
Saat kita mendengar kata pembantaian pasti tersirat suatu hal yang sangat mengerikan, kekerasan dan juga ke biadapan suatu golongan yang mengakibatkan kematian banyak orang terlepas orang tersebut bersalah atau tidak nya dan juga pasti banyak kedukaan bagi yang telah di tinggal kan, Namun yang menjadi masalah apakah keuntungan dari tragedi tersebut bukan kah hal tersebut hanyalah untuk memenuhi ambisi, keinginan dan hasrat semata, Pikirkan lah hal itu kawan.
Lalu dalam kisah ini siapakah yang melakukan hal sekeji itu apakah Putri Ahmanet atau kah Bilon dan Zeroq yang sedari awal sudah mengintai Putri Ahmanet untuk menuntut balas dan apa yang akan di lakukan Putri Ahmanet kepada Bilon dan Zeroq yang malam ini sudah menyiapkan sebaik mungkin untuk meringkus Putri Ahmanet, Mari kita tilik bersama kisah selanjut nya tentang Putri Ahmanet.
Malam itu Bilon dan Zeroq melakukan gerak cepat untuk mendapat kan apa yang ia butuh kan sedang kan Putri Ahmanet terlihat gusar keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur nya untuk mengenakan baju dan setelah mengenakan baju dengan lengkap maka segeralah Putri Ahmanet memanggil pengawal nya untuk menyiapkan kereta kuda sebab ia akan pergi menuju kediaman Zeroq.
" PENGAWAL SEGERA SIAP KAN KERETA KUDA!"
Teriak Putri Ahmanet dengan nada tinggi dan ekspresi wajah marah.
" Ampun Tuan Putri ... Bila boleh tahu hendak pergi kemana malam semakin larut dan cuaca seperti nya akan datang badai?"
Tanya Gufron kepada Putri Ahmanet yang terkejut mendengar Putri Ahmanet berteriak.
" Aku akan pergi ke kediaman Perdana mentri Zeroq, Sebab ada yang ingin aku bicarakan dengan nya,"
Jawab Putri Ahmanet sambil berdiri tegap di teras kerajaan menanti kereta kuda nya tiba.
" Apakah tidak sebaik nya Perdana metri Zeroq saja yang di panggil untuk menghadap anda Putri Ahmanet?"
Tanya Gufron dengan kepala tertunduk namun terlihat raut wajah Gufron bertanya-tanya ada apa sebenar nya.
" Aku sangat tidak suka melihat orang yang suka mencampuri urusan ku, Maka sekarang pergi lah ke neraka Gufron!"
Jawab Putri Ahmanet sambil merangkul leher Gufron yang berdiri di samping nya.
Maka tanpa menunggu waktu lama jiwa Gufron seorang kepala keamanan kerajaan di makan oleh Putri Ahmanet yang sudah berubah menjadi iblis dan di seluruh tubuh nya di penuhi oleh mantra iblis, retina mata nya pun menjadi dua dan berwarna hijau kekuning-kuningan serta kuku jari nya yang menjadi panjang dan runcing, Setelah memakan jiwa Gufron dan tubuh Gufron pun menjadi kering seperti kayu yang mati lalu di hempaskan ke lantai oleh Putri Ahmanet.
Di sisi lain ada Bilon dan Zeroq yang berpacu dengan waktu untuk mendapat kan apa yang di butuh kan hingga mereka berdua tiba di tukang pandai besi untuk mendapat kan peti yang terbuat dari baja dengan berat 70 ton sebab bila terbuat dari baja biasa pasti masih mampu Putri Ahmanet menghancurkan nya dan pasti nya peti baja tersebut masih harus di lilit dengan doa yang membuat kekuatan iblis nya melemah.
" Qurzo apakah kamu memiliki bahan baja seberat 80 ton?"
Tanya Zeroq dengan nada terbata-bata sebab ia baru saja berlari.
" Ada, Memang untuk apa kalian membutuhkan baja sebanyak itu malam hari?"
Jawab Qurzo dengan nada dan tatapan heran melihat bergantian kepada Bilon dan Zeroq.
" Untuk membuat peti mati,"
Ucap Bilon sambil membuka kantung air yang terbuat dari kulit.
" Peti mati siapa sampai seberat itu dan lagi siapa yang mati di kota ini mengapa aku tidak mengetahui nya?"
Tanya Qurzo yang semakin kebingungan mendengar jawaban Bilon.
" Sediakan yang kami butuh kan dan nanti kamu akan tahu siapa yang akan kita masuk kan kedalam peti itu Qurzo!"
Bentak Zeroq sambil melemparkan sekantong koin emas ke arah Qurzo.
Maka tanpa banyak bicara segera lah Qurzo dan Bilon mempersiapkan peti yang di inginkan oleh Zeroq dan Bilon, Waktu pun terus berjalan dan saat ini Putri Ahmanet sedang dalam perjalanan menuju kediaman Zeroq dengan tujuan untuk menghabisi Zeroq beserta istri nya namun sayang nya kali ini yang berada di rumah hanya lah istri nya Zeroq bersama beberapa penjaga kediaman nya.
" Malam ini begitu dingin dan sebenar nya ada apa ini mengapa perasaan ku gelisah?"
Tanya Diaz istri Zeroq sambil berdiri di balkon kamar nya di temani oleh pelayan nya.
" Mungkin itu hanya perasaan Nyonya Diaz saja sebab Tuan Zeroq belum tiba di rumah hingga selarut ini,"
Jawab Sarrah pelayan di kediaman Zeroq yang bertugas mengurus semua kebutuhan Diaz.
" Mungkin juga Sarrah, Semoga saja suami ku baik-baik saja di luar sana dan lekas kembali pulang,"
Ucap Diaz dengan ekspresi khawatir dan gelisah sambil melihat ke hamparan gurun pasir terhampar luas di hadapan nya.
" Nyonya seperti nya itu kereta Tuan Zeroq telah menuju ke gerbang, Mari kita menyambut nya Nyonya."
Jawab Sarrah sambil memegang lengan Diaz yang terlihat gelisah saat itu.
" Ampun Tuan Putri ... Hendak bertemu siapa?"
Tanya penjaga gerbang kediaman Zeroq sambil menghentikan kereta kuda yang di naiki Putri Ahmanet.
" Kemari lah agar kamu mendengar ucapan ku."
Jawab Putri Ahmanet dari dalam kereta kuda sambil melambaikan tangan nya kearah penjaga gerbang.
Maka berjalan mendekat lah penjaga gerbang tersebut namun tanpa berbicara lagi Putri Ahmanet menjulurkan kedua tangan nya dan menarik masuk penjaga gerbang ke dalam kereta serta memakan jiwa dari penjaga tersebut hingga tubuh nya menjadi kering tanpa ada darah nya dan setelah itu Putri Ahmanet pun melemparkan tubuh penjaga tersebut keluar kereta.
Melihat kejadian tersebut maka penjaga yang lain nya pun cukup terkejut dan segera mengepung kereta kuda milik Putri Ahmanet dan gerbang pun di jaga berlapis oleh penjaga kediaman Zeroq agar Putri Ahmanet tidak bisa masuk kedalam kediaman Perdana metri Zeroq, Maka terjadi lah kegaduhan di depan kediaman Zeroq.
" KELUAR LAH DARI PERSEMBUNYIAN MU DAN HADAPI KAMI SEMUA!"
Teriak salah satu penjaga sambil mengarahkan pedang ke kereta kuda.
" Manusia bodoh ... Sudah bosan hidup ternyata kalian dan bagus lah bila semakin banyak jiwa yang ku makan maka semakin bertambah kekuatan ku."
Ucap Putri Ahmanet di iringi senyum sinis mendengar ancaman dari para penjaga rumah Perdana metri Zeroq.
Tanpa harus membuang waktu lama Putri Ahmanet pun segera melompat keluar dengan wujud iblis nya serta memegang belati yang di ujung nya ada batu ruby berwarna merah delima, Dalam waktu cukup singkat Putri Ahmanet menghabisi para penjaga kediaman Perdana metri Zeroq tanpa ampun dan tanpa tersisa satu pun mereka semua di makan jiwa nya oleh Putri Ahmanet yang sudah menjadi iblis.
" Sarrah ... Ada apa di depan sana mengapa terdengar jeritan yang mengerikan?"
Tanya Diaz dengan nada dan eksprei gugup dan ketakutan.
" Hamba tidak tahu apa yang terjadi Nyonya, Apakah ada penyusup atau kah ...."
Jawab Sarrah dengan ekspresi khawatir sambil mencoba melihat apa yang sedang terjadi.
Namun sebelum Sarrah mengetahui apa yang sebenar nya terjadi di gerbang, Putri Ahmanet sudah berjalan menuju di mana Diaz dan Sarrah berdiri sambil memegang belati di tangan kanan nya serta tatapan mata yang menyeramkan serta seluruh tubuh nya di penuhi dengan mantra iblis yang mengatakan bahwa ia akan datang membawa kehancuran.
Sontak Sarrah cukup ketakutan melihat kedatangan Putri Ahmanet dan saat itu Sarrah ingin membawa Nyonya Diaz untuk bersembunyi namun sudah terlambat saat itu juga Sarrah di tarik dengan menggunakan kekuatan iblis yang di miliki oleh Putri Ahmanet dan jiwa Sarrah pun seketika di makan oleh Putri Ahmanet.
Ya Tuhan mahkluk apa itu sungguh mengerikan wujud nya bahkan para penjaga serta Sarrah di bunuh sehingga tubuh nya mengering tanpa darah bagaikan orang yang tersengat arus listrik cukup besar daya nya.
Bergumam lah dalam hati Diaz sambil terperanjat menyaksikan kejadian di luar nalar tersebut bahkan kaki nya pun terasa berat untuk melangkah pergi dari hadapan Putri Ahmanet yang sudah menjadi iblis saat itu bahkan setelah tubuh Sarrah mengering di lemparkan tepat di kaki Diaz yang masih terdiam mematung melihat kejadian tersebut.
" Dimana suami mu?"
Tanya Putri Ahmanet diiringi senyum sinis.
" Dia ... Dia belum kembali dari kerajaan, Jadi silahkan meninggalkan kediaman ku,"
Jawab Diaz diiring rasa ketakutan yang mencekam.
" Apakah kamu tidak mengenali aku orang bebal, Berani nya kamu mengusir ku!"
Ucap Putri Ahmanet yang tiba-tiba berdiri tepat di belakang Diaz sambil mengalungkan belati ke leher Diaz.
" Aku tahu siapa kamu tapi yang kamu cari tidak ada di sini, Apakah belum cukup kamu mengambil putra ku dan saat ini kamu juga akan mengambil suami ku?"
Tanya Diaz diiringi air mata membasahi pipi nya.
" Tenang saja tidak hanya suami dan anak mu saja tapi diri mu pun akan ku habisi sekarang juga."
Jawab Putri Ahmanet sambil membalikkan tubuh Diaz dan memakan jiwa Dias hingga habis.
Maka bisa di pasti kan malam itu terjadi pembantaian di kediaman Perdana mentri Zeroq bahkan istri nya pun menjadi korban nya, Sudah seperti rumah mayat kondisi kediaman Zeroq sebab semua penghuni di kediaman nya mati mengering bagaikan tersengat listrik dengan kekuatan yang cukup besar dan hal itu tidak lah sewajar nya bagi orang pada umum nya.
Lalu apa yang akan di lakukan Zeroq bila mengetahui bahwa istri nya meninggal dunia dengan cara yang cukup mengenaskan bahkan semua orang pun di habisi dan di makan jiwa nya oleh Putri Ahmanet yang berubah menjadi iblis dan apa yang akan Putri Ahmanet lakukan setelah menghabisi istri dan semua yang berada di kediaman Zeroq?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE RISE A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.