THE RISE A PRINCESS AHMANET

THE RISE A PRINCESS AHMANET
BAB 1 . PROLOG



Kali ini saya akan mengajak reader untuk membedah tetang sejarah yang terhapus di mesir kuno mengenai Putri Ahmanet yang bukan lain adalah putri tunggal dari Raja Fir'aun, Saat itu Fir'aun mewariskan semua milik nya kepada Putri Ahmanet sebab Fir'aun berfikir ia lah putri tunggal nya dan pasti nya Putri Ahmanet akan menggantikan Ayah nya menjadi Raja di mesir.


Namun seperti nya takdir berkata lain sebab beberapa tahun kemudian istri Fir'aun melahirkan seorang putra dan pasti nya hak yang awal nya di serahkan kepada Putri Ahmanet berpindah kepada seorang bayi lelaki yang baru saja terlahir, Maka saat mengetahui hal tersebut murka lah Putri Ahmanet sehingga membuat sebuah ritual dan membuat perjanjian dengan iblis.


Lalu setelah membuat perjanjian dengan iblis apa yang akan di lakukan oleh Putri Ahmanet, Apakah ia akan menghabisi bayi lelaki yang baru terlahir itu atau kah ia akan membuat kegaduhan di seluruh kota hingga mengakibat kan runtuh nya kerajaan mesir saat itu, Mari kita tilik bersama apa yang akan di lakukan Putri Ahmanet setelah mengikat perjanjian dengan iblis.


Malam itu Putri Ahmanet masuk ke dalam sebuah ruangan yang berada di bawah tanah dengan tujuan untuk memanggil iblis yang bernama Hased dengan harapan Hased mau membantu diri nya mendapat kan tahta yang telah di alihkan kepada Adik lelaki nya yang baru saja terlahir dan ternyata benar Hased pun hadir saat di panggil Putri Ahmanet.


" Hased ... Datang lah ... Aku membutuh kan bantuan mu kali ini ...."


Ucap Putri Ahmanet sambil melukai jari telunjuk nya sebelah kiri dan menetes kan darah nya ke dalam sebuah kuali yang terbuat dari emas.


Tidak membutuhkan waktu lama tiba-tiba di ruangan itu semua obor yang berada di sisi dinding padam dan lalu menyala kembali bergantian dan angin pun berhembus cukup kencang meski pun ruangan itu tertutup dan secara logika angin dari luar tidak akan mampu masuk menembus dinding goa tempat di mana Putri Ahmanet melakukan sebuah ritual pemanggilan Hased Raja iblis yang hidup kekal.


" Ada apa kamu memanggil ku dan apa yang bisa ku bantu Putri Ahmanet?"


Tanya Raja iblis Hased yang tiba-tiba muncul di hadapan Putri Ahmanet.


" Aku butuh bantuan mu untuk mendapat kan tahta yang telah di alih kan ke Adik lelaki ku yang baru saja terlahir satu minggu lalu,"


Jawab Putri Ahmanet dengan nada tegas dan tatapan fokus kepada soaok hitam tinggi besar dan menyeramkan di hadapan nya.


" Apakah diri mu sudah siap dengan resiko nya bila aku bersedia membantu mu?"


Tanya Hased yang tiba-tiba berpindah tempat menjadi di sebelah kanan Putri Ahmanet.


" Apa pun itu yang kamu ingin kan pasti aku laku kan selama kamu bersedia membantu ku,"


Jawab Putri Ahmanet dengan lirikan tajam ke arah Hased yang berdiri di sisi kanan nya.


" Baik lah ... Karena diri mu sudah siap dengan semua resiko maka aku meminta mu untuk membangkit kan Dewa kematian yang bernama Zeleot,"


Ucap Hased yang sudah berpindah tempat berdiri di sebelah kiri Ahmanet.


" Bagaimana cara ku membangkitkan Dewa kematian Zeleot sedangkan aku tidak mengetahui di mana ia dan seperti apa wujud nya?"


Tanya Putri Ahmanet dengan nada bingung dan tatapan panik.


" Pikir kan cara nya dan aku akan membekali belati bermata merah delima yang akan membimbing mu untuk membangkit kan Dewa kematian."


Jawab Hased yang sudah berada di belakang Putri Ahmanet sambil memegang sebilah belati yang di ujung gagang nya ada hiasan batu merah delima.


Tanpa berpikir panjang Putri Ahmanet segera mengambil belati tersebut dari tangan Hased raja iblis, Sesaat kemudian tubuh Putri Ahmanet bertranformasi dan di sekujur tubuh nya kulit nya timbul berbagai macam mantra iblis tertera hingga ke kulit wajah nya dan juga retina mata Putri Ahmanet terbelah menjadi dua dengan kuku tangan yang meruncing.


Dengan erangan yang cukup keras Putri Ahmanet kali ini sudah menerima kutukan bahwa ia kini sudah menjadi seorang Putri iblis dan bukan lagi Putri Ahmanet yang anggun, cantik dan cerdas lagi yang kini muncul hanyalah sisi gelap dari seorang iblis yang telah menguasai tubuh Putri Ahmanet yang merasa sakit hati karena kekuasaan dan tahta yang sudah di berikan Fir'aun harus beralih tangan kepada adik lelaki yang baru berusia satu minggu.


Kemudian Putri Ahmanet yang sudah berubah menjadi iblis bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan wujud yang cukup menyeramkan dan juga memegang belati di tangan kanan nya dengan mata yang merah membara penuh dengan amarah ia berjalan menuju kamar di mana Fir'aun sedang tidur dan tanpa berbicara ia pun segera memghabisi Fir'aun dengan menggunakan belati nya.


Setelah itu ia pun melangkah ke kamar di mana Ibu dan adik lelaki nya sedang beristirahat maka setiba nya di kamar itu juga segeralah ia menghabisi Ibu dan Adik nya yang baru berusia satu minggu tersebut, Setelah itu ia pun berjalan kembali keluar untuk menuju kamar nya namun saat ia berjalan menuju kamar nya di hadang oleh puluhan bahkan ratusan prajurit.


Teriak salah satu kepala prajurit penjaga istana Fir'aun yang mengetahui bahwa Putri Ahmanet telah berubah.


" Menyingkir lah kalian dari hadapan ku bila kalian masih sayang dengan nyawa dan keluarga kalian."


Jawab Ahmanet dengan tatapan tajam ke arah prajurit yang tengah mengepung diri nya.


Namun yang terjadi para prajurit mendengar kan ucapan dari kepala prajurit yang memerintahkan untuk menangkap Putri Ahmanet saat itu juga, Maka segeralah mereka maju menyerang Putri Ahmanet dengan bersamaan, Alhasil seluruh prajurit mampu di lumpuhkan dan di habisi oleh Putri Ahmanet dengan mudah nya bahkan tidak tersisa satu pun.


Maka sejak saat itu Putri Ahmanet lah yang menduduki tahta pengganti Fir'aun namun bagaimana pun juga Putri Ahmanet harus menepati perjanjian nya dengan Hased bukan lain Raja iblis yang telah membantu Putri Ahmanet menduduki tahta kerajaan saat ini dan pasti Hased akan menagih nya kepada Putri Ahmanet yang sedang merayakan keberhasilan nya menjadi penguasa.


" Putri Ahmanet semoga diri mu tidak melupakan janji mu kepada ku,"


Ucap Hased yang berdiri di balkon kamar Putri Ahmanet saat itu.


" Jangan kamu pikir aku akan lari dari janji ku dan bersabar lah hingga penobatan ku selesai maka akan lebih muda untuk ku bergerak,"


Jawab Putri Ahmanet dengan tatapan sinis melihat ke arah Hased melalui kaca di hadapan nya.


" Aku tunggu janji mu."


Ucap Hased diiringi tawa menggelegar berlalu dari balkon kamar Putri Ahmanet.


Saat itu sambil melanjut kan berias Putri Ahmanet mulai berfikir bagaimana cara nya membangkitkan Dewa kematian dan sebenar nya apa untung nya bila Dewa kematian telah bangkit, Namun saat ia sedang berpikir keras mengenai hal tersebut tiba-tiba terdengar pintu kamar nya di ketuk oleh seorang pelayan untuk memberi tahu acara nya akan segera di mulai di istana.


" Maaf Tuan Putri ... Kedatangan anda sedang di nanti kan oleh seluruh perdana mentri dan rakyat,"


Ucap pelayan istana dari balik pintu dengan nada suara takut.


" Sebentar lagi aku akan masuk ke istana, Jadi beri tahu ke mereka untuk menyambut kedatangan ku,"


Jawab Putri Ahmanet dengan nada tegas.


" Baik Tuan Putri Ahmanet."


Ucap pelayan sambil membalik kan badan nya dan berlalu pergi dari depan pintu kamar Putri Ahmanet.


Sekitar 30 menit kemudian keluar lah Putri Ahmanet dari kamar nya dan berjalan melintasi lorong-lorong menuju istanah kerajaan dengan tatapan lurus kedepan, wajah yang cantik dan gaun yang anggun pasti nya hal itu mampu memukau setiap yang melihat nya utama nya lawan jenis yang tidak mengetahui siapa sebenar nya Putri Ahmamet saat ini.


Dan benar saja setiba nya Putri Ahmanet di istana terlihat lah begitu banyak nya tamu undangan dan perdana mentri yang menyambut kedatangan Putri Ahmanet diiringi oleh musik khas serta tarian dan taburan bunga di sepanjang jalan menuju tahta nya dan pasti nya hal itu lah yang di harap kan oleh Putri Ahmanet sejak dahulu kala.


Bila sudah seperti itu lelaki mana yang tidak menginginkan berada di sisi Putri Ahmanet, Selain cantik dan cerdas ia juga seorang Putri pemegang kekuasaan di seluruh wilayah pasti semua pun akan tergiur dengan posisi tersebut namun perlu di ingat semua itu ada harga yang cukup mahal yang harus di bayar dan pasti nyawa yang menjadi taruhan nya.


Lalu apakah yang akan di laku kan Putri Ahmanet selanjut nya setelah menggantikan posisi Ayah nya menjadi seorang pemuka negeri yang semua keputusan berada di tangan nya dan apakah Putri Ahmanet sudah menemukan cara bagaimana untuk membangkit kan jiwa Dewa kematian seperti yang telah di minta oleh Hased saat mereka berdua mengikat perjanjian?


Jangan pernah beranjak dari kisah kehidupan Putri Ahmamet dan temukan jawaban nya hanya di THE RISE OF A PRINCESS AHMANET dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.