
Liu Yenpun mulai berlatih dengan Yi Fei, disela - sela pelatihan Liu Yen memperhatikan Yi Fei agar bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan Yi Fei. Liu Yen mulai mengobrol santai dengan Yi Fei disela - sela latihan. Liu Yen yang tadinya diberitahu sang teman bahwa Yi Fei memiliki karater dingin dan jarang tersenyum, ia berkata pada temannya "Kamu benar mungkin dia terlihat dingin, tapi entah mengapa aku melihatnya berbeda dia seperti wanita yang memiliki kehangatan didalamnya.". Hari demi haripun dilewati oleh Yi Fei dan Liu Yen, semakin hari Yi Fei dan Liu Yen semakin dekat dan mengenal, Liu Yen jugs tidak canggung saat mengobrol dengan Yi Fei. Tiba - tiba ayah Liu Yen yang mengetahui sang anak memiliki wanita bertanya pada Liu Yen "Hei, apakah benar kamu sudah memiliki kekasih?.", Liu Yen yang heran bertanya "Apa?.. aku bahkan tidak memiliki kekasih" sang ayah menjawab "Bukankah waktu itu kamu membonceng seorang wanita?", Liu Yen yang tahu sang ayah salah paham tentang hubungannya dengan Yi Fei menjelaskan "Ahahaha, astaga ayah dia bukan kekasihku dia hanya temanku. Itu saja." ayahnya yang salah paham mengenai hal itu hanya tertawa. Ke esokkan harinya Liu Yen dan Yi Fei mendapat jadwal pertandingan taekwondo di Young Geum, hari Minggu jam 12.00. Liu Yen dan Yi Fei diminta mengisi formulir dan tanda tangan orang tua untuk menyetuju, Liu Yen mengetahui hal tersebut sempat bingung bagaimana caranya dia mendapat tanda tangan orang tuanya, sedangkan sang ayah tidak mengizinkannya. Saat, selesai pelatihan Liu Yen berkata pada Yi Fei yang saat itu mereka pulang bersama "Yi Fei apakah aku harus mundur?, karena orang tuaku saja tidak mengizinkanku.", Yi Fei menjawab "Kejarlah apa yang kamu inginkan dihidupmu, kamu harus memilih jalan sendiri yang bisa memilih jalan adalah kamu bukan orang lain. Pikirkan terlebih dahulu, kamu sudah melangkah sampai mana?, apakah kamu yakin untuk meninggalkannya?, kamu yakin setelah pembuktianmu pada orang tuamu?, aku tahu ini berat, aku sangat mengerti keadaanmu sekarang tapi yakinkah kamu? meninggalkan semuanya begitu saja yang langkahmu sudah sejauh ini." Liu Yen termenung dengan perkataan Yi Fei, sampai ia tidak bisa tidur memikirkan perkataan Yi Fei. Liu Yen akhirnya meneruskan karir sebagai Atlet Taekwondo, Liu Yen meminta tanda tangan sang ibu dan tanda tangan pamannya untuk mengganti tanda tanga sang ayah. Hari hari berlalu tak terasa sudah h-1 pertandingan taekwondo Liu Yen yang baru pertama kalinya sangat gugup untuk esok hari.
Sang ibu yang tahu putranya sedang gugup berkata "Liu Yen, dalam suatu perlombaan atau pertandingan jangan pikirkan menang atau kekalahan.. Yang harus kamu lakukan adalah lakukan yang terbaik dan untuk hasil belakangan mau kamu menang ataupun kalah sportiflah, jangan sombong karena bisa saja hari ini kamu berhasil tapi esok hari kita tidak tau apa yang akan terjadi. ", Liu Yen yang mengerti mengangguk ringan dan tersenyum berkata "Terimakasih ibu. Aku janji aku akan selalu ingat perkataanmu.". Hari Minggu tiba Liu Yen langsung berangkat ke Young Geum untuk pertandingannya bersama dengan Yi Fei, Yi Fei berkata pada Liu Yen "Tenanglah hari ini akan jadi pembuktian ke ayahmu bahwa kamu bisa menjadi dirimu bukan orang lain.".