
Chapter 9:
Di suatu tempat yang sangat rahasia namun penuh akan keindahan, terlihat seorang anak kecil yang sangat tampan dengan rambut berwarna putih dan mata berwarna emas, anak kecil tersebut terlihat sedang berlatih menggunakan pedang.
"Dylan, ayo sarapan dulu!" teriak Tsukasa dari dalam rumah
"Baik" jawab Dylan sembari berlarimasuk ke dalam rumah untuk sarapan bersama orangtuanya
-----Selesai sarapan------
"Dylan bagaimana dengan latihanmu?" tanya Tsukasa
"Sangat baik ma!! aku sudah bisa menguasainya sampai tingkat tinggi puncak satu langkah di bawah sempurna." jawab Dylan
"Wah anak mama memang sangat jenius" ucap Tsukasa semabri memanjakan Dylan
"Baguslah jika kamu sudah menguasainya sampai tingkat tinggi puncak" ucapFirza
"Apakah papa kecewa?" tanya Dylan sedih
"Tentu saja tidak, Dylanku sayang. Ya kan FIRZA?" ucap Tsukasa mencoba menenangkan Dylan
"Y-ya, apa yang mamamu katakan itu benar" jawab Firza dengan terbata-bata karena Tsukasa mengeluarkan aura yang membuatnya takut (suami takut istri).
"Benarkah papa tidak kecewa denagn pencapaianku?" tanya Dylan denagn wajah yabg sangat menggemaskan
"Iya benar papa tidak kecewa kok, papa hanya memikirkan sesuatu saja" jawab Firza
"Yay, Dylan sangat senang. Dylan berjanji bahwa Dylan akan melindungi dan selalu menyanyagi papa dan mama." ucap Dylan sembari diiringi oleh petir yang sama dengan petir yang membuat Dylan hidup kembali, yang menandakan sumpah Dylan di akui oleh seluruh Omniverse.
"Dylan, jika ingin melindungi seseorang bukankah kamu harus lebih kuat terlebih dahulu?" tanya Firza
"Ya papa benar, Dylan harus menjadi lebih kuat lagi!!" jawab Dylan dengan bersemangat dan langsung pergi ke tempat latihan untuk berlatih
Selagi Dylan sedang berlatih, disisi lain terlihat Firza dan Tsukasa sedang membicarakan sesuatu yang penting.
"Sayang, mau sampai kapan kamu akan menyegel kekuatan Dylan?" tanya Tsukasa
"Sampai dia benar-benar bisa menendalikan seluruh kekuatannya dan tidak termakan oleh kekuatan itu sendiri" jawab Firza
"Bukankah berarti Dylan harus melalui kehidupan yang berat?"tanya Tsukasa
"Tidak juga, setiap kali Dylan menguasai hal baru sekitar 10 % kekuatannya yang sebenarnya akan bisa dikuasai sampai sempurna, yang berarti 10% tersebut tidak lagi tersegel."jawab Firza
"Baguslah jika begitu, aku tidak ingin melihat Dylan sampai terluka hanya karena ingin menjadi yang terkuat" ucap Tsukasa lega
"Tsukasa, bagaimana jika tempat ini kumasukkan ke dalam dunia pribadiku saja?" tanya Firza
"Ya, itu akan lebih bagus. Cepat atau lambat kita juga akan melakukan perjalanan ke seluruh dunia" jawab Tsukasa
Lalu mereka mngobrol terus menerus, sedangkan di tempat latihan dapat terlihat Dylan yang sudah selesai berlatih. Jika seseorang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap aura, maka orang itu akan bisa merasakan aura kehidupan dan kematian yang sangat luar biasa dari Dylan.
"Hmm, kekuatan apa ini?" tanya Dylan kebingungan
"Biarlah, nanti kutanyakan saja pada papa" ucap Dylan sembari pergi menemui orangtuanya
----di ruang keluarga-----
"Papa, mama" sapa Dylan
"Apakah kamu sudah selesai berlatih?" tanya Tsukasa
"Sudah ma" jawab Dylan sembari duduk berhadapan dengan orang tuanya
"Ada apa?" tanya Firza
"Bagini pa, tadi ketika Dylan berlatih tiba-tiba Dylan merasakan aura dan kekuatan Dylan bertambah, tapi Dylan tidka tau kenapa" jqwab Dylan
"Coba berikan tanganmu, akan papa lihat dulu" ucap Firza
Setelah itu Firza mengecek status dari Dylan, dan terkejutlah dia karena Dylan sudah membuka sebanyak 20% kekuatannya.
"Dylan, sedari lahir kamu memang sudsh sangat kuat. Kamu merupakan sang Absolute kehidupan dan kematian yang berarti kamu memiliki kemampuan untuk mengatur kehidupan dan kematian secara mutlak, oleh karena itu...." ucap Firza menjelaskan semuanya pada Dylan
"Dylan mengerti pa, Dylan akan memggunakan kekuatan Dylan untuk berbuat baik dan Dylan akan menjadi malaikat bagi orang-orang yang dekat denganku sedangkan aku akan menjadi Dewa iblis bagi musuh-musuhku" jawab Dylan
"Baguslah jika kamu mengerti, dan lebih baik kamu kuasai kekuatanmu secara perlahan-lahan. Meski kamu bisa mengontrol kekuatanmu secara mutlak itu bukan berarti kamu memiliki pengalaman dalam penggunaan kekuatanmu" ucap Firza
"Baik pa" jawab Dylan
Setelah itu mereka semua menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bersantai, dan ditutup dengan Firza memindahkan tempat ini kedalam dunia pribadinya.
------skip 2 tahun-----
Selama 2 tahun ini, banyak sekali hal-hal baru. Dylan sekarang mampu mengontrol kekuatannya sampai 50%, Firza dan keluarganya sudah mulai menjelajahi dunia lain, saat ini Firza dan keluarganya sedang berada di dunia bernama ZQ-2908. Dunia ini merupakan dunia gabungan dari berbagai anime.
Selama 2 tahun Firza telah bertemu dengan 4 istri lainnya, tetapi Firza tidak berencana untuk menjadikan mereka sebagai istri, Firza bertujuan untuk menjelaskan semuanya terlebih dahulu kepada Tsukasa, saat ini Dylan sedang pergi berpetualang sendirian untuk mencari pengalaman, jadi hanya tersisa Firza dan Tsukasa.
"Tsukasa, kamu masih ingat apa yang kukatakan saat kamu masih mengandung Dylan?" tanya Firza
"Ya aku mengingatnya" jawab Tsukasa
"Apakah kamu akan mengatakannya sekarang?" tanya Tsukasa
"Ya, jadi pada saat itu...." ucap Firza menjelaskan semuanya kepada Tsukasa, mulai dari system sampai apa yang dilihat Firza saat menggunakan pecahan masa depan
"Tenanglah, aku yakin kamu pasti akan melindungiku jika hal itu memang terjadi. Lagi pula siapapun yang menjadi istri sang Absolute maka dia akan secara langsung menjadi seorang Absolute juga. jadi tidak perlu sampai merasa bersalah seperti itu" ucap Tsukasa menenangkan Firza
"Kamu sudah bertemu dengan salah satu dari ke-14 istrimu yang lain bukan? aku tidak masalah selama kamu bisa mencintai dan menjaga kami semua." ucap Tsukasa
"Kamu benar, aku sudah bertemu dengan 4 orang dari ke-14 istriku yang lain. Dan terima kasih sudah memahami kondisiku, aku berjanji akan mencintai kalian semua" ucap Firza
"Tunggu apalagi, cepatlah bawakan aku saudari yang lain" ucap Tsukasa
"Baiklah, aku pergi dulu menjemput ke-4 saudarimu" ucap Firza
"Ya, semakin cepat semakin baik. Belakangan ini kamu semakin ganas, aku tidka sanggup jika mengatasimu sendirian" ucap Tsukasa tepat di telinga Firza
"Hehehe... maaf" ucap Firza
"Ya tidak apa-apa" jawab Tsukasa
-----Bersambung-----
Sorry telat, gw baru bangun jam 13.40 tadi. Dan lupa gw jadwal jadinya telat. Dan maaf ya gw cuma bisa bikin 3 chap doang, ada tugas mendadak dari guru gw, besok terakhir pengumpulan jadi sorry ya. Bye
(Sorry jika alurnya cenderung kecepetan, soalnya gw mau bikin paling enggak Firza udah dapetin ke-6 istri dulu baru pergi ke dunia yang akan di jelajahi oleh Firza dengan keluarganya tanpa time skip)