
Ye Seong membawa Liu Yen ke taman yang dekat sekitar situ, Liu Yen yang heran hanya berdiam diri dan menjaga jarak antara ia dan Ye Seong, Ye Seong yang tampak canggung untuk memulai pembicaraan bingung bagaimana ingin bicara dengan Liu Yen. Pada akhirnya suasana dingin terpecah oleh teriakan paman Liu Yen "Liu Yen!!! kamu mau apa?? cepat ke siniii!!", Ye Seong tiba - tiba terkejut dengan teriakan ayahnya tidak jadi mengobrol dengan Liu Yen, Liu Yen yang ditinggal begitu saja meninggalkan seribu pertanyaan di kepalanya. Liu Yen memilih cemilan yang dia inginkan, selesai membeli beberapa cemilan Liu Yen dan keluarga kembali melanjutkan perjalanan ke pantai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selama perjalanan menuju pantai Liu Yen tenggelam dalam lamunannya memikirkan mimpinya semalam...
...*Kenapa? Kenapa? Mimpi itu aneh, bayangan Yi Fei yang selama ini ku bayangkan berbeda jauh dalam mimpi itu?.. Apa mungkin benar dia sudah memiliki pacar? Orang yang dia suka?.. AAARRGHH kenapa semakin ke sini semakin aku bingung si?.. HUFTT.. Mengapa cinta begitu sulit dimengerti?? ARGHH HUFTT*.. Peperangan batin Liu Yen perkara mimpi semalamnya. ...
...****************...
...----------------...
Liu Yen berkata pada dirinya sendiri "Aahh, pantai ini adalah tempat favoritku~..." sambil menyusuri pantai, tak berselang lama Liu Yen melihat seorang wanita yang sedang melamun melihat ke arah foto. Liu Yen yang penasaran mendekat ke arah wanita tersebut, ternyata wanita itu adalah Yi Fei. Liu Yen langsung menghampiri Yi Fei dengan cepat, lalu Liu Yen duduk di samping Yi Fei "Hei ada apa??", Yi Fei yang tersadar dari lamunannya segera menyimpan foto yang ditangannya ke sakunya. Liu Yen mengulang pertanyaannya kembali "Hei ada apa?", Yi Fei hanya menghela napasnya dan berjalan menyursuri pantai, Liu Yen yang merasa Yi Fei sedang memiliki masalah "Jika, merasa sedih atau ada masalah ceritalah pada ku." tanya Liu Yen sambil berjalan beriringan dengan Yi Fei, Yi Fei menjawab dengan singkat "Tidak apa.". Liu Yen bertanya kembali "Mengapa kamu ke sini?", Yi Fei lagi - lagi menjawab dengan singkat "Terserah padaku.". Liu Yen merasa seperti orang asing setelah lama tak bertemu Yi Fei, Yi Fei juga kembali menjadi seseorang yang dingin.
...*Kenapa kamu begini lagi? Mengapa hatimu beku kembali? Mungkin kamu akan sedingin es tapi aku akan hangat memeluk hatimu.. akan ku cairkan yang kamu bekukan.. Akan ku buka apa yang kamu kunci dariku.* Dalam benak Liu Yen berusaha mengejar Yi Fei. ...