
Semua pekerjaan pasti ada resiko nya terlepas itu resiko yang ringan atau pun berat dan semua resiko itu harus kita terima meski tidak sedikit pekerjaan yang beresiko cukup fatal sampai nyawa pun melayang dan semua itu adalah konsekuensi dalam kita berkerja, Lalu apa kah resiko yang akan di terima oleh Bilon dan Ganion beserta anak buah nya yang sudah menenggelamkan peti yang berisi tubuh Putri Ahmanet yang mendapat kutukan hidup kekal dari Raja iblis Hased, Mari kita tilik bersama apa yang terjadi.
Setelah peti masuk kedalam danau air raksa dan di beri aliran mercury yang sudah di leleh kan masuk ke dalam peti yang di gunakan untuk makanan Putri Ahmanet yang sudah berubah menjadi Putri iblis yang kekal maka Bilon beserta beberapa perdana mentri berniat untuk meninggal kan goa namun saat itu langkah kaki Bilon di hentikan oleh Ganion.
" Bilon tunggu sebentar ada yang ingin ku tanyakan kepada mu,"
Ucap Ganion sambil mengikat kan tambang pengikat peti ke sebuah pasak yang tertancap di dinding goa.
" Apa yang ingin kamu ketahui Ganion, Kata kan lah segera sebab pekerjaan ku masih banyak,"
Jawab Bilon sambil membalik kan tubuh nya menghadap ke Ganion.
" Kalian silahkan pergi sebab ini tidak ada sangkut paut nya dengan kalian,"
Perintah Ganion kepada beberapa perdana mentri dan jaksa yang berdiri di sisi Bilon.
Maka mereka pun pergi meninggal kan Bilon di dalam goa bersama Ganion dan beberapa anak buah nya, Maka setelah mereka pergi segera lah Ganion melangkah kan kaki nya mendekati Bilon dengan tatapan dan senyum yang misterius dan mencurigakan, Maka saat itu terbersit rasa curiga Bilon kepada Ganion.
" Ada apa Ganion ... Apakah masih kurang imbalan yang ku berikan pada mu dan anak buah mu?"
Tanya Bilon mencoba tenang menghadapi Ganion bangsa raksasa yang terkenal kelicikan nya.
" Apakah aku mengatakan kurang Bilon, Seperti nya aku hanya berkata bahwa ada yang ingin ku tanyakan pada mu itu tadi,"
Jawab Ganion sambil menepuk pundak Bilon dan berjalan mengitari tubuh Bilon yang mematung dalam goa.
" Apa yang ingin kamu ketahui dari ku Ganion?"
Tanya Bilon dengan nada datar dan sikap siaga serga menggenggam erat belati yang terbungkus kain tepat di depan dada nya.
" Apa itu yang sedang kamu genggam dan terbungkus kain berwarna merah darah itu, Pasti nya itu barang berharga bukan Bilon?"
Jawab Ganion yang berbalik bertanya sambil melirik sinis ke arah belati yang di genggam Bilon.
" Kamu salah Ganion, Benda ini sangat berbahaya dan aku berencana akan memusnahkan nya agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari,"
Jawab Bilon mencoba memberi penjelasan kepada Ganion yang seperti nya tidak mempercayai nya.
" Hahahaha ... Bilon aku bukan lah anak kecil yang semudah itu bisa kamu bujuk jadi lebih baik kata kan sejujur nya sebelum aku marah,"
Ucap Ganion diiringi tawa lepas mendengar penjelasan dari Bilon.
" Aku sudah mengatakan sejujur nya pada mu Ganion jadi jangan bertindak di luar batas kepada ku!"
" Aku tahu kamu ingin kaya sendiri tapi ingat aku sudah membantu mu dan aku juga menginginkan benda itu Bilon, Lekas serahkan kepada ku!"
Bentak Ganion sambil menjulurkan tangan nya kehadapan Bilon.
Maka terjadi lah adu argumen yang cukup panjang dan melelah kan antara mereka berdua hingga berakhir nya mereka berdua pun berduel dengan saling serang menggunakan mantra dan tanpa mereka sadari pintu goa tertutup karena terkena serangan dari Ganion maka batu yang cukup besar menutup pintu goa dengan rapat.
Pertarungan pun semakin sengit antara mereka berdua dan duel pun cukup imbang hingga akhir nya mantra yang mereka gunakan menyambar air raksa yang berada di danau untuk menenggelam kan peti Putri Ahmanet sehingga terjadi lah sebuah ledakan yang cukup dahsyat di dalam goa dan bisa di pasti kan saat itu seisi goa berantakan dan berakhir Ganion dan Bilon tewas di dalam goa beserta pasukan nya.
Jasad Bilon jatuh tepat di sebuah peti kayu yang awal nya tempat untuk menyimpan kain dan karena ledakan cukup kuat maka jasad Bilon pun terkubur dengan reruntuhan tanah material dari sekitar goa sambil masih memegang erat belati yang terbungkus kain yang di basahi oleh air raksa untuk melumpuhkan kekuatan.
Sedangkan Ganion berserta pasukan nya berserak di lantai goa dan ada juga bagian tubuh mereka yang masuk kedalam danau air raksa yang tiba-tiba mendidih saat itu, Sedangkan perdana mentri dan jaksa yang sudah di luar goa cukup terkejut mendengar dentuman yang cukup keras saat itu dan mereka berfikir Putri Ahmanet bisa lepas dari pasung nya.
" Tuan apa yang terjadi di dalam goa, Apakah Putri Ahmanet bisa lepas dari peti seberat itu?"
Tanya Perdana mentri dengan ekspresi wajah bingung dan ketakutan.
" Bila benar Putri Ahmanet bisa lepas maka kita semua akan menjadi santapan pertama nya,"
Jawab Jaksa dengan nada gugup dan panik.
" Tuan mari kita segera meninggal kan tempat ini dan pergi sejauh mungkin agar Putri Ahmanet tidak menemukan kita."
Ucap Perdana mentri dengan nada ketakutan dan wajah memucat.
Maka segeralah mereka semua pergi meninggalkan goa tersebut dan mereka sangat yakin bahwa Putri Ahmanet telah bangkit kembali dan pasti akan mengejar mereka satu persatu, Di sisi lain ada Raja iblis Hased yang mengetahui bahwa Putri Ahmanet telah di mumikan secara hidup-hidup oleh Bilon dengan bantuan Perdana mentri dan Jaksa kerajaan.
Kalian semua tidak mengetahui bahwa sebentar lagi Dewa kematian akan terlahir kembali, Maka terimalah kutukan dari ku untuk kalian semua penduduk kerajaan ini dan kutukan ku tidak akan ada yang mampu mematahkan hingga akan datang jiwa yang terpilih datang ke kota ini!
Gumam Raja iblis Hased yang merasa geram sebab kali ini rencana nya gagal untuk membangkit kan Dewa kematian menggunakan tubuh Arkafed yang sudah di persiap kan sejak beberapa minggu yang lalu, Maka dalam waktu sekejap datang lah gulungan badai pasir menyelimuti kota tersebut sehingga dalam waktu sekejap kota menjadi gelap gulita.
Seluruh bangunan di kota tersebut beserta penduduk nya tertimbun oleh pasir yang cukup tinggi dan kini kota yang dahulu cukup megah berubah menjadi hamparan gurun pasir yang sangat gersang, Semua penduduk meninggal di saat terjadi badai pasir yang sangat dahsyat tersebut dan kota itu tinggal lah sebuah nama yang menjadi saksi bisu tentang Putri Ahmanet.
Tahun berganti tahun bahkan abad pun telah berganti kisah tentang Putri Ahmanet pun sudah terlupakan berganti lah zaman dan saat ini siapa pun yang melihat hamparan gurun pasir tersebut merasakan ada sebuah rasa ke ngerian yang tiba-tiba muncul menyeruak dalam hati dan pikiran mereka.
Lalu apa kah yang akan terjadi selanjut nya apakah ada seseorang yang akan menemukan kota yang telah hilang di telan oleh badai pasir kutukan dari Raja iblis Hased yang hidup kekal dan akan kah Putri Ahmanet akan hidup kembali setelah beberapa ratus tahun terpasung di dalam peti dan di tenggelam kan di dalam danau air raksa, Apa jadi nya bila Putri Ahmanet hidup kembali di zaman yang sudah serba canggih akan kah akan terjadi kegaduhan?
Atau kah dengan di pasung nya Putri Ahmanet di dalam peti dan di tenggelamkan di danau air raksa mampu merubah sikap Putri Ahmanet yang telah menerima kutukan hidup kekal dari Raja iblis Hased dan mampukah orang di era moderen melumpuhkan Putri Ahmanet seandai nya ia bangkit kembali?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE RISE A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.