
Bukan lah hal yang mudah untuk menangkap seseorang yang melakukan kesalahan yang cukup fatal dan pasti nya membutuhkan strategi yang cukup matang agar target yang akan di tangkap mampu di lumpuhkan bila melakukan perlawanan, Tidak hanya strategi saja yang harus di persiapkan secara matang tapi mental pun harus di persiapkan agar mampu membekuk nya.
Begitu juga kali ini yang di lakukan oleh Bilon dan beberapa perdana mentri yang memang sudah mengetahui bagaimana keganasan Putri Ahmanet yang telah bersekutu dengan Raja iblis yang bernama Hased demi mewujudkan keinginan nya, Bahkan sudah cukup banyak pemuda putra dari perdana mentri kerajaan yang menjadi korban Putri Ahmanet.
Sebentar lagi matahari akan segera terbit dan Zeroq pun sudah memberi aba-aba kepada Bilon yang sedang menanti aba-aba dari Zeroq untuk meringkus Putri Ahmanet yang saat itu sedang bersama dengan Zeroq di kamar milik Putri Ahmanet, Saat itu Zeroq berusaha mengendalikan hasrat nya untuk mengulur waktu yang hanya kurang dari 30 menit.
Bilon lekas lah kemari sebentar lagi matahari akan terbit dan kita akan lebih susah lagi untuk meringkus iblis wanita ini, Jangan sampai gagal dan semua harus kita akhiri agar tidak ada lagi korban jiwa di negara ini.
Bergumam lah dalam hati Zeroq sambil berpura-pura menikmati permainan yang sedang di pimpin oleh Putri Ahmanet dan pasti nya Hased tidak akan tinggal diam melihat kondisi saat ini yang bagi nya cukup membahayakan Putri Ahmanet maka dengan sigap Hased mendatangi kamar Putri Ahmanet untuk memberi tahu bahwa saat ini posisi nya terancam.
" Putri Ahmanet ... Segera sudahi permainan mu lihat lah di luar pemberontak menuju ke kamar mu saat ini!"
Ucap Hased penuh penekanan berdiri tepat di ujung ranjang Putri Ahmanet.
" Beres kan mereka yang di luar sana dan aku akan membereskan si tua bangka ini!"
Jawab Putri Ahmanet yang mulai merubah wujud nya dengan posisi mengurung tubuh Zeroq.
" Baik lah bila itu mau mu dan ingat semua ini ada hitungan nya."
Ucap Hased yang tiba-tiba menghilang dari kamar Putri Ahmanet.
Saat itu juga kedua mata Zeroq terbuka dengan terbelalak melihat ke arah Putri Ahmanet yang sudah berubah wujud cukup mengerikan dengan muncul nya mantra iblis di sekujur tubuh nya, retina yang berwarna hijau menjadi dua dan kuku tangan yang memanjang dan runcing, Maka saat itu Zeroq berfikir nyawa nya berakhir saat itu juga sebab ia tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman Putri Ahmanet.
Sedangkan Bilon bersama perdana mentri serta beberapa pasukan kerajaan di hadang dengan anggota Hased Raja iblis yang cukup ganas, Maka terjadi lah pertarungan antara mereka dan cukup banyak korban jiwa dari kedua kubu namun Bilon dan beberapa perdana mentri mampu menyelamatkan diri dan menyelinap ke dalam kamar Putri Ahmanet.
Tanpa menunggu waktu lama Bilon beserta beberapa perdana mentri berpencar sambil memegang kain yang cukup panjang serta air raksa untuk melumpuhkan kekuatan Putri Ahmanet yang semakin kuat saat ini, Di saat Putri Ahmanet menyadari bahwa ia telah di kepung oleh Bilon dan beberapa perdana mentri kerajaan yang putra nya menjadi korban maka sontak Putri Ahmanet berteriak sekeras mungkin sambil mengambil jiwa Zeroq.
" MATI LAH KAMU ZEROQ ... BERANI MENJEBAK KU!"
Teriak Putri Ahmanet sambil melemparkan tubuh Zeroq yang sudah mengering ke lantai.
Seketika Bilon terbelalak menyaksikan Zeroq yang tubuh nya telah mengering di lemparkan Putri Ahmanet ke lantai, Maka dengan sigap Bilon memberi aba-aba kepada perdana mentri yang membawa air raksa untuk menyiramkan ke tubuh Putri Ahmanet, Setelah tubuh Putri Ahmanet di guyur dengan air raksa sontak ia terduduk di lantai tidak berdaya.
" Ahmanet sudah cukup kamu bertindak seperti itu dan saat nya sekarang kamu masuk kedalam peti!"
Ucap Bilon dengan nada geram sambil menarik lengan Putri Ahmanet dengan di bantu perdana mentri.
" KALIAN BISA MENGURUNG KU TAPI INGAT LAH NANTI SAAT KEBANGKITAN DEWA KEMATIAN MAKA AKU PUN AKAN BANGKIT UNTUK MENCARI KALIAN SEMUA!"
Teriak Putri Ahmanet saat tubuh nya di lilit kain yang cukup panjang serta di siram kan air raksa ke tubuh nya.
Setelah tubuh Putri Ahmanet sudah terbungkus dengan kain seluruh nya dan hanya menyisahkan kedua mata nya yang tidak di tutup saat itu, Dalam posisi masih hidup dan bergerak tubuh Putri Ahmanet di angkat dengan beberapa pasukan untuk di masuk kan kedalam peti yang sudah di sediakan saat itu setelah itu baru lah penutup peti tersebut di tutup dengan posisi Putri Ahmanet yang masih hidup berada di dalam peti.
" Bilon apa yang harus kita lakukan selanjut nya?"
Tanya Andamus seorang kepala Jaksa kerajaan dengan tatapan panik.
Jawab Bilon sambil mengikat peti tersebut menggunakan tambang yang cukup besar sambil membaca mantra.
" Bagaimana cara kita membawa nya kesana sedangkan pasukan kita sudah cukup banyak yang mati melawan Hased?"
Tanya Andamus sambil membantu Bilon mengikat peti yang cukup besar dan berat.
" Lihat saja nanti dan jangan banyak bertanya, Lakukan saja yang bisa kamu lakukan."
Jawab Bilon tanpa melihat ke arah Andamus yang terlihat masih bingung dan gugup.
Tidak lama kemudian selesai lah Bilon mengikat peti di mana tubuh Putri Ahmanet telah di pasung dengan mantra di dalam nya, Setelah itu baru lah Bilon mengambil belati yang di ujung gagang nya ada batu ruby yang berwarna merah delima yang biasa di gunakan Putri Ahmanet untuk menghabisi lawan nya.
Aku harus menyimpan belati ini dengan baik dan jangan sampai di miliki atau di pegang oleh manusia awam sebab bila belati ini mengenai tubuh manusia dan melukai nya maka darah manusia yang memegang nya akan mampu membangkit kan iblis betina ini.
Bergumam lah dalam hati Bilon sambil memperhatikan belati yang di pegang nya dengan menggunakan kain yang sudah di basahi dengan air raksa terlebih dahulu, Tidak lama kemudian Bilon berdiri di balkon kamar Putri Ahmanet sambil membaca mantra dan kedua tangan nya terangkat ke atas maka yang terjadi datang lah ratusan mahkluk raksasa dengan wajah yang cukup menyeramkan menghampiri Bilon.
" Hai Bilon ada apa kamu memanggil kami?"
Tanya Ganion ketua para raksasa dari alam lain.
" Aku membutuhkan bantuan mu dan anggota mu untuk mengangkat peti itu di pindah kan ke goa xevolk,"
Jawab Bilon dengan tenang sambil menatap wajah Ganion yang lumayan menyeram kan.
" Bila aku membantu mu lalu apa yang akan kami dapat kan Bilon?"
Tanya Ganion diiringi senyum sinis kepada Bilon.
" Aku tahu bahwa kalian semua tidak memiliki tempat tinggal maka gunakan lah goa xevolk menjadi tempat tinggal kalian untuk selama nya dengan satu syarat jangan pernah mengangkat peti itu dari dalam danau air raksa, Bagaimana apa kamu bersedia Ganion?"
Jawab Bilon yang mencoba bernegosiasi dengan Ganion ketua raksasa.
" Baik lah aku setuju dengan imbalan yang kamu berikan Bilon."
Ucap Ganion sambil tatapan mata nya tertuju ke belati yang sudah terbungkus kain yang di basahi dengan air raksa.
Maka tanpa menunggu waktu lama Ganion memberi perintah kepada anak buah nya untuk mengangkat peti yang terbuat dari besi sepanjang 80 meter dan seberat 70 ton untuk di bawa ke goa xevolk, Tidak lama kemudian tiba lah Ganion, Bilon dan pasukan nya di goa tersebut maka segeralah Bilon memerintahkan pasukan Ganion untuk menenggelamkan peti tersebut kedalam danau air raksa yang sudah di sedia kan.
Maka berakhir lah riwayat Putri Ahmanet saat ini juga bila memang Putri Ahmanet hanyalah seorang manusia namun perlu di ingat bahwa kali ini Putri Ahmanet telah bersekutu dengan iblis yang kekal maka tidak semudah itu bisa di lenyap kan, Yang terjadi kali ini Putri Ahmanet hanyalah di lumpuhkan bukan di musnahkan sebab Putri Ahmanet telah menerima kutukan saat mengikat perjanjian dengan Hased.
Lalu apakah yang akan terjadi selanjut nya dengan Bilon dan Ganion yang sedari awal melirik ke arah belati milik Putri Ahmanet yang saat ini sudah terpasung di dalam peti besi dan di tenggelam kan di dalam danau air raksa, Apakah Ganion akan menghabisi Bilon demi mendapat kan belati tersebut dan bila sampai belati itu di miliki Ganion apa yang akan terjadi apakah Putri Ahmanet akan bangkit?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE RISE A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.