
Liu Yen yang tampak terkejut sekaligus heran dengan Yi Fei yang tiba - tiba berubah sikap dengannya. Selesai pelatihan yang biasanya Liu Yen dan Yi Fei pulang bersama, Yi Fei sama sekali tidak terlihat. Sejak Yi Fei tidak terlihat Liu Yen bertanya pada temannya "Heii... adakah yang tau Yi Fei dimana? karena aku tidak melihatnya sejak tadi..", Ji Rei menjawab "Aku juga tidak melihatnya..". Liu Yen khawatir dengan keadaan Yi Fei, mengingat Yi Fei saat berlatih, cara berbicaranya, dan sikapnya sangat berbeda dari biasanya. Yi Fei yang ternyata pergi ke Quong Do untuk menyelesaikan tugasnya, Yi Fei ternyata adalah cucu perempuan dari keluarga bermarga Xi bernama asli Xi Yuen Fei. Xi Yuen Fei menyamar menjadi Yi Fei datang ke kota Guong Dong hanya untuk membalaskan dendamnya pada keluarga Liu. Sejak awal Yi Fei menargetkan Liu Yen untuk dijadikan alur balas dendam sang ayah karena lewat Liu Yen ia bisa memanfaatkan sebagai sumber informasi dan mengambil kepercayaan dari pihak Liu Yen sendiri sehingga ia akan sulit untuk dipersalahkan, ayah Yi Fei yang dibunuh oleh kakek Liu Yen membuat alasan Yi Fei kuat untuk tetap membalaskan dendamnya tanpa ada cerita drama yang panjang. Yi Fei hanya fokus menargetkan kakek Liu Yen. Saat tiba di Quong Do Yi Fei langsung menemui sang kakek dan memberi informasi "Kakek, aku sudah dekat.. Aku akan melakukannya dengan bersih tanpa melibatkan siapapun. Biarkan aku saja.", Kakek Yi Fei menjawab "Mungkinkah aku bisa percaya kepadamu?." Yi Fei menjawab sambil mengangguk ringan "Ya, aku bisa. Aku bersedia.", Kakek Yi Fei hanya terkekeh dan menjawab "Baiklah lakukan. Aku akan menunggu hasil.".
...Kakek Xi Qiong Su (Kakek Xi Yuen Fei) dalam benaknya dia sudah tau bahwa cucunya memiliki perasaan kepada cucu keluarga Liu, Xi Qiong Su hanya akan memantau karena menurutnya balas dendam itu sudah tidak perlu. Xi Qiong Su merasa Xi Yuen Fei tidak akan membunuh Liu Cheng Sen (Kakek Liu Yen) karena Xi Yuen Fei sendiri sudah memiliki perasaan pada Liu Yen, sambil memikirkan hal itu Xi Qiong Su hanya terkekeh sekaligus ia bahagia pada akhirnya cucunya bisa merasakan hal yang harusnya dari dulu dirasakan tapi malah menjadi kesedihan yang menetap di hati dan pikirannya....
Esok harinya, Liu Yen mencari - cari Yi Fei tapi masih tidak bertemu dengan Yi Fei. Yi Fei yang tak sengaja bertemu Liu Yen membuat Liu Yen spontan memeluk Yi Fei. Yi Fei yang terkejut langsung mendorong Liu Yen menjauh, Liu Yen yang terkejut sekaligua senang bertemu dengan Yi Fei berkata "Maaf, aku minta maaf aku kelepasan.. Aku khawatir padamu kamu kemarin kemana saja? Aku khawatir apakah kamu baik - baik saja?. Aku sangat lega bertemu denganmu.. hufttt", Yi Fei menjawab sambil mengalihkan pandangan "Bukan urusanmu, tidak perlu mencari aku lagi..", Liu Yen yang merasa aneh langsung mengungkappan apa yang selama ini ingin dia ungkapkan tapi selalu tidak jadi ia berteriak "YI FEI, SEBENARNYA AKU MENYUKAIMU SEJAK AWAL AKU BERTEMU DENGANMU. MUNGKIN KAMU TERLIHAT DINGIN TAPI KAMU MEMILIKI HATI YANG HANGAT DI DALAMNYA. TENTANG SESEORANG YANG AKU CERITAKAN SAAT ITU ADALAH KAMU" Liu Yen yang merasa lega dengan perkataannya menghela dan menarik napas dalam - dalam, Yi Fei yang mengetahui hal itu hanya terdiam dan meninggalkan Liu Yen. Liu Yen dengan senang sekaligus lega menunggu jawabban dari Yi Fei.