
...Hari berganti hari, musim berganti musim. Liu Yen yang merencanakan akan berlibur setelah semester pertamanya selesai akan mengunjungi sang kakek, ia juga akan mengambil cuti dari pelatihan karena menurutnya ia butuh istirahat sejenak. Tiba - tiba terjadi hal yang mengejutkan, Yi Fei datang dengan kakeknya menemui pelatih untuk berpamit karena Yi Fei akan pindah ke Quong Do. Liu Yen yang mengetahui hal itu langsung mengejar Yi Fei lalu bertanya "Kenapa begini?.. Apakah karena kemarin?.. Baiklah aku minta maaf, sudah ku ungkapkan itu sudah cukup bagiku. Menetaplah di sini", Yi Fei menjawab sambil menunduk "Tidak perlu minta maaf, kamu tidak salah. Aku hanya pergi untuk pendidikanku, yang kemarin maaf aku tidak bisa. Terima kasih.". Hal itupun membuat Liu Yen tidak fokus berlatih, Liu Yen merasa kesepian. Lalu, Ji Rei bertanya karena melihat keadaan Liu Yen yang terus menerus seperti ini "Hei, aku tau kamu memiliki perasaan yang lebih dengannya. Aku mengerti, tapi bukankah mencintai tidak harus memiliki?. Terkadang kita juga harus mengerti keadaan seseorang, mau setabah apapun menanti, sekuat apapun menggenggam, sesabar apapun bertahan, seberusaha apapun menjaga. Jika, yang tidak ditakdirkan untukmu tidak akan menjadi milikmu. Kamu bisa merubah nasib tapi, tidak bisa merubah takdir.", Liu Yen yang mendengar ucappan temannya mengangguk ringan sambil tersenyum "Terima kasih."....
Selesai berlatih Liu Yen bergegas pulang ke rumah, sesampainya di rumah Liu Yen berdiskusi dengan ayah dan ibunya "Ayah.. Ibu aku berencana liburan keluarga kita ke kota Quong Do bagaimana???..", sang ibu menjawab "Ya, ibu akan ikut saja..", sang ayah sambil tertawa "Ya, baiklah.. kita akan berangkat Sabtu saja.", Liu Yen dengan semangat karena dengan perginya ia ke Quong Do akan bertemu Yi Fei "Setuju!!! ".
Esok harinya Liu Yen yang sudah menetapkan liburnya sangat senang, karena ia bisa bertemu Yi Fei. Ji Rei yang melihat perubahan Liu Yen kemarin yang tampak tak semangat senang melihat temannya kembali semangat. Ji Rei bertanya "Haha, tampaknya ada yang sedang senang.. ada apa?", Liu Yen menjawab dengan semangat "Aku akan berlibur ke kota Quong Do, jadi aku bisa bertemu Yi Fei.. Hehehe.", Ji Rei sambil tertawa "Ahah, astaga pantas kamu sangat senang.. baiklah aku mendukungmu. Fighting!", Liu Yen membalas dengan tos "Fightingg!!".
Akhirnya, hari yang dinanti - nanti Liu Yen datang Sabtu. Sabtu, Liu Yen dan keluarganya besar berlibur ke Quong Do.
Disela - sela perjalanan menuju Quong Do, kakek Liu Yen bertanya "Kenapa, kok tumben ke Quong Do?", Liu Yen dengan semangat menjawab "Hehe tidak apa - apa kek.. cuma mau cari libur yang berbeda saja.. ", sang kakek yang sepertinya mengetahui sesuatu hanya terkekeh mendengar jawabban sang cucu.
Lalu, sepupu perempuan Liu Yen bertanya "Liu Yen kamu sudah punya pacar belum?..", Liu Yen menjawab sambil menghela napas setengah tertawa "Ahah.. astaga ya sebentar lagi akan punya", sepupu perempuan Liu Yen yang sepertinya memiliki perasaan lebih pada Liu Yen menjawab "Wahh.. baguslah.. ".
...Sesampai di Quong Do Liu Yen dan keluarga besarnya, mencari tempat penginapan. Di saat itu juga, Liu Yen berpikir dalam benaknya sambil tersenyum.....
...Jika Yi Fei tau aku ke sini pasti dia sangat senang hehe.. bahkan aku sudah membayangkan wajahnya.. aku tidak sabar ingin bertemu Yi Fei:D....