Tsukasa menuju tempat duduk Tsukasa
'Tangan Firza sangat hangat dan ada perasaan aman serta nyaman saat bersamanya, ingin rasanya bisa bersama dengan dirinya selama-lamanya' ucap Tsukasa dlama hatinya tanpa sadar
'Bodoh apa yang sedang kupikirkan' ucap Tsukasa dalam pikirannya sembari menutupi mukanya yang sedang memerah
"Kenapa?" tanya Firza
"Tidak... tidak apa-apa" jawab Tsukasa sembari mengalihkan wajahnya ke arah lain.
Setelah itu mereka memakan sarapan mereka sembari ditemani dengan suasana merah mudah yang romantis.
---setelah selesai makan-----
"Jadi Tsukasa.... mau pergi jalan-jalan bersamaku?" Ajak Firza
"ehh... kenapa tiba-tiba sekali" gumam Tsukasa
"Apakah tidak mau??" tanya Firza dengan wajah sedih dan air mata buaya ehem lupakan saja.
"Ehh... bukan... bukan begitu.... aku mau kok... ahany sedikit terkejut saja karena tiba-tiba sekali." jawab Tsukasa panik setelah melihat wajah Firza yang sedih
"Betulkah itu??" tanya Firza sekali lagi
"Iya, betul" jawab Tsukasa dengan wajah yang memerah setelah sadar bahwa ini ajakan untuk kencan
"Baguslah, yosha!!" ucap Firza gembira
'Senyumannya sungguh pembunuh wanita, tetapi dia sangat imut saat sedang gembira seperti itu' ucap Tsukasa dalam hatinya
"Baiklah nanti jam 3 kita mulai pergi" ucap Firza dengan antusias
"Baik, aku mau bersiap-siap dulu" jawab Tsukasa dan langsung pergi menuju kamarnya
----skip ke jam 3-----
Firza sekarang sedang menunggu Tsukasa, karena sebentar lagi mereka akan kencan. Tak lama setelah itu Tsukasa keluar dari kamarnya menggunakan pakaian yang sangat cocok dengan dirinya dan menambah kecantikannya, yang berhasil membuat Firza terpana.
"Sudah menunggu lama ya Firza?? maaf ya" tanya Tsukasa dan meminta maaf
"Eh.. tidak kok, aku juga baru selesai" jawab Firza
"Syukurlah jika begitu" ucap Tsukasa lega
"Jadi ayo pergi" ucap Firza sembari menggenggam tangan Tsukasa dengan lembut
"Ayo" jawab Tsukasa dengan sedikit memerah karena tangannya di genggam oleh Firza
Mereka melakukan banyak hal mulai dari berbelanja, membeli makanan ringan, menonton, pergi ke taman bermain, dan di tutup dengan makan malam yang romanti di sebuah resort yang berada di pegunungan, dari resort ini bisa terlihat seluruh kota dengan pemandangan binta yang indah di langit-langitnya.
"Terima kasih sudah mau mengajakku bersenang-senang seharian ini Firza" ucap Tsukasa setelah selesai makan malam
"Tidak perlu terima kasih Tsukasa, dan juga bisakah kau ikut dengan ku, ada yang ingin kutunjukkan" jawab Firza sembari mangajak Tsukasa kesuatu tempat
Seelah mereka berjalan selama 3 menit sampailah mereka di sebuah tempat tersembunyi yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
"Indah bukan?" tanya Firza
"Iya, sangat indah" jawab Tsukasa
Setelah itu Firza menekuk saru lututnya dan berlutut di hadapan Tsukasa sembari membuka sebuah kotak yang berisi cincin dan berkata.
"Tsukasa, meski kita bertemu baru beberapa hari tetapi satu hal yang pasti aku sudah jatuh cinta padamu, meski tempat ini indah tetapi jika tidak ada dirimu tempat ini hanya akan menjadi tempat yang biasa saja. Sebelum kamu ada aku selalu merasa kesepian dan snagat sedih, tetapi saat itu juga kamu datang dan membawa cahaya baru bagi diriku. Oleh karena itu Tsukasa Tsukuyomi pada malam hari ini aku Firza Masayoshi di hadapan surga dan seluruh alam semesta melamarmu, Maukah kau menikah denganku?" Lamar Firza
"A... Aku mau" jawab Tsukasa terbata-bata dengan air mata kebahagiaan
-----Bersambung-------
Halo semua, gimana Chap ini? aku sih merinding setelah ngebaca ulang dan agak garing? ya sorry ya kalo ga bagus, soalnya ini pertama kali gw bikin romance. Dan gw sendiri ga ada pengalaman sama sekali jadi sorry. Masih kutunggu jawaban kalian, yaudah sampai sini aja. Tuhan memberkati