
Chapter 10:
Setelah Firza pergi dari rumah menuju ke taman, tak lama kemudian Dia duduk di salah satu bangku dan mulai menggunakan skill Maha Tahunya. dari situ dia mendapati bahwa sebelum dia bereinkarnasi menjadi manusia dan kembali menjadi seorang Absolute Ancient God Dia pernah hidup menjadi manusia juga, total Firza telah bereinkarnasi sebanyak 4 kali dan telah mengalami 5 kehidupan. Di reinkarnasinya yang pertama atau kehidupannya yang kedua Firza memiliki 14 orang, di kehidupan ini Firza mati karena di khianati oleh adiknya sendiri karena cemburu bahwa Firza memiiki banyak istri yang cantik dan sangat luarbiasa kaya raya. Entah mengapa kehidupan ke-1 sampai ke-3 tidak bisa Firza ingat, sampai hari ini akhirnya Firza bisa mengingatnya kembali melalui skill Maha Tahu.
Seluruh istri Firza selama berinkarnasi adalah 15 orang yang merupakan Nakano Miku, Hinata Hyuga, Kaguya Otsutsuki, Nakano Itsuki, Nakano Yotsuba, Asuna Yuuki, Tohka Yatogami, Origami Tobiichi, Linze Silhoueska, Yae Kokonoe, Yumina Urnea Belfast, Kanao Tsuyuri, Shinobu Kocho, Nezuko Kamado, Tsukasa Tsukuyomi. Yang Firza temui di dunia ZQ-2908 adalah Nakano Miku, Nakano Itsuki, Nakano Yotsuba, dan Asuna Yuuki.
Setelah mengetahui bahwa sedari awal mereka semua aalah istrinya Firza merasa gagal sebagai seorang suami, meski itu semua bukan murni kesalahannya karena bukan keinginannya untuk tidak bisa mengingat 3 kehidupab pertamanya.
Saat itu juga Firza mencari 3 Nakano bersaudara dan juga Asuna, setelah ketemu lokasinya Firza secara langsung pergi menemui mereka.
----Di toko game-----
"Ayo mau berapa lama lagi Miku" ucap Yotsuba
"Tunggu sebentar lagi, aku masih mencari game yang bagus" jawab Miku
"Sudahlah Yotsuba, paling 1 menjt lagi Miku selesai memilih kita tunggu saja" ucap Itsuki
Selain 3 Nakano bersaudara ternyata Asuna juga berada di toko game yang sama, dan berencana untuk membeli alat Vr agar bisa bermain game SAO yang sedang viral belakangan ini.
Tiba-tiba saja waktu berhenti, akan tetapi mereka berempat masih bisa bergerak sedangkan yang lain terdiam seperti patung.
"Apa yang terjadi? kenapa semuanya terdiam? seolah-olah waktu telah terhenti" tanya Yotsuba
"Tidak tahu sepertinya hanya kita berempat yang masih bisa bergerak"jawab Itsuki
"Berempat? bukankah kita cuma bertiga? siapa 1 lagi?" tanya Yotsuba kebingungan
"Lihatlah samping kirimu Yotsuba" jawab Miku
"Apakah kalian bisa bergerak juga?" tanya Asuna pada 3 Nakano bersaudara
"Ya kami bisa, apa kamu tau apa yang terjadi?" tanya Itsuki
"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja seperti waktu telah terhenti" jawab Asuna
"Memang benar, aku telah menghentikan waktu di dunia ini." jawab seseorang (Pasti tau lah siapa)
"Siapa kamu? bagaimana kamu bisa menghentikan waktu?" tanya Itsuki sambil meningkatkan kewaspadaannya
"Namaku Firza, tak perlu waspada seperti itu." ucap Firza
"Aku hanya ingin menemui ke empat istriku" ucap Firza
"Siapa yang kamu maksud?" tanya Yotsuba
"Jangan bilang itu kami berempat?" tanya Asuna menyimpulkan
"Benar, kalian berempat adalah istriku" ucap Firza
"Jangan mengaku-ngaku kau, kami tidak pernah menikah bagaimana bisa kami menjadi istrimu" teriak Itsuki
"Lebih baik kalian mengingatnya sendiri" ucap Firza sembari berpindah tempat ke dekat mereka
"tunggu ap...." ucap Asuna terpotong karena perlahan-lahan ingatan kehidupan yang lalunya kembali
Setelah 5 menit berlalu akhirnya mereka semua sadar kembali.
"Apakah itu semua nyata?" tanya Itsuki yang masih sedikit ragu
"Ya itu semua adalah kebenaran, itu merupakan ingatan dari kehidupan pertama kalian" jawab Firza
"Lalu bagaimana bisa Firza menghentikan waktu?" tanya Yotsuba
"Karena sedari awal aku merupakan Absolute Ancient God, entitas terkuat di seluruh Omniverse. Maaf telah menyembunyikan identitas asliku" ucap Firza
"Tidak apa-apa, bolehkah kami memelukmu?" tanya Asuna
"Tentu, aku adalah suami kalian kenapa masih harus bertanya, peluk aku sampai kalian puas" ucap Firza membuka tangannya mengundang mereka untuk memeluk dirinya
"Kami sangat merindukanmu" ucap mereka berempat secara bergantian
"Aku juga sangat merindukan kalian semua" ucap Firza
"Lalu sudah berapa banyak saudari yang sudah Firza dapatkan kembali?" tanya Yotsuba
"Sayangnya baru kalian saja, tetapi kalian ketambahan 1 saudari baru, namanya Tsukasa Tsukuyomi" jawab Firza
"Ayo pulang sekarang? Tsukasa sudah menunggu kalian dari tadi" ajak Firza
"Baiklah, ayo pulang" jawab mereka serentak
Setelah acara reuni itu merekapun pulang ke rumah Firza.
----Di rumah-----
"Aku pulang" ucap Firza
"Selamat datang kembali" balas Tsukasa
"Namaku Nakano Yotsuba, salam kenal" balas Yotsuba
"Namaku Nakano Miku, salam kenal" balas Miku
"Namaku Nakano Itsuki, salam kenal" balas Itsuki
"Namaku Asuna Yuuki, salam kenal" balas Asuna
"Ayo masuk, kita ngobrol di ruang keluarga" ajak Tsukasa
Mereka berlima pun berbiara dengan satu sama lain melupakan Firza begitu saja.
'Mereka cepat sekali akrab, baguslah. Tapi kalian jahat sekali meninggalkanku sendirian disini' ucap Firza dalam hati
Firza pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri Firza langsung pergi ke dapur untuk memasak makan malam, selagi para perempuan masih mengobrol denagn asik.
"Ayo makan, makan malam sudah siap" ucap Firza memotong pembicaraan mereka
"Baik, mari kita lanjutkan nanti hihihi" ucap Tsukasa
"Ya kita lanjutkan nanti, sambil menghukum anak nakal yang memotong pembicaraan kita saat lagi seru-serunya hihihi" ucap Yotsuba
"Ya kamu benar mari kita menghukum dia nanti hihihi" ucap Asuna
"Itsuki bukankah mereka terlihat seprti iblis" bisik Miku pada Itsuki
"Ya mereka menakutkan" bisik Itsuki pada Miku
Mereka berempatpun pergi keruang makan, dan mulai makan malam dengan tenang seperti biasanya. saat tengah makan malam tiba-tiba Dylan datang dengan skill telerportasi yang Dia ciptakan sendiri.
"Papa mama Dylan pulang" ucap Dylan
"Selamat datang kembali sayang" balas Tsukasa dan Firza bersamaan
"Mama, mereka siapa?" tanya Dylan sembari menunjuk ke arah Miku, Yotsuba, Itsuki, dan Asuna
"Mereka mama kamu juga" jawab Tsukasa
"Ehh... bukankah mamaku itu mama Tsukasa?" tanya Dylan dengan bingung
"begini saja biar lebih mudah" ucap Firza sembari memberikan ingatan mengenai istri-istrinya di kehidupan ke dua.
"Ahh... jadi begitu" ucap Dylan
"Maafkan ketidaksopanan Dylan tadi" ucap Dylan meminta maaf
"Halo mama Miku, mama Yotsuba, mama Itsuki, dan mama Asuna" sapa Dylan dengan tingkah yang menggemaskan
"Tidak masalah, itu wajar jika kamu tidak tahu tentang kita" jawab mereka berempat
"Halo juga Dylan, anak mama yang menggemaskan" jawab mereka secara bergantian sambil memeluk Dylan
"Dylan pasti belum makankan? ayo sini mam suapin" ucap Asuna sambil menepuk-nepuk kursi kosong di sampingnya
"Iya, Dylan belum makan" jawab Dylan sambil berjalan ke arah kursi yang tadi di tepuk-tepuk oleh Asuna
"Buka mulutnya" ucap Asuna
"Nyam.... enak sekali, masakan papa memang sangat enak tapi sambil disuapin mama Asuna rasanya jadi lebih enak karena ada bumbu cintanya hehehe" ucap Dylan
"Sudah pintar berbicara kamu ya" ucap Tsukasa
"Tentu saja, Dylankan belajar dari papa hehehehe"
ucap Dylan
"FIRZA, apa aja yang kamu ajarin ke anakku?" tanya Tsukasa dengan penekanan saat mengucapkan nama Firza
"T-tidak ada, aku hanya mengajarkannya cara menjadi lebih kuat saja" ucap Firza keringat dingin
"Apa yang papa bicarakan? bukankah papa sendiri yang mengajarkanku cara mendekti perempuan?" ucap Dylan dengan wajah polos dan tak bersalah
"FIRZA, TIDUR DI LANTAI!!!" teriak Tsukasa
"T-tap..." ucap Firza terpotong
'TIDAK ADA TAPI-TAPI, TIDUR DI LANTAI" teriak Tsukasa
"Baik" ucap Firza depresi
Malam hari itu di habiskan dengan Firza yang tidur di lantai dan para perempuan yang sibuk mengobrol sampai melupakan niatan mereka untuk menghukum Firza.
----Bersambung----
Sampai ketemu hari Selasa semua, Bye Bye