
Chapter 7:
------Timeskip 3 tahun------
Sudah 3 tahun berlalu setelah kejadian lamaran, banyak seklai hal-hal yang telah terjadi. Di mulai dari pernikahan yang dilangsungkan 1 bulan setelah lamaran, pergi ke berbagai tempat di dunia, sampai akhirnya kami berakhir di tempat rahasia dan terpencil ini. Di tempat ini terdapat berbagai tumbuhan yang indah dan langka, yang membuat tempat ini sangat indah, di tempat ini jugalah kami memutuskan untuk tinggal setelah melalui petualangan menjalajahi dunia yang panjang dan penuh kenangan.
-----Kembali ke Firza-----
"Huft..... sudah 3 tahun berlalu semenjak aku melamar Tsukasa, dan sudah 3 tahun juga aku menjaga rahasia bahwa aku merupakan Absolute Ancient God dari sitriku sendiri." ucap Firza menghela nafas panjang sembari melihat indahnya langit pada malam hari
"Sayang, kamu sedang memikirkan apa? sampai terlihat sangat tertekan begitu" tanya Tsukasa
"Tidak ada, hanya memikirkan sudah 3 tahun semenjak aku melamarmu" jawab Firza dengan sedikit menggoda
"I-iya sudah 3 tahun lamanya kita bersama"Jawab Tsukasa dengan sedikit memerah
'Haruskah aku memberiahunya sekarang?' ucap Firza dalam hati yang sedang kebingungan untuk memberitahu Tsukasa atau tidak mengenai identitasnya yang sebenarnya.
[Lehih baik Firza memberi tahu saja, cepat atau lambat Firza harus memberitahunya]
'Kau benar Viora, huft... baiklah aku akan memberitahunya' ucap Firza dalam hatinya setelah menentukan pilihannya
"Tsukasa, ada yang mau ku bicarakan" ucap Firza secara tiba-tiba
"Ada apa?" tanya Tsukasa
"Jika aku bilang bahwa aku aalah seorang Dewa kamu percaya tidak?" tanya Firza
"Tidak, apakah kamu bercanda sayang?" tanya Tsukasa yang mengira Firza sedang bercanda
"Tidak, aku benar-benar seorang Dewa, lebih tepatnya aku adalah sang Absolute Ancient God" ucap Firza dengan wajah yang serius
"Hahaha... kamu lucu sekali sayang" jawab Tsukasa
"Huft... lebih baik kamu melihat sendiri" ucap Firza sembari memberikan ingatan tentang dirinya
"Sayang, kepalaku pusing sekali." ucap Tsukasa seelah menerima ingatan
"A-apakah kamu benar-benar sang Absolute Ancient God?" tanya Tsukasa denagn serius
"Iya, setelah tau akan hal ini, apakah kamu akut dengan diriku? apakah kamu mau meninggalkan aku?" tanya Firzadengan sedikit sedih
"Tentu tidak, apa yang kamu pikirkan. Bagiku kamu aalah orang yang telah mengambil hatiku, kamu adalah satu-satunya suamiku yang sangat ku sayangi" jawab Tsukasa sembari memeluk Firza dengan lembut
"Benarkah?" tanya Firza
"Tentu saja" jawab Tsukasa
"Terima kasih, aku snagat bersyukur memiliki istri yang baik dan mau menerima aku apa adanya" ucap Firza sembari membalas pelukan Tsukasa dengan lembut
"Tak perlu berterima kasih, aku juga sangat bersyukur bahwa suamiku adalah dirimu" jawab Tsukasa
Pada malam yang indah itu dapat dilihat sepasang kekasih yang menikmati kasih sayang satu sama lain dalam sebuah pelukan yang sangat dalam.
----Skip pagi hari----
"Selamat pagi Tsukasa" ucap Firza sembari tersenyum dengan lembut
"Selamat pagi juga" jawab Tsukasa
"Mandilah duluan, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita berdua" ucap Firza sembari pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan
"Tidak mau, aku maunya berdua sama kamu" jawab Tsukasa manja denagn wajah menggemaskan dan seperti ingin menangis
"Huft... baiklah ayo" jawab Firza sembari menggendong Tsukasa secara tiba-tiba
"Kyaa, kenapa kamu mengegendong diriku secara tiba-tiba B-baka" jawab Tsukasa denagn malu
"Kamu sangat imut saat sedang malu sperti itu" goda Firza
Setelah itu mereka berduapun mandi bersama, setelah selesai mandi Firza langsung memakai bajunya dan pergi ke dapur untuk memasak.
-----Di meja makan-----
"Selamat makan" ucap Firza dan Tsukasa secara bersamaan
Selama makan tidak ada satupun yang berbicara satu sama lain, karena mereka ingin menikmati momen ini dengan tenang.
---selesai makan----
"S-sayang, kapan kita mau punya anak?" tanya Tsukasa denagn terbata-bata dan sedikit malu
"K-kenapa bertanya tiba-tiba begitu?" tanya Firza dengan terbata-bata karena terkejut
"Aku ingin punya anak" jawab Tsukasa malu
"Huft.... kamu yakin ingin punya anak sekarang? aku sebenarnya berencana untuk membawamu pergi menjelajahi berbagai dunia di seluruh Omniverse ini" tanya Firza sembari memberitahu rencananya
"Bukankah akan semakin menyenagkan jika kita menjelajahi berbagai dunia ditemani dengan sanak kecil yang lucu dan menggemaskan?" tanya Tsukasa
"B-benar juga, tapi bukankah itu artinya kita tidak bisa lagi menikmati waktu kita bersama-sama" tanay Firza
"Tidak juga, justru itu akan menambah ke harmonisan keluarga kita bukan? menjelajahi dunia sembari ditemani oleh gelak tawa anak kecil yang menggemaskan" jawab Tsukasa
"Huftt... kamu yakin??" tanya Firza
"Ya, aku yakin, aku ingin punya anak!!" jawab Tsukasa dengan semangat
"Huftt... baiklah" jawab Firza sembari menggendong Tsukasa secara tiba-tiba untuk di bawa ke medan tempur
"Kyaa" teriak Tsukasa terkejut
Dari dalam kamar dapat terdengar suara yang sangat merdu, sampai-sampai bisa terdengar ke seluruh tempat rahasia ini.
----setelah selesai berempur----
"Huftt... huftt... sayang, aku sangat mencintaimu"ucap Tsukasa dengan penuh kasih sayang sebelum jatuh pingsan
"Aku juga mencintaimu" jawab Firza sembari mencium dengan lembut bibir Tsukasa
Sudah sembilan bulan sejak pertempuran itu, sekarang di dalam sebuah kamar dapat terlihat seorang perempuan yang akan segera melahirkan,
proses lahiran itu di tangani oleh beberapa dokter dan perwat yang sudah profesional den semuanya perempuan.
Disisi lain dapat terlihat seorang pemuda yang sedang gelisah.
"Seharusnya tidak akan terjadi sesuatu yang berbahaya pada dirinya maupun anakku" ucap Firza dengan gelisah dan kuatir
*Oek Oek
Terdengar suara tangisan bayi yang setiap tangisannya di iringi oleh sambaran petir abadi.
Tanpa memperdulikan hal yang lain Firza dengan cepat masuk kedalam ruangan tempat Tsukasa melahirkan. Tepat saat Firza masuk, bayi yang ada di gendongan salah satu dokter tersambar petir Abadi.
"Tidakk" teriak Firza yang langsung mendatangi tempat bayi tersebut tersambar petir.
Dapat terlihat seorang bayi yang tak bernyawa terbang di udara. Dengan cepat Firza mengambil bayi itu dan mengecek statusnya, setelah mengeceknya Firza menangis dengan keras karena tahu bahwa anaknya yang baru lahir telah tewas tersambar petir, saat itu juga petir yang tidak diketahui menyambar tubuh bayi tersebut. Setelah selesai tersambar, tubuh yang tadi tak bernyawa perlahan-lahan mulai membangun kembali tubuhnya, setelah selesai dapat dirasakan energi kehidupan yang melimpah langsung meluap-luap keseluruh Omniverse, bersamaan dengan itu seluruh Omniverse merayakan kelahiran anak dari sang Absolute, yang nantinya akan dikenal sebagai sang Absolute kehidupan dan kematian.
(Disini Tsukasa udah pingsan karena kelelahan)
----Bersambung----
Halo semua, sorry kalo jelek dan banyak typo soalnya gw jujur udah ga ada ide lagi mau ngapain dan males cek ulang. Oh iya... besok minggu akan kuusahakan untuk crazy up 3-4 chap kalo ga males akan ku coba sampai 5 chap. Kasih saran nanti mau ke dunia apa, nama anaknya apa, mau dibikin harem atau enggak, dan kekuatan Anaknya apa aja selain mengatur secara mutlak akan kehidupan dan kematian. Bye bye
(Sorry ga up beberapa hari ini, seperti yang udah gw bilang kalo gw ga bakal bisa sering up soalnya udah mulai sekolah lagi. Hari selasa minggu depan gw bakal coba up 2 chap jadi tunggu aja.)