THE RULER OF THE MAGICAL WORLD

THE RULER OF THE MAGICAL WORLD
Stiven dan stela



Dunia manusia.


Saat sedang terjadinya kerusuhan yang menyebabkan sebuah desa mengalami pembantaian hampir setiap wanita di desa tersebut di culik baik itu yang masih gadi maupun yang sudah berkeluarga.


Para pria yang tinggal di desa tersebut di bunuh dengan sadisnya sedangkan anak anak yang ada di sana di culik untuk di jual di pasar gelap.


Yah ini lah hal yang sangat miris di saat manusia sudah di butakan akan keserakahan maka segala sesuatunya akan dilakukan bahkan hal tercela sekalipun.


Sepasang anak kecil berhasil di sembunyikan oleh orang tuanya di dalam sebuah lemari.


Sayang kau harus bertahan lindungilah adik mu. Tolong jangan bersuara apapun yang terjadi kami menyayangi mu.


Dengan tangan gemetar nya ia memasukan anak anaknya ke dalam lemari pakaian dan ia segera menutupi anak anaknya dengan berbagai baju juga selimut yang dapat ia raih.


Ia menutup lemari tersebut dan menguncinya dari luar dengan tangan yang gemetar dan ketakutan ia beberapa kali gagal mengunci lemari tersebut.


Seorang pria masuk ke kamar dan menghampiri istrinya sayang bagaimana anak anak? tanyanya sambil terus melihat ke depan karna ia takut para berandalan tersebut masuk ke dalam rumahnya.


Aku telah menyembunyikan mereka di lemari semoga saja mereka selamat dalam insiden kali ini. ucap wanita tersebut sambil menangis.


Baiklah kau sembunyilah dulu.


Biar aku halangi mereka bila berusaha untuk masuk ke rumah. Pria tersebut kembali kedepan mengawasi keadaan di luar rumahnya.


Tak lama kemudian pintu rumahnya di dobrak dari luar.


Dengan perasaan takut pria tadi terus mengenggam pisau yang ia bawa dari dapur untuk menghadapi pada preman yang sedang memporak porandakan desanya.


Kau hanya petani kecil di sini beraninya kau melawan ku. hahahaha


Preman yang baru sja berhasil mendobrak pitu tersebut melihat seorang pria yang tengah gemetar hebat sambil mengenggam sebilah pisau di tangan nya.


Hay kalian yang di luar kemari.


Panggil preman tersebut pada beberapa temannya yang berada di luar rumah.


Hay jak ada apa masa kau menghadapi seorang pria ini saja tidak sanggup. Ucap salah seorang temannya yang baru saja datang.


Aku memanggilmu bukan untuk menghadapi dia tapi untuk mengeleda isi dalam rumahnya siapa tahu di dalam ada gadis cantik.


Kalian jangan mendekat hanya ada aku di sini. Tidak ada siapa siapa lagi ucap pria tersebut sambil mengarahkan pisau di tangannya ke sembarang arah.


Hahahaha kau pikir aku akan percaya padamu begitu saja. ucap preman yang di panggil jek tadi.


Kalian lihat isi rumahnya. Biar aku yang mengurus pria ini.


Preman tersebut segera menghampiri pria yang menodong nya dengan pisau tersebut.


Dengan sangat mudah ia menendang jatuh pisau ditangan pria tersebut hingga jatuh.


Tolong hanya ada aku di sini.


Kalau kalian mau kalian bisa membunuhku dan mengambil barang barang yang ada di sini tapi tolong segera pergi dari sini. Ucap peria tersebut sambil menangis, ia terus saja memikirkan nasib istri dan anak anaknya.


Kau hanya pria lemah masih berani membohongi diriku. Preman tersebut menendang pria tadi berkali-kali hingga pria tersebut batuk darah.


Tak lama kemudian teman teman preman tadi kembali dengan seorang wanita yang sedang menangis.


Ternyata kau berusaha melindungi wanita mu ini. hahahaha tenang saja sekarang biarkan kami yang menjaga wanitamu.


Preman tadi mengambil pisau yang sempat di jatuhkan pria yang tergeletak dilantai sambil terus berusaha memohon belas kasih dari para preman di depannya.


Preman tersebut segera menusukan pisau yang di pegangnya ke perut pria yang tak berdaya tersebut.


Tidak , Tidak tolong suamiku. Wanita tadi berusaha melepaskan diri dari para preman yang memegang dirinya dengan erat.


Sebaiknya kau diam dan ikut kami.


Suami mu sudah tidak dapat membahagiakan dirimu lagi.


Apa tidak ada siapa siapa lagi di dalam? tanya preman bernama jek tersebut.


tidak kami telah membongkar semuanya dan hanya wanita ini yang kami temukan.


Ia berusaha bersembunyi di bawah ranjang tadi.


Baiklah ayo kita pergi.


Ini rumah terakhir di desa ini. mari tinggalkan tempat ini sebelum desa ini terbakar habis.


Wanita tadi sangat terkejut karna mendengar desanya akan di bakar habis. Dalam hati ia terus berdoa akan keselamatan anak anaknya.


Tadi saat para preman memasuki kamar dan berusaha menghancurkan setiap barang yang ada di kamarnya ia terus berusaha diam namun ketika lemari tempat anak anaknya di hancurkan dan ia merasa ketakutan anaknya ketahuan ia segera membuat suara gesekan di lantai sehingga para preman tersebut teralihkan kepada dirinya.


Para preman meninggalkan desa tersebut dengan membawa semua wanita dan anak anak yang ada di desa tersebut .


Sebelum pergi para preman ini membakar setiap rumah yang ada di desa tersebut.


Setengah jam kemudian seorang wanita cantik datang dengan menggunakan portal ke desa ya sudah di penuhi dengan api.


Sepertinya aku datang terlambat.


Wanita itu hendak pergi namun ia menghentikan langkahnya.


Ia terus memperhatikan setiap rumah yang ada di desa tersebut.


Tidak mungkin bagaimana mungkin ada dua anak yang selamat dalam keadaan kacau ini.


Ia segera pergi menuju tempat kedua anak tersebut berada.


Astaga bagaimana kau bisa bertahan dalam keadaan ini .


Wanita tersebut melihat seorang anak laki-laki yang berusaha melindungi anak perempuan dalam pelukannya.


wanita itu segera membawa kedua anak tersebut menggunakan portal meninggalkan tempat yang hampir habis di lahap api tersebut.


Youer kemarilah tolong kau rawat anak perempuan ini.


Baik ratu, lalu bagaimana dengan anak yang laki-laki ratu? tanya youer penasaran.


Biar aku yang tangani karna ia terluka parah ia berusaha menahan lemari sambil melindungi gadis kecil itu di tambah lagi beberapa bagian tubuh nya terkena luka bakar dan ia menghisap asap terlalu banyak. jelas ratu liliaceae


Kau beruntung gadis kecil karna kau tidak terluka sama sekali dan hanya menghisap asap terlalu banyak. Ucap sang ratu sambil mengelus wajah gadis tersebut.


Youer segera kau tolong gadis kecil ini meski nyawanya tidak dalam bahaya namun tetap ada resiko yang harus ia hadapi bila kau terlambat.


Baik ratu akan segera saya laksanakan. Youer berucap sambil meninggalkan sang ratu.


Ratu pun segera menuju kamarnya dan ia meletakan anak laki-laki itu di ranjangnya.


Ia berusaha menyembuhkan anak kecil tersebut.


Perlahan luka fisik yang ada di tubuh anak laki-laki itu mulai sembuh namun karna ia menemukan anak tersebut sedikit terlambat sehingga nyawanya memang sudah di ambang kematian.


Ratu pun mulai memberikan sedikit jiwa kehidupan pada anak laki-laki tersebut.


Dalam prosesnya ratu menyadari bahwa anak tersebut memiliki keunikan yang tidak biasa.