
Di ruang sang ratu.
Ratu tolong kau perhatikan kesahatan mu.
Bagaimana pun dunia ini ada karna dirimu ratu. Ucap Stiven dengan raut khawatir nya namun tidak mengurangi rasa hormat nya pada sangat ratu.
Stiven atur emosimu.
Mengapa kau tidak dapat mengontrol emosimu yang tidak stabil itu.
Apa karna aku sudah lama tidak di sini maka kau tidak melatih diri mu dengan baik. Ucap ratu dengan nada tingginya.
Maaf ratu. Stiven mulai mengatur luapan emosinya.
Stiven aku tahu kau mencemaskan diriku namun ini adalah tugasku. ucap ratu lembut
Namun ratu tubuh anda belum mampu menerima ataupun menanggung seluruh kekuatan mu ratu. stiven berujar dengan lemah.
Aku baik baik saja stiven percayalah. ratu lilia berusaha menenangkan stiven
Aku tahu anda terluka saat menyelamatkan para elf beberapa waktu yang lalu dan itu belum pulih sepenuhnya.
Haah ratu lilia menghembuskan nafas nya dengan berat. Ia sangat tahu watak kesatria nya yang satu ini karna memang ia lah yang melatih nya dari kecil.
Aku tahu kondisi diri ku stiv.
Dan jangan lupa emosimu mulai meningkat.
Kau lihat vas bunga ku hampir kering karna dirimu bukan kah sudah berkali-kali ku katakan kau harus benar-benar belajar mengendalikan kekuatan mu yang satu itu.
Mengapa hanya karna masalah ini kau sampai lepas kendali.
Apakah semua ajaran yang ku berikan tidak berarti bagimu.? Ratu lilia berusaha menenangkan stiven.
Maaf ratu. Stiven menundukan wajahnya, ia sungguh menyesal akan tindakannya.
Baginya ratu lilia merupakan penyelamat hidupnya dan juga keluarga yang ia punya.
Stiven aku tahu batasan diri ku jadi kau tidak perlu cemas. Sebaiknya kau tenangkan dirimu. Ucap ratu lilia pelan.
Baik ratu.
Saya undur diri ratu. ucap stiv sambil melangkah meninggal kan ruangan ratu lilia.
Ratu apapun yang terjadi aku akan berusaha sebaik mungkin melindungi dirimu dan juga melindungi semua yang berharga bagimu. Janji stiv dalam hatinya.
Beberapa hari kemudian terjadi diskusi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Setelah pertemuan yang membuat beberapa kelompok berkumpul akhirnya mereka sepakat untuk mulai memburu para iblis.
Ratu Kami akan membagi beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa penyihir yang dapat menyembuhkan dan melakukan pertahanan.
Baik mulai lah dari utara.
Kalian dapat berpencar di beberapa tempat di sana aku telah memperbaiki sebagian segel yang ada di sana namun sepertinya percuma karna segel tersebut hanya dapat ku buat satu kali. Ucap ratu.
Baik ratu, kami akan memulai dari utara. jawab mereka serempak.
Zuriah aku ingin kau memimpin ke arah barat pilihlah beberapa orang untuk menemanimu .
Dashi kau ikut dengan Zuriah karna kau akan berguna di sana nanti.
Baik ratu akan kami laksanakan.
Sebaiknya kalian bersiap dan ku harap tidak akan ada yang meninggal.
Kembalilah dengan selamat.
Berangkatlah saat subuh dan usahakan tidak menyerang para iblis tersebut di malam hari karna kalian akan kesulitan. Pesan ratu lilia pada para bawahan sekaligus rakyatnya.
Baik ratu, terimakasih atas arahannya. mereka menjawab dengan serempak.
Ratu pun meninggal kan mereka dan ia kembali ke kediamannya.
Di kediaman ratu.
Youer kemarilah.
Tak lama kemudian pintu tempat ratu terbuka.
Ada apa ratu memanggilku?
Ada kah yang dapat saya lakukan ratu? ucap youer sambil memberikan hormat.
Aku akan pergi ke suatu tempat aku harap kau dapat mengatur semua yang ada di sini dan pastikan semuanya dalam kondisi yang baik.
Baik ratu.
Saya mengerti ratu.
Saya harap anda akan pulih dengan cepat dan kembali seperti sebelum terjadinya tragedi tersebut.
Baik lah aku akan pergi jaga dirimu dan juga tempat ini. Ratu liliaceae berucap sambil membuka portal.
Anda sungguh luar biasa ratu meski kau sudah di khianati oleh orang yang kau percayai namun kau tetap bangkit dari keterpurukan.
Bahkan saat kau mulai menaruh hatimu pada seseorang dan kau di lukai pun tidak sedikitpun kau menaruh benci pada mereka yang melukaimu.
Dengan segala yang kumiliki akan ku pastikan untuk selalu bersamamu dan menjadi orang yang akan dapat kau andalkan. Youer berucap dengan sepenuh hati, meski ratu telah pergi namun youer tetep di tempatnya terus menatap tempat sang ratu tadi.
Hutan kematian.
Tempat ini tidak pernah berubah , sudah cukup lama aku tidak kemari.
Setelah sekian lama hutan ini semakin sulit di masuki.
Hmm sepertinya tidak satupun dari mereka yang dapat kemarin atau mungkin tidak ada yang dapat merasakan tempat ini.
Mungkin Dashi akan merasa dirinya kurang berlatih bila ku bawa ia kemari.
Kau keluarlah bukan kah kau yang sudah memaksaku kembali .
Aku telah kembali tapi kau sama sekali tidak berusaha menemui ku.
Ayolah mengapa kau sama sekali tidak beranjak dari tempat mu.
Baik lah bila kau tidak ingin keluar . Aku akan menunggu di sini.
Akhirnya ia pun duduk bersila di sebuah pohon rindang.
Aku tahu kau mendengarku dan aku tahu kau memperhatikanku.
Jangan pernah menguji kesabaran ku.
Tak lama kemudian seorang pemuda muncul dan memberi hormat tanpa sekata patah pun ia keluarkan.
Ratu liliaceae pun membuka mata nya dan memperhatikan pemuda tersebut.
Akhirnya kau keluar juga.
Mengapa kau tidak menyapaku sama sekali ada apa dengan diri mu.
huuh ratu liliaceae pun menghembuskan nafasnya berat.
Ia terus mengamati dan memperhatikan pemuda tersebut mencari sebuah jawaban yang ingin ia dengar secara langsung.
Bicaralah aku mengijinkan kau menjelaskan segala tindakan mu.
Meski ku akui aku cukup kecewa dengan dirimu namun aku tetep ingin mendengar semuanya dari mulutmu sendiri.
Alasan kau menghianati diri ku dan menghancurkan dunia ini.
Apa kau berusaha membuka cela antar dunia yang sempat terbuka dulu?
Siapa yang akan kau panggil?
Pangeran dunia bawah?
Atau putri yang telah menikah dengan pangeran?
Pria tersebut menatap terkejut dengan ucapan ratu nya.
Maaf ratu. Sungguh maaf karna diriku berbuat kesalahan sehingga kau harus terlahir kembali di dunia manusia.
Dan kini kau kembali dan harus melihat kekacauan kembali.
Aku sungguh bodoh karna mempercayai wanita itu namun bagaimanapun hatiku hanya ada satu ratu dan aku sungguh mencintainya.
Ucap pria tersebut dengan tangis penyesalannya.
Ia tahu apa yang ia lakukan dulu maupun sekarang tidak dapat termaafkan.
Ratu aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan ku namun jangan pernah menyuruhku untuk melupakannya.
Kau tahu aku tidak akan pernah menyuruhmu melupakannya ataupun menyakitinya.
Namun ku harap kau dapat belajar dengan baik mana yang patut kau perjuangkan dan mana yang yang patut kau abaikan.
Baik buruknya kau pasti dapat merasakannya dan kau dapat melihat dengan baik setiap tindakan yang kau lakukan.