The Story Of The Athlete'S Journey And His Love

The Story Of The Athlete'S Journey And His Love
Eps 3. Memulai hal baru



Liu Yen yang mendengar hal itu seketika semangatnya terbakar untuk membuktikan kepada sang ayah. Jam 12.00 Liu Yen dan Yi Fei mendapat partai 34 sudut biru. Melihat partai - partai sebelumnya Liu Yen merasa takut, Liu Yen takut mandapat lawannya sulit juga baru pertama kalinya dia mengikuti pertandingan. Yi Fei berusaha menenangkan Liu Yen yang sedang takut. Akhirnya, partai 34 Liu Yen dan Yi Fei sudut biru melawan Zen Roung dan Ting Qei sudut merah. Dengan, pertandingan yang sengit kemenangan diraih sudut biru dengan poin 1 - 0, poin 1 diperoleh dari 1 pukulan yang dibuat oleh Liu Yen saat memukul Zen Roung. Liu Yen yang sangat ia pun dengan spontan memeluk Yi Fei, Liu Yen yang sadar langsung meminta maaf karena tak enak dengan Yi Fei. Pertandingan ditutup dengan pengalungan medali dan pembarian hadiah lainnya. Liu Yen yang baru memiliki pengalaman pertamanya sangat senang karena tak disangka ia bisa memenangkan kompetisi tersebut dengan hasilnya sendiri, ia juga berhasil menjadi dirinya sendiri bukan menjadi keinginan sang ayah. Diperjalanan pulang Liu Yen mengobrol bersama Yi Fei, Liu Yen bilang "Yi Fei ah, aku sebenarnya sangat ingin memberitahu tentang ini.. tapi entah kenapa aku selalu gagal dan tidak ku katakan pada akhirnya.", Yi Fei menjawab "Katakan saja.", Liu Yen yang masih ragu memberitahu disela temannya Ji Rei "ARGHHH LIU YEN PENAMPILANMU TADI SANGAT KEREN ASTAGA.", Liu Yen menjawab "Ahaha, tidak begitu ini semua berkat Yi Fei juga dia menenangkanku karena aku sangat gugup tadinya sepertinya jika Yi Fei tidak ada di sampingku aku tidak bisa melakukannya.". Yi Fei pergi tanpa sepengetahuan Liu Yen dan Ji Rei.


...Dalam benaknya Yi Fei penasaran apa yang ingin diungkapkan oleh Liu Yen. Yi Fei bertanya - tanya hingga ia sampai di rumahnya. Tiba - tiba Yi Fei berkata "Kenapa aku memikirkannya, kenapa aku peduli dengan itu dia mau mengatakan apa saja bebas terserah dia, huft..". Liu Yen yang sudah tiba di rumahnya langsung bertemu sang ibu, ia langsung memeluk sang ibu. Sang ibu juga sangat bahagia sekaligus bangga mengetahui putranya yang tiba di rumah dengan selamat dan mempersembahkan penghargaan dari jerih payahnya sendiri. Ibu Liu Yen berkata "Nak, kamu berhasil. Ingatlah aku akan selalu mendukungmu, tidak usah pikirkan ayahmu karena ia akan tau berjalannya waktu aku tau ayahmu pasti akan marah tapi saat melihat keberhasilanmu aku yakin dia juga bangga. Teruskanlah.", Liu Yen yang mendengar hal itu mengangguk dan langsung membereskan barang - barangnya, lalu beristirahat. Ke esokkan harinya Liu Yen dengan keberhasilannya dikompetisi kemarin pelatih dari Liu Yen ingin Liu Yen dan Yi Fei mengikuti kompetisi - kompetisi lainnya. Semakin hari Liu Yen dan Yi Fei semakin menjadi pusat perhatian dunia dengan usia yang tergolong muda bisa mencetak rekor - rekor dunia, memiliki kemampuan yang luar biasa, disela kebahagiaan Liu Yen tiba - tiba sang ayah datang ke tempat pelatihan Liu Yen yang kebetulan Liu Yen masih berada di sana. Ayah Liu Yen yang terlihat marah berkata "LIU YEN!! APA YANG KAMU LAKUKAN DI SINI, HAH?!!? SUDAH AKU BILANG KAMU CUKUP BELAJAR SAJA TIDAK USAH MENGIKUTI PELATIHAN INI ITU!! APA KAMU MASIH INGIN MENGIKUTINYA?! JIKA "IYA" KELUARLAH DARI RUMAH TIDAK USAH KEMBALI!!" ayah Liu Yen menampar Liu Yen tanpa ampun dan pergi begitu saja, Liu Yen yang terkejut dan menangis "AYAH! aku mengerti kamu menginginkan yang terbaik untukku tapi ini yang terbaik untukku, aku adalah aku LIU CHEN YEN bukan kamu Liu Cheng Yong. Aku minta maaf telah menaikkan nada bicaraku."....