The Story Of My Life

The Story Of My Life
Part 1 Teman Seperjuangan



"Whoamhh" sambil menguap Kevin melihat jam di hpnya.


Seketika itu juga dia ingat ada janji tanding futsal dengan Alvin, dia temen SD, SMP, SMA, bahkan sampai sekarang lama kelamaan bete juga liat dia hampir di setiap sekolah yang Kevin mau pasti Alvin ikut.


"Tapi dia tetap sohib gue," pikir Kevin.


Di rumah kini sedang tidak ada orang cuma ada kucing kesayangan Rini, adik yang sok tau, tapi seminggu nggak ada dia jadi suntuk juga kini jadi bayangan kenangannya ke masa lalu.


Setelah mandi super cepat dan memakai baju asal-asalan yang dia temukan dalam lemarinya Kevin siap berangkat.


"Al, lu di mana? gue lagi mau ke lokasi" ujarnya dalam telepon.


"Eh, lu sob gua lagi di rumah baru aja selesai mandi mau berangkat" ujar Alvin.


"Wah dasar si Alvin selalu aja ngaret, nggak di SD, SMP, SMA sampai sekarang sama aja jam karet, gimana negara bisa maju kalau orangnya pada ngaret?" kesal Kevin.


"Yaudah gue tunggu di lapangan bro," katanya sambil matiin sambungan teleponnya.


Untung sekarang hari minggu bebas dari sekolah, bebas tugas yang selalu numpuk setiap harinya.


Sesampainya dilapangan ternyata disana sudah ada Alvin yang menunggu kedatangannya.


"Loh AL, lu cepet banget dah sampe nya, kan gue duluan yang pergi? Tapi kok .... " heran Kevin.


"Jelaslah, kan gue beli ninja, Vin,” potong Alvin sambil nunjukin body motor yang berbanding jauh 360 derajat sama badannya yang seperti papan triplek.


Mereka berdua pun masuk ke lapangan futsal untuk bertanding dengan Jonathan, baru setengah jam mereka main tapi tim lawan menang telak 7-3


"Oke Jon, you kali ini boleh menang tapi nanti pasti gue bales," sembur Alvin yang di iyakan Kevin.


Sedangkan yang di tanya malah mengejek, "Boleh, siapa takut, kalau bisa gua bakal bobol 30-0,"


Alvin yang tidak terima timnya kalah terlihat dari tatapannya yang mengajak berkelahi dengan Jonathan.


"Wah, bakalan perang dunia ketiga nih, Alvin vs Jonathan,"batin Kevin dan buru-buru Kevin melerai Alvin yang udah kaya banteng ngamuk, eh kerbau ngamuk, eh au akh.


"Udah sob nggak usah ribut, lu juga Jon jangan mancing kemarahan orang, kita fair play aja nanti maen lagi," ujar Kevin sambil melirik Alvin


"Tenang aja Al, kita bales di pertandingan berikutnya," timpal Kevin.


Tanpa di lihat Alvin dan Kevin, sosok bidadari yang turun dari kayangan eh bidadari dari sekolahnya, melihat ke arah Jonathan dan terkejut sekaligus heran.


"Huh, dasar Jonathan kelakuannya selalu aja minus, baru di ingetin juga jangan buat ulah. Eh, malah ngelakuin lagi," kata Hana sambil pegang jidat, pusing harus pilih Bodrex atau Oskadon pancen oye, obat sakit kepala yang paling ampuh.


"Jonathan, gimana? lu mau tanding lagi gak?"


"Oke, kita tanding lagi, tapi minggu depan, kalau minggu ini gue nggak bisa, ada janji tanding eh bulan depan gue baru bisa jadi bulan depan aja ya, dan gua pastiin kalau kalian pasti kalah buat kelima kalinya,"


"Jangan bangga dulu Jon, liat nanti. Oke, kita deal,"


"Oke, siapa takut!"


Jonathan pergi ke bathroom sambil membawa handuk, mukanya telah dibanjiri keringat begitu juga dengan Alvin dan Kevin.


"Yank, kita pulang yuk! Bete nih di sini mana gerah lagi," pinta Hana yang tampak kegerahan.


"Oke, hanny kamu pengen kema .…” tiba tiba hpnya bunyi dan Jonathan pun langsung permisi sebentar untuk mengangkat telpon.


"Han, aku angkat telpon dulu ya dari nyokap," Jonathan pasang tampang gugup padahal itu dari pacarnya yang lain tapi sepertinya si kekasihnya itu tidak curiga sama sekali jadi dia tenang-tenang aja.


"Iya, tapi jangan lama-lama udah mau sore,"


Dengan terburu-buru Jonathan ke toilet untuk angkat telepon dari Rara, "Hallo say, kamu udah nunggu lama ya? sorry tadi aku habis ke belakang jadi lama,"


"Iya nggak apa-apa, panggilan alam kan?"


"Haha, kamu bisa aja"


"hehe, oh iya gimana nanti jadi nggak ke restoran yang biasa? jemput ya?"


"Tenang nanti aku jemput setengah jam lagi oke? Emm, say udah dulu ya perutku sakit lagi nih dah,"


Tittt ... teleponnya pun langsung di tutup oleh Jonathan karena Hana datang dan sudah berada di pintu toilet.


"Hayo, ngapain lagi selingkuh ya," canda Hana.


Seketika itu juga Jonathan membeku seperti orang yang terkena Hipnotis karena mendengar kata 'SELINGKUH' yang begitu jelas dan dalam banget.


"Ohh ... itu ... anu ... aku setengah jam lagi jemput ibuku ke airport ….” Jonathan terdiam.


"Anu maksudku ke rumah saudara, iya ke rumah saudara," kata Jonathan lebih terburu-buru.


Hana terdiam sejenak dia heran dengan sikap Jonathan saat ini, kok Jonathan gugup gitu ya? tapi akhirnya dia biarkan aja.


"Ya udah nggak apa-apa, tapi kamu bisa anter aku pulang kan?"


"Bisa bisa ... tenang aja aku selalu bisa kok buat kamu mah," sembur Jonathan.


Dengan gandengan tangan Jonathan pergi ke tempat parkir motor sambil mencari motor keluaran barunya dan di parkiran yang agak jauh Kevin sedang mengobrol dengan Alvin.


"Al, tuh siapa yang di gandeng Jonathan?" tanya Kevin.


Dengan mata melirik ke kanan dan ke kiri Alvin mencari tahu apa yang di maksud sohibnya tersebut.


"Oh, itu kan siswi sekolah kita jurusan IT pacarnya Jonathan, emangnya lu nggak tau bro?" heran Alvin.


Seketika Kevin terdiam dan berpikir, "Anak IT? perasaan gue nggak pernah liat apalagi pas di tembak ma Jonathan, Wah kayanya gue ketinggalan berita nih padahal gue kan niatnya pengen jadi reporter!"


"Ya udah sob, kita cabut! lu mau kerumah gue nggak? lagi ada menu spesial Pais Tahu ikan emas khas Bogor buatan my mommy,"


Kevin seketika itu juga menghentikan lamunannya dan mulai membayangkan makanan yang dikatakan Alvin tadi.


"Waah, jarang jarang tuh ada masakan khas Bogor!! Oke cabut sob!!"


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju rumah Alvin untuk menyantap salah satu makanan khas Bogor tersebut, dan yang terpenting semua itu dia dapat kan dengan secara cuma-cuma alias gratis.