The Story Of My Life

The Story Of My Life
Part 2 Pilih Selingkuh



Di lain tempat bak pengendara motor profesional Jonathan dengan kecepatan 400 Km/jam seperti Valentino Rinso ekh Rosi pembalap yang selalu memajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ya iyalah kan namanya juga pembalap.


Sambil sesekali melirik jam tangan Jonathan sedikit resah,


"Waduh, setengah jam sebentar lagi nih," bingung Jonathan.


setelah sampai rumah Hana yang bersebelahan rumah Alvin, Jonathan langsung berpamitan.


"Hanny, aku pergi dulu ya, bye," terang Jonathan.


"Oke, hati hati ...."


Dengan terburu-buru Jonathan langsung melajukan motornya dan dijalan dia sempat nyasar ke rumah orang dan di sangka mau menculik anak yang sedang bermain disebuah halaman rumah.


“Waduh, hari ini gue kena sial nih,” pikir Jonathan setelah meminta maaf kepada pemilik rumah yang membiarkan anak balita nya berkeliaran sendiri di halaman rumah.


Setelah lama mencari akhirnya ketemu juga rumah kekasihnya itu.


"Jonathan, kamu udah terlambat 20 menit, baru aja aku mau berangkat sendiri!" bentak Bila.


"Sorry ay tadi aku sempat nyasar, udah dua kali aku nyasar soalnya banyak gang sih,"


“Oke aku maafin, kamu mau minum apa?”


“Gak usah langsung aja di resto. Ayo..!”


Akhirnya mereka berdua pergi, cerita cinta mereka berdua memang seperti perangko lengket banget.


"Coba aja kalau Hana seperti Bila pasti udah gue temenin 24 jam non stop pake motor dah, tapi Hana itu sok jaim sih, itu yang buat gue nggak suka! Boro-boro meluk, pegangan tangan aja kaya yang jijik gitu, apa gue harus milih Bila ya ketimbang Hana? atau nggak kedua-duanya aja kali ya?" Batin Jonathan.


"Bil, kamu mau makan apa nanti di resto?"


"Apa aja deh yang penting di pilihin sama kamu,"


"Gimana kalau steak? atau nggak pizza gitu?"


"Boleh juga tuh ... udah kebayang nih gimana rasanya,"


"kalau minumannya apaan?"


"Great, pilihan yg great say," puji Jonathan.


.


.


.


Sementara itu di lain tempat Hana sedang melamun di meja makan nggak tau makanan apa yang harus dia makan, soalnya lauk untuk menu makannya habis, tapi tiba-tiba saja satu pikiran muncul.


"Gimana kalau gue telpon Jonathan aja ya?" tapi tiba-tiba dia berubah pikiran. "Langsung telpon ke rumahnya aja sekalian untuk memastikan dia bener jemput ibunya atau …."


Hana kemudian berlari ke kamarnya untuk memastikan sesuatu dan memencet tombol telpon, Hana mencoba untuk memastikan, lagi pula pasti yang angkat adiknya Jonathan, Aisyah yang udah di anggap sebagai adik Hana sendiri.


"Ya, Hallo,"


"Hallo, bisa bicara dengan Aisyah?"


"Iya ini aku ... emm, ini siapa ya?"


“Ini kak Hana, apa Kak Jonathan udah antar Ibu kamu? "


"Nggak kak, ini aku malah lagi bareng Mama,"


"Jadi Ibunya kak Jonathan udah balik?" tanya Hana.


"Nggak, mama nggak kemana-mana, emangnya kak Jonathan bilang apa ke kakak?" jelas Aisyah.


Setelah mendengar kenyataan bahwa Jonathan berbohong, Hana jadi sedikit shock.


"Nggak, nggak bilang apa apa kok ... ya udah nanti kalau kak Jonathan pulang salamin aja ya dari kak Hana,”


"Oklah kak," Aisyah menutup telponnya.


"Lagi-lagi dia bohong ke aku, sebenarnya dia kemana sih? apa dia beneran selingkuh?" Hana mengingat kembali kejadian di toilet futsal dan mendapati wajah Jonathan pucat saat itu, berarti dia?


"Huh udah jelas dia selingkuh!! tapi kalau aku ngomong ke dia tanpa bukti dan alibi dia pasti mengelak. Udah 2 kali aku maafin dia pas kepergok sama cewe lain dan dia berjanji nggak akan ulangi kesalahan lagi, tapi nyatanya?"