THE RULER OF THE MAGICAL WORLD

THE RULER OF THE MAGICAL WORLD
Hutan kabut



Saat liliaceae sampai di tengah hutan terdapat pusaran salju yang sangat besar, bila orang biasa yang berada di sana dapat di pastikan kematian yang akan menghampiri nya.


Dengan perlahan liliaceae pun mulai membuat mantra dengan tangannya tidak lama kemudian badai yang ada di sana perlahan menghilang.


Seperti nya sendy terkubur di bawah salju ini.


Nona sebaiknya kau bergerak ke depan sedikit dia berada di sana tepat di tengah pusaran badai salju tadi berada.


Baiklah aku akan ke sana, tapi bagaimana aku akan membangun kan nya.


Bagaimana bila ku bakar saja semua salju ini?


ren berucap dengan santainya.


Hey kau ingin dibekukan oleh sendy?


Apa kau sudah siap terakhir kali kau dibekukan kau harus menceburkan diri di kolam lahar selama seminggu.


Sudah lah biar aku membangunkannya dengan mengunakan ikatan kami. Ucap ratu liliaceae berusaha melerai kedua naga nya agar tidak berdebat lagi.


Liliaceae pun mulai mengucapkan sebuah mantra tidak lama tumpukan salju di depannya perlahan mulai menipis kemudian di saat semua salju mulai menghilang terdapat sebuah gua yang tertutup salju tadi.


Liliaceae pun mulai berjalan memasuki gua tersebut gua tersebut sangat gelap dan juga dingin karna memang di sana sama sekali tidak ada pencahayaan sama sekali namun liliaceae sama sekali tidak ragu atau pun terbentur diding es di sekitarnya.


Meski liliaceae tidak mengunakan penerangan sama sekali tapi ia dapat berjalan seolah-olah ia berada di tempat yang memiliki pencahayaan yang bagus ia bahkan sama sekali tidak merasa kedinginan.


Saat ia sampai di sebuah ruangan ia mulai terdiam dan melihat sebuah burung yang tertidur.


Bila orang biasa yang melihat nya makan ia akan mengira itu sebuah pahatan es yang berbentuk burung.


Liliaceae pun berjalan perlahan mendekati Burung tersebut dengan perlahan.


Ia mulai membelai burung yang terlihat seperti membeku .


Tak lama kemudia mata burung tersebut mulai tebuka.


Nona kau telah kembali. ucap burung itu dengan suara merdunya.


Aku kembali maaf membuatmu lama menunggu.


Tidak masalah nona sela kau kembali dengan keadaan yang baik makan aku akan menunggu mu sampai kapan pun.


Mari kita jemput Jack. ucap liliaceae dengan pelan.


Nona naik lah biar ku antar kau ke tempat Jack.


liliaceae pun tidak menolaknya ia segera menaiki burung biru tersebut .


Setelah di rasa nona nya telah duduk dengan aman sendy pun segera mengenakan sayapnya dan ia melesat dengan sangat cepat meninggal kan gua es tempatnya tertidur.


Saat sendy telah keluar dari gua tersebut salju mulai turun sangat lebat sehingga mengubur jalan masuk ke dalam gua tempat sendy tertidur.


Sendy terbang dengan sangat cepat menuju sebuah gunung berapi yang terdapat lahar panas di sekitarnya.


Nona aku tidak dapat masuk saat ini.


Tidak apa kau masuklah ke dunia dimensi . liliaceae berucap dengan lembut.


Saat sendy sudah memasuki dunia dimensi terdapat simbol burung Phoenix di kening liliaceae.


Lambang yang berwarna biru terang dengan gambar burung Phoenix.


Sendy merupakan Phoenix es yang dimana ia akan mengeluarkan hawa dingin di sekitarnya.


Hampir tidak ada yang pernah melihat Phoenix dalam bentuk balutan kristal es.


Karna mereka hanya tahu Phoenix dalam balutan bara api itu pun sangat sulit menemukan burung Phoenix.


Sekalipun ada yang pernah melihatnya bisa di pastikan Phoenix tersebut tidak akan bersikap ramah.


liliaceae mulai berjalan memasuki gunung berapi tersebut bila di tempat sendy tidak ada pencahayaan sama sekali dan juga dingin di tempat Jack justru sangat terang dan juga panas.


Bila ada orang biasa yang mencoba memasuki gunung berapi tersebut bisa di pastikan ia akan terbakar habis oleh lahar panas yang ada di sekitarnya.


Salah melangkah sedikit saja dapat membuat orang yang masuk ke gunung tersebut tercebur ke dalam lautan lahar.


Saat ia sampai di tengah gunung tersebut terdapat lahar yang mengalir bagaikan air terjun.


Tepat di tengah-tengah lahar yang mengalir terdapat sebuah burung yang tertidur di sana.


Burung Phoenix tersebut bahkan tidak terganggu sama sekali dengan lahar yang menyiram badannya .


Liliaceae melihatnya dengan pandangan yang teduh.


Karna sudah lama ia tidak bertemu dengan semua hewan yang selalu melindunginya.


liliaceae pun mulai membaca mantranya dan tidak lama kemudian lahar panas tersebut mulai berhenti mengalir.


Ia pun menghampiri burung Phoenix tersebut dan mulai mengelus burung Phoenix tersebut tanpa merasa kepanasan sama sekali padahal burung tersebut baru saja bermandikan lahar panas.


Mata merah menyala mulai terbuka secara perlahan.


Akhirnya kau datang juga nona.


Sudah sangat lama aku menunggu mu.


Maaf telah membuat mu menunggu lama Jack.


Tidak masalah nona selama kau baik baik saja.


Terimakasih Jack tanpa kalian aku tidak ada apa-apa nya .


Dan aku bahkan tidak akan sanggup melewati semua masalah ini..


Nona jangan berkata seperti itu.


Kami tidak akan ada sampai sekarang bila bukan karena dirimu.


Nona Jack benar kami tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa dirimu.


Tolong jangan perna kau merendahkan dirimu sendiri. Sendy berucap dengan lembut dari dunia dimensi.


Nona siapa yang akan kau datangi lagi setelah ini. Jack bertanya dengan pelan.


Dari sini paling dekat dengar hutan kabut.


Aku akan menemui liangyi.


Dia tidak sama seperti kita.


Ia sama sekali tidak tertidur bahkan ia masih tetap dapat mempertahankan wujud manusianya.


Benar kah? Mengapa ia sama sekali tidak menemuiku saat aku terbangun di dunia ini.


Seperti nya ia tidak ingin menarik perhatian siapapun.


Kau adalah ratu di dunia ini nona dan ia adalah tumbuhan beracun bagaimana ia dapat bergerak bebas di antara makhluk lain yang ada di sekitar nya.


Aku rasa bukan itu alasannya.


Dia sangat ahli dalam mengendalikan kekuatan nya bahkan tidak ada satu pun yang sadar kalau dia adalah tanaman beracun.


Mereka hanya tahu kalau dia ahli dalam racun.


Sebaiknya kita segera ke sana.


Jack pun memasuki dunia dimensi.


Seperti sebelumnya sebuah lambang burung Phoenix api muncul di kening liliaceae.


Sebuah cahaya merah terang bagaikan api muncul sesaat di keningnya bersebelahan dengan lambang burung Phoenix es yang berwarna biru.


Setelah lambang tersebut menghilang liliaceae segera membuat portal menuju ke hutan kabut.


Hutan kabut hampir sama dengan hutan kematian namun yang membedakan adalah kabut yang berada di hutan kabut tersebut merupakan kabut berasap.


Bila di hutan kematian terasa sangat mencekam karna di sana memiliki aura kematian di mana terdapat banyak hewan buas yang selalu membunuh siapa saja yang memasuki hutan tersebut.


Di hutan kabut hampir tidak ada yang dapat memasuki area hutan selain semua hewan dan serangga beracun bahkan tumbuhan yang berada di sana pun semuanya merupakan tanaman beracun.