
...Seorang anak lelaki yang bermimpi dari kecilnya menjadi Atlet Taekwondo, Liu Chen Yen. Sejak Liu Chen Yen kecil melihat sang ayah yang sangat berbakat dalam dunia beladiri, Liu Chen Yen yang saat itu masih polos sangat tertarik dengan dunia beladiri. Ayah Liu Yen sendiri seorang Atlet beladiri Taekwondo, ayah Liu Yen adalah tentara Jepang dizamannya. Semakin, dewasa Liu Yen semakin tertarik dengan dunia beladiri pada akhirnya Liu Yen mengikuti tempat pelatihan Atlet Taekwondo. Liu Yen yang pada saat itu terhalang oleh restu orang tuanya, dikarenakan sang ayah tidak memperbolehkan Liu Yen mengikuti jejaknya karena menurut sang ayah jika Liu Yen mengikuti jejaknya akan ada banyak masalah ditimbulkan. Sang ayah beralasan jika Liu Yen mengikuti pelatihan beladiri dia bisa terluka dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ibu Liu Yen yang sangat menyayangi anak lelakinya mengizinkan Liu Yen untuk mengikuti pelatihan beladiri Taekwondo, tanpa Liu Yen meminta izin dari sang ayah. Disaat, Liu Yen terlalu fokus dengan pelatihannya Liu Yen menjadi tidak fokus dengan sekolahnya Liu Yen juga mendapat masalah nilai dan materi diakhir - akhir semester. Sang ayah yang mengetahui masalah Liu Yen di sekolahnya bilang "Liu Yen!! kamu anak yang tak tahu untung, sudah diberitahu belajar tetap saja bebal!! Jika kamu tidak bisa mengikuti aturan dikeluarga ini maka pergilah!!."...
Sang ibu yang mengetahui kejadian tersebut langsung menengahi pertengkaran yang terjadi. Sang ibu yang mengetahui Liu Yen tengah menangis, berkata pada Liu Yen "Liu Yen, tidak apa - apa kamu menumpahkan air mata asal tidak melukai dirimu. Terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu bisa terwujud, maka dari itu kita harus berusaha kuat.". Disaat itu juga Liu Yen ingin membuktikan bahwa dia layak untuk dunia. Liu Yen belajar dengan giat, kamarnya yang penuh dengan tulisan - tulisan, buku - buku ia selalu teringat perkataan ayahnya. Tengah berjuang untuk membuktikan, Liu Yen merenung sambil melihat bulan "Ya, Tuhan mengapa?.. mengapa aku dilahirkan ke dunia, jika aku tidak memiliki apa - apa di dunia?.".
...Liu Yen meragukan perjuangan yang sudah ia lakukan. Liu Yen memutuskan berjalan - jalan sebentar keluar, tanpa sengaja bertemu dengan seorang perempuan yang sedang joging. Liu Yen yang melihat hal itupun tampak heran "mengapa ada seorang wanita yang keluar di malam hari untuk joging?", diapun tidak terlalu mengambil serius hal itu. Ke esokkan hari Liu Yen menghadapi ujian - ujian Tengah Semester, Liu Yen yang dulunya mengalami penurunan nilai, tertinggal materi ia berhasil membalik keadaan dan bahkan Liu Yen dinobatkan sebagai murid yang mengalami peningkat drastis. Liu Yen juga dijadikan panutan, inspirasi bagi orang - orang sekitarnya. Sang ayah yang mengetahui hal tersebut sangat senang dan sang ayah mengakui bahwa Liu Yen berhasil membuktikan padanya. Setelah menerima hasil ujian Liu Yen langsung berlatih ditempat pelatihannya. Liu Yen pada saat itu diposisikan untuk bertanding kelas ganda dengan Yi Fei. Yi Fei ternyata adalah wanita yang ia lihat saat malam itu, Liu Yen yang penasaran dengan Yi Fei menanyakan "Saat malam itu mengapa kamu joging?.. bukankah sudah malam? kamu seharusnya istirahat bukan?.", Yi Fei yang terkenal dingin bahkan jarang terlihat tersenyum menjawab "Itu bukan urusanmu bukan.". Lalu, salah satu teman Liu Yen memberitahu bahwa Yi Fei sangat dingin dan jarang tersenyum. ...